Tiga Cara Kuliah di Kampungku

Advertisement
Ada tiga cara kuliah dikampungku. Cara pertama adalah kuliah di perguruan tinggi. Cara pertama ini tentu harus mempunyai uang mulai dari membayar uang pendaftaran, spp, dan lain sebagainya. Manfaatnya memang mendapatkan bekal ilmu. Selain itu ketika mendapatkan ijazah lebih dominan digunakan untuk mencari kerja.

Kuliah yang kedua adalah kuliah subuh dan ini hanya bisa dilakukan bagi umat muslim dan tentu saja harus bangun pagi-pagi buta sekitar jam 04.00. Kuliah subuh ini bersifat gratis dan arahnya lebih condong ke akherat. Manfaatnya tentu banyak sekali selain mendapatkan ilmu juga pahala. Di sisi lain ilmu yang didapatkan dari kuliah subuh ini digunakan sebagai panduan hidup berdasarkan tuntunan Islam. Sungguh kuliah subuh ini mempunyai manfaat yang besar. Silahkan bagi yang ingin kuliah gratis tapi dapat ilmu datang saja ke kuliah subuh yang diadakan dimasjid-masijd dan biasanya dilakukan setelah solat subuh.

Cara ketiga adalah kuliah di Eretan. Bagi orang yang bukan asli Indramayu, mungkin ada pertanyaan dibenak anda, apa sebenarnya kuliah di Eretan? Eretan adalah nama desa di Kabupaten Indramayu. Eretan dibagi menjadi dua yaitu Eretan Wetan dan Eretan Kulon. Desa ini selalu dilalui oleh para pemudik yang melintasi pantai utara Jawa. Jika anda pulang melalui Indramayu dan menemukan lautan atau pantai yang berdekatan dengan jalanan umum, maka itulah desa Eretan.

Sebelum ramai oleh banyaknya rumah makan dipinggir-pinggir laut, dahulu desa Eretan ini banyak terdapat petani garam. Oleh karena itu, jika melewati desa ini tidak heran banyak mutiara putih menumpuk seperti salju. Garam dalam bahasa jawa artinya "Uyah". Dalam guyonan (bercanda) sehari-hari seringkali, kata "uyah" diplesetin menjadi "kuliyah" artinya "kuli-uyah". Nah kuliah di Eretan ini selain gratis juga dapat duit. Jelas saja dapat duit, lha wong manggul uyah berkarung-karung (he..2).

Petani Garam di Eretan
Petani Garam di Eretan - Tempo
Kuliyah di Eretan juga sering diplesetin buat guyonan orang tua kepada anaknya yang  ingin sekali kuliah diperguruan tinggi, namun karena keterbatasan dana pada akhirnya tidak bisa untuk melanjutkan. "Kalau mau kuliah di Eretan saja," seperti itulah kata-kata yang sering terlontar. Terkadang juga istilah kuliyah seringkali sebagai bahan olok-olok, hati-hati yang ini bisa bikin sakit hati lho (he..2).

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tiga Cara Kuliah di Kampungku"