20 Tahun Bekerja Sebagai Pustakawan, Haruskah Menjadi Seorang Pakar?
Tahun 2026 ini saya bekerja sebagai pustakawan kurang lebih sudah 20 tahun di institusi plat merah.
Pertanyaanya? Apa yang sudah saya lakukan selama itu dan apakah saya harus menjadi seorang pakar di bidang perpustakaan?
Pertama, terus terang dua pertanyaan itu sebagai evaluasi diri. Apa yang sudah saya lakukan? Saya merasa masih biasa-biasa saja, menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa ada karya yang membumi. Ini yang saya rasakan, tapi tidak menutup kemungkinan nanti saya akan ketemu jawabannya. Sementara ini, masih dalam proses pencarian.
Kedua, menjadi seorang pakar dibidang perpustakaan, misalnya fokus pada spesialisasinya. Lagi-dan lagi, hingga sekarang ini saya masih merasa biasa-biasa saja juga. Tidak ada keahlian yang merujuk pada pakar dibidang perpustakaan. Katakanlah misalnya fokus di manajemen pengetahuan, infometrika, pengembangan koleksi, layanan perpustakaan, teknologi informasi perpustakaan dan lain sebagainya. Tidak ada. Biasa-biasa saja.
Dua pertanyaan itu adalah catatan penting bagi saya, di mana 20 tahun itu bukan waktu yang sebantar. Idealnya, harus ada semacam karya dan inovasi yang fokus ke salah satu yang ditonjolkan.
Saya coba mencari-cari, kira-kira apa? Belum ketemu!!!!
Andaikata nanti ada, pastinya harus ada kriteria-kriteria khusus. Kira-kira apa saja? Misalnya:
- Yang disenangi, biar terasa ringan dan mudah, nikmat menjalaninya.
- Sesuatu hal yang baru (idealnya).
- Bermanfaat (belum terbayang, indikatornya seperti apa).
- Bisa sekaligus menghasilkan pasive income.

Posting Komentar untuk "20 Tahun Bekerja Sebagai Pustakawan, Haruskah Menjadi Seorang Pakar?"