Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Big Bos, Media Informasi dan Mobil Truk Sedot Tinja

Seorang teman di kampung nan jauh di sana menelepon. Namanya Ki Warso.

Sayup-sayup terdengar.

"Mas gimana ya, atasanku baru nih. Menurut kabar, orangnya kaya Giant. Kalau gak sesuai, langsung meradang"

"Masa, setiap membuat desain media informasi kegiatan misal untuk spanduk, pamflet, flyer ataupun sejenisnya itu harus disertai foto big bosnya. Tak peduli itu acara apa. Pokoknya harus ada fotonya." 

Mendengar cerita temanku, terus terang saya tak percaya. "Masa sih kaya gitu," jawabku.

"Serius mas," sahut temanku 

"Coba saja kamu kemukakan pelan-pelan, kasih pengertian. Gunakan saja ilmu "ndobos" dengan referensi yang kita punya misal soal desain komunikasi visual itu idealnya seperti apa. Moga aja bisa terbuka," usulku sok bijak kepda temanku.

"Ok, siap."jawab temanku pertanda setuju.

***

Esoknya, temanku menghubungi saya lagi. Ia pun bercerita.

"Tuh kan mas bener dugaanku. Persis kaya Giant Doraemon. Masa, saya dianggap terlalu ribet. Pake nonjolin kekuatanlah, inilah, itulah." 

Lantas, untuk meyakinkan temanku mengirimkan contoh desainnya. 

Saya lihat. Saya amati. Saya perhatikan. 

"Ini acara, kok gak ada hubungannya dengan si big bos atasan temanku itu, tapi kenapa harus maksa ingin memasang foto hanya dengan dalih untuk mendukung visi dan misi big bosnya. Aneh. Apa pentingnya" gerutuku dalam hati. 

"Oklah, kamu ikutin alur aja. Daripada ribet," Jawabku singkat.

"Iya mas," balas temanku.

Yang gak habis pikir, masa setiap membuat media informasi untuk desiminasi informasi kegiatan semacam spanduk, pamflet atau flyer itu harus ada foto big bosnya. 

Mungkin, kasus temanku ini bisa dimaklumi karena untung acaranya terkait bedah buku. Kendati tuh big bosnya atasan temanku itu bukan sebagai narasumber, lalu tiba-tiba muncul fotonya, itu apa urgensinya? Kan aneh.

Saya jadi berkhayal ketika seandainya atasan temanku itu dipindah ke dinas PUPR atau Lingkungan Hidup. Terus, dengan segenap kekuatannya agar dilirik oleh big bosnya yang diatas, maka dengan kecerdikan dan kepiawaiannya atasan temanku itu berceloteh:

 "Hei kalian staf-stafku, guna mendukung big bos kita, maka saya berpesan untuk setiap pembuatan spanduk, pamflet, flyer kegiatan atau apalah, jangan lupa kasih foto big bos kita ya!!!"

"Oh iya, saya kira media informasi seperti spanduk itu terlalu biasa, tolong mobil truk sedot tinja ini juga jangan polos-polos amat. Untuk mendukung visi misi big bos kita, mohon di lukis dengan foto big bos kita juga ya. Lukis saja di tangki tinjanya," sambung atasan temanku.

Ehmmmmm....memang cerdas!!! Solutif. Ini nih baru namanya out of the box, open minded. Saya kasih empat jempol. 

Gambar credit https://dlh.langsakota.go.id
Gambar credit https://dlh.langsakota.go.id

Posting Komentar untuk "Big Bos, Media Informasi dan Mobil Truk Sedot Tinja"