Catatan Kerja#48 Kenapa Tidak Meneliti Produktivitas dan Dampak Sitasi Penulis SKN?
Saya telah menulis penelitian bibliometrika terkait prosiding Seminar Keselamatan Nuklir (SKN). Lebih tepatnya analisis kata kuncinya (co-occurrence) dengan VosViewer. Sudah saya kirimkan ke jurnal internal kantor. Tinggal menunggu kabar layak muat atau tidak.
Nah, sebenarnya dalam kajian tersebut juga bisa fokus pada produktivitas dan dampak sitasi penulisnya, tapi saya belum menelitinya.
Kenapa?
Ada alasan kuat yang saya belum terlalu yakin akan hasilnya.
Begini, untuk mengetahui sitasi penulis, maka diperlukan data penuh yang sudah terindeks misalnya di Google Scholar (atau lainnya).
Permasalahannya adalah tidak semua artikel prosiding SKN itu telah terindeks.
Saya coba gunakan software Publish or Perish (Pop) dengan sumber data diambil dari Google Scholar, nama publikasi: prosiding seminar keselamatan nuklir, kata kunci nuklir, maksimal hasil hingga 1000.
Rentang waktu saya kosongin artinya full semua tahun.
Hasilnya seperti dibawah ini:
Saya perbesar yang citation metricsnya:
Bisa dilihat, kurun waktu 2001-2024 (24 tahun) hanya ada 42 artikel, 78 sitasi. Termasuk rendah banget. Saya yakin karena belum semua artikel dari semua kurun waktu tersebut belum terindeks di Google Scholar.
Itu juga saya belum olah dengan VosViewer.
Mungkin, nanti kelak bisa meneliti untuk Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten). Syaratnya balik lagi harus sudah terindeks misal salah satunya di Google Scholar, syukur-syukur juga di database lain. Kalau ngitung sitasi manual, lebih baik tidak deh!


Posting Komentar untuk "Catatan Kerja#48 Kenapa Tidak Meneliti Produktivitas dan Dampak Sitasi Penulis SKN? "