Siapkah Saya Resign PNS?

Setelah melakukan mutasi PNS dan telah bekerja kurang lebih dua tahun di instansi yang baru, pikiran untuk undur diri (resign) PNS itu datang kembali. Dahulu ketika saya masih bekerja di Pemda Indramayu, dengan alasan tidak diperbolehkan mutasi, maka saya memberanikan diri untuk resign menjadi seorang pegawai negeri sipil. Namun, sekarang dengan alasan yang berbeda karena benar - benar ingin menjadi wirausahawan (enterpreneur), maka siapkah saya untuk melakukan hal itu kembali?

Kemana saya harus melangkah?
Kemana saya harus melangkah?

Alasan Resign PNS

Untuk melakukan resign PNS tentunya ini tidak mudah. Banyak yang harus dipertimbangkan. Terutama mulai dari orang tua, keluarga dan anak. Namun demikian, segala sesuatunya perlu proses dan pertimbangan untuk menelaah kira-kira apa saja yang harus disiapkan ketika memutuskan untuk mungundurkan diri sebagai seorang PNS.

Yang jelas beberapa alasan mengapa saya ingin resign dari pegawai negeri sipil ini adalah pertama, ingin menjadi wirausahawan tulen. Ini artinya saya tidak mau menjadi orang yang ragu. Satu sisi menjadi PNS, satu sisi lagi menjadi wirausahawan. Jika dijalankan setengah-setengah, maka hasilnya pun akan setengah-setengah pula.

Kedua, dengan menjadi wirausahawan tulen, maka otomatis waktu saya akan lebih fleksibel. saya bisa mengantarkan anak sekolah, silaturahim, bersosialisasi, aktif di organisasi sosial jika mau, pendek kata selalu ada waktu untuk kegiatan-kegiatan yang bernuansa positif karena tidak terikat oleh aturan jam kerja.

Ketiga, menyangkut kepuasan batin dalam artian saya melakukan sesuai dengan keinginan hati tanpa ada tekanan dan paksaan. Prinsip saya adalah bukan seberapa besar penghasilan yang di dapatkan melainkan bagaimana sebuah pekerjaan itu dapat menjadikan motivasi saya dalam menjalani kehidupan ini. Oleh karena itu, menjadi wirausahawan adalah salah satu pilihan yang sejalan dengan konsep dan prinsip yang ada dalam benak pikiran saya.

Itulah ketiga alasan mengapa saya ingin undur diri dari PNS. Sebenarnya selain alasan ketiga diatas, tentu saya memiliki alasan yang mendasar akan hal itu. Namun demikian, saya tidak akan menjelaskan alasan utama saya tersebut mengingat takut terjadi salah persepsi.

Apa yang Dilakukan Setelah Resign PNS

Seperti yang saya bilang diatas, menjadi wirausahawan adalah pilihan utama ketika saya akan memutuskan resign dari PNS. Untuk saat ini ada beberapa yang akan saya geluti secara serius.

Pertama, aktivitas ngeblog. Inilah yang akan menjadi pondasari dasar ketika saya telah mengundurkan diri dari PNS. Mengapa? karena sudah 7 tahun ini saya telah mendapatkan penghasilan rutin dari aktivitas ngeblog. Padahal aktivitas ngeblog ini saya jalankan setengah-setengah, dalam artian saya kerjakan ketika waktu luang saja mengingat sekitar 12 jam waktu saya habis buat dikantor dan dijalan.

Saya jadi berpikir bagaimana waktu 12 jam itu saya gunakan fokus untuk menjadi provider informasi dengan menjadi seorang blogger. Kedepannya, aktivitas ngeblog ini harus dikembangkan dalam sistem bisnis sederhana yang dapat menyerap tenaga kerja. Bukankah ini sejalan dengan prinsip kemandirian.

Kedua, menulis buku. Jika di tinjau dari besar kecilnya penghasilan, royalti dari menulis buku memang masih kalah jauh dengan penghasilan ngeblog. Namun demikian, seperti yang saya singgung pada uraian singkat diatas bahwa, prinsip kepuasan batin adalah nomor satu. Jadi, menulis buku adalah aktualisasi diri dalam menyebarkan informasi dan ilmu pengetahuan walaupun masih bersifat sederhana. Apalagi ditambah latar belakang saya sebagai seorang yang pernah belajar dalam ilmu informasi dan perpustakaan.

Ketiga, membangun toko online. Hingga saat ini baru dua produk yang telah saya jalani yaitu menjual kerupuk kulit ikan Indramayu dan toko buku bekas. Keduanya memang belum sepenuhnya berkembang sesuai dengan yang di harapkan karena saya tidak terlalu fokus untuk menjalankannya mengingat waktu saya terlalu banyak dihabiskan di kantor.

Keempat, investasi tanah dalam bentuk sawah. Tentunya perlu waktu dan biaya untuk melakukan investasi sawah ini. Mengapa sawah? karena berkaitan dengan latar belakang saya sebagai seorang anak petani yang sedikit mengetahui tentang itu. Lagi pula, menurut saya harga sawah  tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan rumah. Akan tetapi, dalam jangka panjang, bisa saja merambah ke bisnis properti seperti rumah yang harganya selalu naik setiap tahunnya.

Sebagai penutup dan renungan, saya jadi teringat kata-kata bijak dari Imam Al-Ghazali yang berbunyi: "Kalau besar yang dituntut dan mulia yang dicari, maka payah melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya".

Sembari menghela napas dalam-dalam, saya perlahan-lahan membaca kata-kata bijak diatas. "Siapkah saya undur diri (resign) PNS untuk yang kedua kalinya?" Semoga bisa....

Salam,
Pustakawan Blogger

4 komentar untuk "Siapkah Saya Resign PNS?"

  1. jadi PNS dan wirausahawan juga bagus untuk dilakukan dua2nya kan pak? banyak kok yang sukses tanpa harus mengorbankan salah satunya.

    di blog saya juga banyak cerita tentang profesi yang dekat dengan kihidupan kita sehari2. Kalo ada waktu mampir ya pak.

    gerobakapem.com

    BalasHapus
  2. Bismillah
    Salam kenal mas. Murad Maulana semoga Allah meridhoi niat n planning Anda. Memeberikan yang terbaik, tetunya setelah istikharah.
    Sy tertarik "trik mutasi" n buku "goblog" tapi blm nemukan di tokobuku didaerahku.
    Smg Allah beri hidayah Anda dan menjadikan Anda jalan hidayah bagi org lain.
    Semoga keselamatan rahmat n berkahNya selalu tercurah utk Anda.

    M.M
    di kebunbidara.com

    BalasHapus
  3. Salam kenal juga mar1. Amin. terima kash doanya. Untuk buku Motivasi Go Blog memang tidak dijual di toko2 karena hanya diterbitkan secara terbatas. Tapi, seandainya berminat bisa menghubungi saya langsung via WA. Nomernya ada disidebar blog ini.

    Salam,
    Myu

    BalasHapus
  4. Sama pak sy jg sbg PNS slma 6 thn, tp darah wiraswasta deras mgalir dr mendiang ayah sy,akhrx sy mgndurkn diri, sy skrg bergerak di jasa arsitek sesuai ilmu sy.alhamdullilah jln sy mmg disini dan batin sy terasa lapang.salam dr papua

    BalasHapus