Balik ke Kampung, Beternak dan Bercocok Tanam Kembali

Akhir-akhir ini saya jadi sering melamun alias berkhayal ke masa lalu, kembali ke kampung terus menekuni dunia ternak seperti dulu kala ketika kecil sebelum merantau ke Jogja dan Jakarta sekarang ini.

Dulu, sedari kecil hingga menginjak SMA, saya adalah peternak ayam, bebek, burung, dan entog. Khusus untuk burung dari mulai burung dara hingga deruk. Sementara ayam, hanya ayam kampung yang saban pagi saya bebaskan dan sore saya kandang kembali. Begitu juga dengan bebek dan entog.

Bebek - myuphoto.blogspot.com

Ayam bisa menghasilkan uang ketika dijual. Tapi, untuk dagingnya saya tidak konsumsi sendiri. Kenapa? Entahlah, saat itu saya tidak suka dengan daging-dagingan. Bagaimana dengan bebek? Saya ambil dari telurnya setiap pagi untuk lauk pauk sendiri. Oh iya, saya juga punya warisan ilmu dari babeh terkait telur bebek, yakni cara membuat telur asin alami. Sementara burung, hanya sebagai penyenang saja.

Dari pengalaman itu, pikiran saya ingin rasanya bernostalgia seperti dulu kala. Berternak sekaligus bercocok tanam di kampung sendiri.

Jenuh

Kenapa ya bisa demikian? Kemungkinan karena saya sudah merasa jenuh dengan kehidupan hiruk pikuk di kota. Ditambah lagi banyak inspirasi-inspirasi keren di Youtube tentang peluang usaha di desa atau kampung.

Dari situ, kemungkinan itulah yang membuat saya ingin kembali ke kampung selain rindu akan suara ayam, kucing, kodok, tokek, bebek. Rindu akan makanan masa kecil, sayuran mentah seperti lunk, petai cina (lamtorogung). Rindu mancing disawah dan sungai. Rindu mencari jamur. Rindu akan suara burung di belakang rumah. Rindu akan pepohonan asri. Pendek kata rindu, rindu, dan rindu masa-masa dulu kala, suasana kecil dikampung.

Ingin rasanya khayalan balik ke kampung itu bersama istri dan anak-anak. Mengajak mereka tinggal di kampung dengan segala keasriannya.

Apakah istri dan anak-anak saya akan mau tinggal dikampung? Entahlah. Tapi, suatu saat saya percaya bisa balik ke kampung lagi. Bisa beternak kembali sembari bercocok tanam. Ini hanya permasalahan waktu saja.

Salam,
Pustakawan Blogger

Belum ada Komentar untuk "Balik ke Kampung, Beternak dan Bercocok Tanam Kembali"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel