Refleksi Ngeblog 7 Tahun: Dollar, Buku dan Biaya Haji Emak

Advertisement
“Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah”. [Imam Al-Ghazali]
Tidak terasa sudah 7 tahun saya ngeblog. Di mulai tahun 2007 saya pertama membuat blog tanpa tujuan. Selanjutnya tidak ada satu isi tulisanpun karena saya tidak tahu kalau itu namanya sebuah blog, pun tidak tahu cara mengoperasikannya hingga waktulah yang menguburnya. Selang beberapa bulan ketika otak saya mulai berpikir untuk mencari penghasilan tambahan, secara tidak sengaja saya membaca sebuah artikel dari seorang internet marketer yang tidak asing namanya. Artikel tersebut menggugah instingku terhadap peluang mudahnya usaha untuk mendapatkan uang tambahan di internet.

"Ngeblog dapet dollar", itulah kata-kata pertama yang menyihirku untuk membangun harapan akan mendapatkan sebuah dollar hanya dari sebuah blog. Seketika saya langsung mempraktekannya sesuai tips-tips dari pakar internet marketing tersebut. Saya membuat blog lagi tanpa tahu bahwa sebenarnya saya sudah mempunyai account sebelumnya. Masih membekas dalam ingatanku, untuk mendapatkan uang dollar dari blog maka saya harus membuat artikel tiga buah berbahasa inggris (saat itu belum support untuk bahasa indonesia). Lalu di daftarkan pada program periklanan yang kita kenal namanya sekarang yaitu Google Adsense.

Kondisi saat itu tidaklah sesulit sekarang, mendaftar Google Adsense saya lewati dengan mudah. Hanya bermodalkan tiga artikel kopi paste dari web lain, seketika itu saya telah di terima menjadi publisher Google Adsense. Bahagia tak terkira yang kurasakan saat itu. Bulan-bulan pertama saya rajin mengunjungi blog sendiri dari mulai mendesain layout templatenya, memasang widget-widget menarik, hingga mengupdate isinya.

Walau belum mendapat bukti tentang memperoleh dollar dari blog, saya selalu bercerita kepada teman-temanku bahwa saya mengikuti program yang bisa mendapatkan dollar dari internet. Mulai dari teman kuliah hingga teman sepermainan ketika kecil. Apa respon mereka? Tidak percaya dan hanya di tanggapi dengan nada yang biasa. Tidak hanya teman-temanku, sayapun menceritakkanya juga kepada pacarku (saat itu belum menjadi istriku). Tidak berbeda jauh dengan teman-temanku, pun sama pacarku menanggapinya tidak antusias. Tampak di wajahnya ada rasa ragu akan hal itu.

Pustakawan Blogger

Tiga Tahun Ngeblog: Nihil 
Tidak mudah melewati semuanya, tiga tahun ngeblog saya tidak mendapatkan apa-apa, justru beban pengeluaran yang besar untuk membayar internet setiap bulan harus saya keluarkan. Teman-temanku hingga pacarku jelas semakin mentertawakanku. Ternyata mendapatkan dollar di internet tidaklah semudah membalikan telapak tanagan dan hanya manjadi khayalan belaka. Namun saya tetap terus berusaha dan percaya suatu saat akan mendapatkannya. Berbekal keyakinan yang kuat itu saya terus maju pantang mundur. Saking semangatnya yang menggebu-gebu itu, kegilaan saya terhadap ngeblog semakin menjadi-jadi. Bahkan, saya ingat sekali, saat malam menjelang pernikahanpun, saya masih disibukan dengan aktivitas ngeblog. Saya pergi dari satu warnet ke warnet lain yang ada di daerah tempat calon istriku tinggal.

Bulan madu bersama istriku pun menjadi korban dari kegilaan saya ngeblog. Kala itu di Yogyakarta, saya selalu mengajak istri saya ke warnet sebelum pulang ke hotel. Apa yang dilakukan? Hanya mengupdate konten dan melihat apakah sudah ada nilai dollar yang muncul. Ternyata ada, seketika saya kegirangan. Itulah pertama betapa bahagianya saya mendapatkan dollar kendati hanya dalam bentuk laporan. Berapa nilainya? Hanya 0.40 dollar (ha..ha..).

Maklumlah selama tiga tahun itu saya hanya belajar otodidak. Tidak pernah bertanya di forum, tidak pernah bertanya kepada teman yang belakangan ternyata dia sudah menghasilkan lebih dulu. Saya hanya mengandalkan membaca dari tulisan-tulisan orang yang sudah sukses sebelumnya.

Dua Buku Terbit Dan Dollarpun Cair
Tidak mendapatkan hasil yang di harapkan, saya sempat putus asa. Saya terus mencari pembenaran diri atas ketidakberhasilan ngeblog berburu dollar hingga saya menemukan titik temu bahwa dalam hal ngeblog, saya berprinsip bukan hanya sekedar menghasilkan dollar. Namun demikian, esensinya adalah melatih diri untuk terus berlatih menulis agar menjadi sebuah keterbiasaan. Sejak saat itu, haluan saya ngeblog berubah total yaitu menulis, menulis, dan terus menulis.

Bagiku tidak ada kekecewaan yang berat akan hal itu. Haluan ngeblog berburu dollar yang berubah dikarenakan memang saya suka dengan dunia tulis-menulis. Sejak mahasiswa dulu saya sudah aktif dibidang penerbitan koperasi dan ingin bercita-cita jadi penulis.

Perjuangan tidak ada yang sia-sia. Di saat perjalanan ngeblog berburu dollar tidak aktif lagi karena tak kunjung dapat hasilnya, maka pada tahun 2009 dan 2011 akibat daripada sering menulis di blog dengan tujuan hanya sebagai sarana latihan menulis, pada akhirnya saya bisa menerbitkan dua buku melalui Penerbit Andi Yogyakarta. Temanya tentu saja yang berkaitan dengan dunia internet. Buku pertama yang saya tulis adalah tentang Content Managament System. Saat itu saya mendapatkan tugas untuk membuat website kantor. Berbarengan dengan tugas itu, saya membuat website belajar secara otodidak melalui internet. hasilnya selama perjalanan membuat website itu saya tuangkan ke dalam bentuk buku. jadilah akhirnya buku yang berjudul: "Membangun Website Dinamis Tanpa Background IT dengan CMS Drupal 6.0". Satu hal yang membuat bahagia adalah buku yang saya tulis ini adalah buku pertama yang di ajukan ke penerbit dengan tema yang baru sedikit sekali dibahas bahkan belum ada sama sekali pada saat itu.

Buku kedua terbit di tahun 2011 juga sama karena aktivitas ngeblog yang pada saat itu saya sedang membuka usaha toko buku bekas. Saya membuat toko online gratis di internet dengan memanfaatkan webstore dan blog yang besifat gratis. Idepun mulai bermunculan disaat banyak webstore baru di indonesia yang membuka layanan itu secara cuma-cuma. Saat itu tokopedia, tokobagus, dinomarket dan kassa9. Tanpa pikir panjang, sayapun menuangkannya kembali dalam bentuk buku. Jadilah bukunya yang berjudul: "Free Online Webstore: Hanya 1 Menit Membuat Toko Online". Satu kebanggan tersendiri dalam buku ini adalah melibatkan para narasumber yang telah berhasil meraup laba dari toko online hanya dengan memanfaatkan platform yang bersifat gratis tersebut.

Di tahun yang sama, tepatnya tahun 2011, Allah memberikan jalan yang tidak di sangka-sangka. Dengan adanya jejaring sosial facebook secara tidak sengaja saya menemukan kembali teman-teman kost dulu di Yogyakarta. Saat itulah salah satu temanku telah mengikuti program Google Adsense dan telah terbukti mendapatkannya hingga jumlah yang membuat saya berdecak kagum. Kemudian saya bertanya kepada temanku tentang tips-tips ngeblog berburu dollar dengan bahasa inggris agar berhasil. Jawabannya hanya satu, posting setiap hari minimal satu hari satu artikel. Saat itulah, semangat saya mulai terbakar kembali. Pada hari itu juga saya langsung membeli domain dan hosting untuk membuat sebuah blog berbayar. Ada secercah harapan kedepannya, pikirku.

Malang nian nasibku, saat semangat sedang kembali datang, ternyata account Google saya kena banned dengan alasan yang tidak masuk akal. Beruntung saya mempunyai dua account. Sehingga masih bisa memanfaatkan account cadangan yang lain. Tiga bulan fokus, Akhirnya saya mendapatkan impian itu. Setengah tidak percaya penghasilan dari ngeblog pertama sebesar $135 telah sampai ketanganku. Sebuah impian yang kandas tiga tahun lalu. Di penghujung sana, teman kostku menelpon.
 "Bagaimana sudah diambil dollarnya?," tanya temanku.
" Alhamdulillah, sudah," jawabku kegirangan.

Tragedi Banned Lagi 
Selama setahun setiap bulan itu, saya rutin menghasilkan dollar dari Google Adsense. Saya selalu mengambilnya di kantor pos lewat Western Union (WU). Karena seringnya datang ke kantor pos itulah, salah satu pegawainya hingga mengenalku. Rutinnya penghasilan yang di dapatkan setiap bulan, membuat otak kewirausahaanku mulai tergerak untuk berpikir agar memperoleh lebih banyak lagi. Oleh karenanya untuk mendapatkan dollar yang lebih banyak, maka strategi pertama yang harus saya lakukan adalah membuat blog sebanyak-banyaknya. Maka, sebagian perolehan dari hasil ngeblog itu saya belikan domain dan hosting lagi hingga tidak terasa saya memiliki blog berbayar sebanyak 10.  Tanpa disangka disaat semangat sedang membara, account Google Adsense cadanganku telah di banned kembali oleh yang empunya. Bagaikan disambar petir di siang bolong, seketika saya mati rasa. Seolah tak percaya, mataku masih menatap tajam pada tulisan:"Account Disabled". Sejak saat itu saya selalu tidak enak. tidak enak tidur, tidak enak makan, juga tidak enak memikirkan salah satu impian terbesarku yang ada di otakku.

Butuh waktu yang tidak lama untuk bangkit kembali. Sementara itu blog saya hanya diisi dengan program periklanan lain. Tapi lagi-lagi sangat menyedihkan. hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Jelas Google Adsense-lah yang masih menjadi harapan besar. Karena peristiwa ini, jadilah saya menjadi publisher petualang. Setiap hari saya selalu mencoba program periklanan baru lainya dengan memperhatikan setiap laporan hasilnya. Tujuh bulan berpetualang, akhirnya usaha kerja keras saya tidak sia-sia. Disaat banyak teman blogger putus asa tidak melanjutkan dunia blogging karena tragedi banned itu, pada akhirnya saya menemukan satu program periklanan yang memiliki potensi besar.

Biaya Haji Emak
Sejak menemukan program periklanan baru itu, sayapun mulai menggali impian terbesar yang kandas karena tragedi banned. Akhirnya dengan pertolongan-NYA melalui jalan ngeblog itu, impian besar saya mulai terkabul. Apa itu? alhamdulillah dari hasil ngeblog itu saya bisa memberikan biaya emak untuk rencana pergi haji. Walau perencanaan jadwal berangkat haji masih lama hingga bertahun-tahun. Paling tidak niat yang kuat ini semoga bisa terlaksana. Do'a saya kepada-NYA untuk emaku:" Semoga semuanya berjalan lancar tanpa hambatan dan juga emaku bisa selalu diberikan kesehatan dan kekuatan hingga saatnya berangkat". Amin

Hikmah 
Cerita diatas tentu mengandung banyak hikmah bagi saya pribadi. Saya bisa mengambil pelajaran, pertama dibalik musibah itu pasti ada hikmahnya. Sebagai contoh ketika saya dibanned oleh Google Adsense saya bisa mencoba banyak broker iklan lain sampai akhirnya menemukan lagi broker iklan yang menjanjikan. Kedua, tragedi banned itu membuat saya berpikir jangan terlalu menggantungkan kepada satu sumber saja. Pelajaran yang bisa dipetik adalah saya harus mempunyai cadangan broker lainya agar aman. Ketiga, nyatanya saya tidak lagi ada perasaan was-was lagi yang menyiksa kepalaku akan dibanned karena mengikuti Google Adsense. Kini saya bebas lepas tanpa beban.

Hikmah lainya adalah jangan pernah menyerah karena keadaan. Terus berusaha dan jalani saja seperti air mengalir. Impian besar tanpa niat tentu akan sia-sia. Karena setiap orang bisa bertahan dengan niat yang mengakar di hati. Lambat laun jika kita percaya, saya yakin semuanya akan tercapai walaupun dalam bentuk yang lain. Satu lagi yaitu open mind jika kita mau berhasil. Buang rasa malu dan cobalah jadi pendengar setia untuk menerima hal-hal yang baru.

Itulah refleksi saya selama tujuh tahun menekuni dunia blog semoga terus bisa menulis dan berkarya, terutama menulis buku ketiga yang hingga sekarang masih terbengkalai. Do'akan ya teman-teman semua...

Advertisement

Postingan terkait:

9 Tanggapan untuk "Refleksi Ngeblog 7 Tahun: Dollar, Buku dan Biaya Haji Emak"

pramusinto galuh mengatakan...

Inspirativ sekali..semoga dengan ngeblog akan membuat labil ekonomi lebih baik..sehingga tidak mempertakut hati untuk .mengharmonisasi dollar....

murad maulana mengatakan...

wkwkwkk, korban vickynisasi. Mending sih daripada korban vicky gondrong.he..2

Dodi Setiadi mengatakan...

Intinya jangan mudah putus asa ya mas...

naurahaulia.blogspot.com

murad maulana mengatakan...

betul om dodi, itu salah satunya

Nailun Ni'am mengatakan...

broker iklan yang lain apa tuh? boleh nih dicoba lagi, hehe.

Afib Rifan mengatakan...

makasih pak , sangat menginspirasi saya, saya juga masih belajar, sampai sekarang masih belum dapet dollar secuil pun, mungkin karena banyak belajarnya, ngk praktek-praktek.
point penting saya ambil dari arikel ini bahwa ngeblog itu bukan untuk mencari dollar, tp menulis-menuliss, pastinya menulis dengan konten yang berkualitas, pasti dollar datang dengan sendirinya.. :)

murad maulana mengatakan...

Nailun: tlvmedia.com. silahkan mas nailun coba klo berminat

Afib: betul mas, kira-kira seperti itulah. Ngeblog asal sabar dan konsisten untuk menulis, Insya Allah bisa berhasil.

Membuat blog itu mudah dan hanya beberapa menit. Kebanyakan blogger terjebak hal teknisnya. Padahal ada yang lebih penting, yakni menulis terus tanpa lelah.

Salam

IWAN SISWOYO mengatakan...

Keren mas. Semoga emak selalu sehat.

murad maulana mengatakan...

Amin.Makasih mas iwan atas doanya