Saya Masih Seorang Amfibi

Advertisement
Istilah amfibi yang akan saya bahas sekarang ini adalah berkaitan dengan dunia kewirausahaan bukan dunia hewan misalnya sejenis katak. Saya kenal istilah amfibi dari e-booknya om vavai yang berjudul Share Pengalaman & Tips Wirausaha Mengembangkan Startup Bisnis. Belakangan saya penasaran mengenai istilah amfibi ini. Setelah Googling, terdamparlah pada situsnya Yuswohady, seorang pengamat dan pakar bisnis yang telah menulis beberapa buku marketing. Ternyata istilah amfibi ini juga telah dicetuskan oleh sang pengamat dan pakar bisnis tersebut. Salah satu artikelnya yang saya baca adalah Revolusi Amfibi. Dikatakan bahwa istilah amfibi adalah orang yang “hidup di dua alam” yaitu dunia profesional dan dunia usaha (entrepreneur). Artinya selain ia bekerja sebagai karyawan di perusahaan atau pemerintahan, namun ia juga menjalankan bisnis sampingan baik yang bergerak dalam bidang barang atau jasa.

Saya Masih Seorang AmfibiMenurut Yuswohady, menjadi amfibi adalah sebagai bentuk usaha yang berfungsi untuk safety atau "jaga-jaga" agar dapat terhindar dari resiko apabila usaha sampingannya tidak berhasil. Dalam dunia komputer harus ada backup atau cadangan agar data aman. Sambil terus berusaha sembari melihat perkembangan hasil yang didapatkan dari peluang usaha yang dijalaninya, biasanya seorang amfibi yang berkeinginan keluar dari zona nyaman, maka akan mempersiapkan diri untuk pindah kuadran menjadi seorang wirausahawan tulen.

Jujur harus kuakui, hingga saat ini saya masih menjadi seorang amfibi. Satu sisi menjadi pegawai dipemerintahan, satu sisi menjalani kewirausahaan. Lantas, kenapa saya masih belum beranjak untuk segera pindah kuadran? Tentu seperti apa yang dikatakan oleh Yuswohady, saya masih tetap berjaga-jaga untuk mengurangi resiko apabila usaha saya mengalami pasang surut dalam artian belum stabil seperti yang diharapkan. Kenyataanya usaha yang saya jalankan hingga sekarang masih belum stabil sampai 100%. Sebenarnya kalau cuma urusan perut untuk pribadi, insya Allah dengan seizin-Nya masih bisa untuk bertahan. Namun demikian, tentu saja kebutuhan lain harus perlu diperhatikan misalnya pendidikan anak. Terlebih saat ini saya sudah mempunyai dua momongan.

Sejatinya cita-cita menjadi seorang wirausahawan tulen sudah saya tulis berulangkali diblog ini. Mengenai alasannyapun telah saya kemukakan dengan jelas sembari menunggu situasi dan kondisi yang tepat. Berbagai macam pertimbangan telah saya urutkan berdasarkan prioritasnya. Beberapa artikel yang pernah saya tulis tentang keinginanku untuk pindah kuadran menjadi wirausahawan misalnya:
Sampai saat ini saya masih mencoba berbagai macam usaha, mulai dari usaha jual batik, kerupuk kulit ikan, waralaba makanan, toko online buku bekas, percetakan ID Card hingga ngeblog. Dunia usaha sebenarnya sudah saya kenal sejak masih kecil. Beberapa jenis usaha yang pernah saya lakoni misalnya jualan pisang goreng dan pisang rebus, jualan es di terminal bus dan sawah ketika panen, ternak bebek dan ayam, hingga jualan beras dan terasi ketika masih merantau di Jogja. Semoga kedepan saya bisa menemukan dunia usaha yang tepat dan cocok ketika dijalankan sehingga bisa berkembang besar.

Sampai Kapan Saya Jadi Amfibi?
Jika ditanya sampai kapan saya akan menjadi amfibi? Terus terang pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling berat untuk kujawab. Akan tetapi, telah saya rencanakan secepatnya. Saya sudah membuat statment bahwa  "Saya tidak mau menjadi orang yang ragu. Satu sisi menjadi PNS, satu sisi lagi menjadi wirausahawan. Jika dijalankan setengah-setengah, maka hasilnya pun akan setengah - setengah pula".

Rencana yang saya susun itu, telah kutuliskan disalah satu artikel diatas. Ada lima cita-cita yang ingin segera saya realisasikan. Lima cita-cita itu saya lakukan berdasarkan pertimbangan yang matang. Adapun jika dalam perjalananya ada rencana yang lain, maka saya berusaha tidak mengurangi dari lima cita-cita pokok diatas tersebut.

Menjadi amfibi memang tak pernah akan bisa fokus karena pikiran dan pekerjaan akan terbelah. Satu memikirkan pekerjaan dikantor. Satu lagi memikirkan bisnis sampingan diluar kantor. Belum lagi kalau usaha sampingan itu menganggu pekerjaan dikantor sebagai abdi pemerintah. Bagi orang yang normal, dalam jangka panjang kondisi tersebut tentu akan membuat kita malu sendiri. 

Oleh karenanya, saya bercita-cita tidak ingin menjadi seorang amfibi dalam waktu lama. Saya ingin menjadi seorang yang hidup disatu tempat, namun memperoleh kenikmatan bekerja ketika menjalaninya.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang e-booknya om Vavai silahkan download dan baca ya. Bagus lho, itu ceritanya pengalaman pribadi penulis ketika masih menjadi manusia amfibi hingga sekarang yang sudah menjadi wirausahawan dibidang IT bahkan sudah mempunyai perusahaan sendiri.

Download: Share Pengalaman & Tips Wirausaha Mengembangkan Startup Bisnis

Salam pustakawan blogger

Advertisement

Artikel terkait:

2 Tanggapan untuk "Saya Masih Seorang Amfibi"

Masim Vavai Sugianto mengatakan...

Gimana status sekarang mas, apakah masih jadi amfibi? ;-)

murad maulana mengatakan...

Wah, makasih om vavai sudah berkunjung kesini. Makasih atas ebooknya. bermanfaat. Sayangnya sampai skr masih jadi amfibi ne om vavai.