Sang Duta Tingkat Asean Itu Kini Telah Pergi Untuk Selamanya

Indonesia kehilangan satu anak generasi penerus bangsa yang penuh prestasi. Dia adalah sang duta tingkat Asean 2013 untuk bidang anak, Gayatri Wailissa yang kini telah pergi untuk selamanya. Remaja yang menguasai lebih dari 11 bahasa asing itu telah tutup usia pada malam kamis pukul 19.00 WIB (23 Oktober 2014) di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng Jakarta Pusat. Kabar yang beredar meninggalnya Gayatri dikarenakan pecahnya pembuluh darah di otak. Seperti dilansir Kompas, sebelum dibawa kerumah sakit, Gayatri Wailissa mengeluh pusing setelah berolah raga bersama teman-temannya.

Saya sendiri mengetahui kabar wafatnya Gayatri Wailissa dari Fans Page Kick Andy Show. Terang saja, saya kaget dan penasaran. Sayapun kemudian mencari beritanya di salah satu surat kabar nasional dan ternyata memang benar adanya, sang doktor cilik itu telah wafat. Bahkan dikaskus pun ada foto-fotonya ketika ia masih dirumah sakit.
Gayatri Wailissa

Saya memang tidak mengenal Gayatri Wailissa secara langsung. Saya mengetahuinya dari acara Kick Andy yang pernah disiarkan di MetroTV tahun 2013 lalu dengan tema "Inspirator Muda Indonesia". Saya sempat terkesima karena keahliannya menguasai banyak bahasa asing. Gayatri dengan lancar dan fasih  mendemonstrasikan pidato dihadapan para penonton Kick Andy. Tidak hanya lisan, konon kabarnya Gayatri juga lancar dalam menulis dengan berbagai bahasa asing, kecuali untuk Thailand yang masih terus dipelajarinya. Beberapa 10 bahasa yang dikuasainya seperti bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Jepang, dan India. Tiga bahasa lainya yang saat itu sedang dipalajarinya adalah bahasa Rusia, Korea Selatan dan Hindi Nepal.

Saat masuk  program acara Kick Andy, Gayatri adalah siswi  SMA Unggulan Siwalima, Ambon, Maluku. Anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa dan Nurul Idawaty lahir pada tanggal 31 Agustus 1995. Saat itu umurnya masih menginjak 16 tahun namun setiap perkataanya tampak seperti orang dewasa. Dia adalah remaja yang aktif dibidang sosial misalnya penggalangan dana untuk korban bencana alam dan kampanye perdamaian di daerahnya. Kegiatan lain dari sosok Gayatri ini misalnya aktif di teater, drama, puisi, presenter, reporter,  pramuwisata, penyiar radio, penerjemah bahasa, peneliti, dan penulis karya sastra.

Metode Belajar Bahasa Inggris
Walau Gayatri hanya anak dari seorang pedagang kaki lima pengrajin kaligrafi, nyatanya ia mampu belajar menguasai banyak bahasa dengan cara otodidak bahkan bukan melalui kursus. Gayatri membuka rahasianya bagaimana cara belajar bahasa inggris dengan tiga metodenya yang ampuh dan teruji.

Pertama, dengan membaca buku seperti menghapal kata-katanya, tata bahasa, dan grammar. Kedua, melalui lagu dan film yang ia tonton. Ia sering menerjemahkan lagu dan film itu melalui kamus. Gayatri berpesan, jika ingin menguasai bahasa asing, maka jadikanlah kamus sebagai temannya. Kemudian dengan cara berbicara sendiri di depan cermin. Ketiga, gayatri juga belajar dengan temannya yang ada diluar negeri sebagai partner melalui chatting, facebook, dan twitter. Ia berprinsip "Jadikanlah semua tempat sebagai tempat belajar dan siapa saja sebagai guru".

Awal Suka Mempelajari Bahasa Inggris
Gayatri menceritakan bahwa ia mulai suka mempelajari bahasa ketika mendengar ucapan "mama".  Gayatri bukanlah tipe orang yang mengungkapkan kasih sayang kepada orangtunya dengan ungkapan kata-kata. Ia punya cara tersendiri bagaimana membahagiakan orang tuanya dengan cara berprestasi. Menurutnya bahasa adalah alat komunikasi manusia yang penuh ketertarikan untuk dipelajari. Tepat umur 10 tahun, Gayatri mulai penasaran dengan bahasa Inggris ketika menonton film kartun Tom and Jerry. Berawal dari film kartun itulah, Gayatri mulai intens mempelajari bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainnya. Dengan menguasai banyak bahasa itu, maka secara tak langsung berimbas pada banyaknya tawaran kerja menjadi juru bicara di organisasi internasional seperti PBB, Unicef, Unesco, dan WTO.  Tidak hanya tawaran kerja, beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggipun banyak yang berdatangan, baik beasiswa dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sebagai penutup, ada baiknya kita merenungkan motto hidup dari Sang Duta Tingkat Asean ini. "Tidaklah penting siapa kita, yang terpenting apa yang bisa kita lakukan untuk menunjang apa yang mampu kita perbuat." Ini artinya kita semua bisa mencapai cita-cita yang diinginkan walau semua serba dalam keterbatasan. Gayatri adalah ikon remaja inspiratif dengan latar belakang keluarga sederhana yang apa adanya namun tetap bisa berprestasi.

Satu lagi, kata-kata bijak yang terucap dari Gayatri ketika pidato di acara Kick Andy juga patut direnungkan: "Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Semua orang di dunia ini tidak mampu melakukan hal yang sempurna, tapi setiap orang diberikan kesempatan untuk melakukan hal yang terbaik dan hal yang terbaik itu dimulai dari kita diri sendiri"

Selamat jalan Sang Duta Tingkat Asean, Gayatri Wailissa. Semoga tenang di alam sana. Namamu tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai remaja yang memberikan inspirasi kepada anak-anak di Indonesia.

Video Gayatri di Acara Kick Andy


Salam,
Pustakawan Blogger

Posting Komentar untuk "Sang Duta Tingkat Asean Itu Kini Telah Pergi Untuk Selamanya"