Saya Kembali Menulis

Advertisement
"Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan" (Mignon McLaughlin)
Seperti pulang ke kampung halaman. Disana ada rindu yang terpendam. Begitulah kira-kira yang saya rasakan ketika aktif menulis kembali di blog baruku ini, sebuah blog dengan nama domain yang baru pula. Saya ingin berkomitmen lagi seperti dulu kala yaitu setiap hari saya harus menulis minimal satu artikel. Apa yang harus ditulis? Apa saja yang saya rasakan. Tujuannya untuk apa? Agar saya dapat terbiasa menulis lagi dengan mudah dan lancar tanpa hambatan. Tujuan lain adalah semoga blog ini bisa menjadi media berbagi informasi dan pengetahuan khususnya sebuah pengetahuan yang masih tersimpan di otak dengan harapan dapat terdokumentasikan dalam sebuah tulisan. Dalam istilah knowledge management dinamakan tacit knowledge yaitu sebuah pengetahuan yang didapat dari pengalaman selama bekerja dan tersimpan dalam pikiran atau brain memory saja (Yusri, 2011).

Saya Kembali Menulis

Ada beberapa alasan yang mengharuskan saya kembali aktif menulis melalui sebuah blog. Pertama, ketika saya akan menulis bukuku yang ketiga, disana saya menemukan kebuntuan ide dalam menulis sehingga menyebabkan mati rasa untuk berimajinasi dan berpikir. Saya mencari penyebabnya mengapa terjadi demikian. Usut punya usut ternyata saya kurang banyak membaca seperti sedia dulu kala lagi yang biasanya saya torehkan ke blog setiap hari

#Update: Alhamdulillah buku ketiga saya telah terbit (baca: Motivasi Go Blog)

Kedua, Berawal dari kebuntuan ide dalam menulis buku itu, saya mencari informasi di internet khususnya solusi yang harus dipecahkan seperti apa? Ternyata solusinya cuma satu yaitu banyak membaca lalu menuliskannya kembali. Solusi tersebut saya temukan secara tidak sengaja pada sebuah blog seorang guru. Padahal jauh tiga tahun yang lalu, saya sudah pernah menulisnya di blogku yang terdahulu dengan judul "Empat Point Penting Agar Bisa Menulis". Tetapi itulah yang namanya motivasi tidak terduga, seringkali didapatkan dari orang lain seperti yang saya alami ini.

Alasan ketiga adalah sebagai seorang fungsional pustakawan, jelas sekali menulis adalah pekerjaan wajib yang harus dilakukan mengingat hal tersebut akan berdampak pada kenaikan pangkat saya kedepan. Lantas, ketika saya akan menulis sebuah artikel yang rencananya akan saya kirimkan untuk media massa, lagi-lagi saya menemukan sebuah kebuntuaan ide dan tidak bisa berpikir sehingga menyebabkan kevakuman ketika menorehkannya kedalam sebuah tulisan. Solusinya tetap dengan banyak-banyak membaca dan terus berlatih menulis tanpa henti di sebuah blogku yang sederhana ini.

Keempat, saya mencoba merenungi kembali perkataan bijak dari Aristoteles:"bisa itu karena terbiasa". Maka komitmen saya adalah sejak saat ini pula, saya akan lebih aktif lagi untuk terus berlatih menulis di blogku ini agar dapat menulis kembali seperti sedia dulu kala dan sekaligus semoga blog sederhanaku ini bisa menjadi media transfer pengetahuan yang masih tersimpan di dalam otak (tacit knowledge) menjadi explicit knowledge.

Salam,
Pustakawan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Saya Kembali Menulis"