Menyoal Studi Kasus Channel Youtube Yang Tak Berlanjut

Tahun 2020, saya membuat tulisan dokumentasi terkait studi kasus channel Youtube hingga part 5 (baca di sini.) 

Setelahnya, baru off.

waktu adalah uang

Kenapa? Saya melihat tak ada progress. Saya putuskan berhenti upload video setiap hari.

Saat itu, segementasi channel untuk anak-anak. 

Di awal pembuatan, memang cukup membahagiakan, tapi lama-kelamaan jadi menyedihkan.

Hingga akhirnya saya putuskan tak melanjutkan.

Lalu, sekarang bagaimana?

Tinggal dua yang masih saya upload. Satu channel saya sendiri (Murad Maulana) dan satu lagi channel lama. 

Dua-duanya, channel apa adanya. Dalam artian, isinya random dan kebanyakan secara spontan. 

Apakah dua-duanya sudah menghasilkan fulus? Satu sudah dan satu lagi belum. 

Untuk channel satunya, saya tidak tergesa-gesa untuk di monetize. Bagi saya, biarkan saja mengalir apa adanya. 

Untuk channel satunya lagi masih bisa menghasilkan walaupun belum rutin setiap bulan. Harus disyukuri. Namanya juga video iseng dan apa adanya. Apalagi ini bagian dari side hustle saya pribadi. 

Apa sudah mencoba juga di tiktok atau fb? Sampai saat ini saya belum tertarik. Masih Youtube saja. 

Gak tahu untuk ke depannya.

Posting Komentar untuk "Menyoal Studi Kasus Channel Youtube Yang Tak Berlanjut"