Tunjangan Kinerja (Tukin) PNS Untuk Apa?

Pagi ini saya ingin menulis yang ringan-ringan saja. Biasa tentang dunia PNS khususnya terkait tunjangan kinerja (tukin). Bagi para PNS yang belum dapat semoga cepat bisa memperolehnya ya. Nah, ngomong-ngomong tentang tukin, kira-kira untuk teman-teman PNS untuk apa ya uangnya? Bukan bermaksud kepo loh, cuma nanya iseng aj (he..2).

Kalau saya pribadi, jujur uang tukin saya gunakan buat modal bisnis. Biasalah mumpung ada duit extra, kan lumayan bisa buat nambah perputaran lagi. Saya berprinsip ketika berbisnis sebisa mungkin tidak meminjam ke bank. Saya jalani dengan berproses saja apa adanya. Toh pada dasarnya, asal dimulai dari yang kecil-kecilan, lambat laun juga bisa makin besar, tentu saja kalau itu terus di lakukan dengan sabar dan tetap fokus.

Tukin

Menyoal tukin dalam realitanya ada tiga hal pokok yang saat ini terjadi. Pertama, tidak semua PNS sudah memperoleh tukin. Kedua, konon katanya ada yang masih proses pengajuan. Ketiga, ini yang wajib disyukuri karena tukin sudah bisa dinikmati.

Saya sendiri, alhamdulillah hingga saat ini masih memperoleh tukin kendati saat dua tahun lalu saya ada tugas belajar. Oleh karenanya, saya tidak menyia-siakan kesempatan memperoleh uang tukin ini sebagai modal bisnis yang sedang saya jalani.

Mungkin ada yang bertanya dalam hati, kira-kira bisnis apa yang bisa dimodali dengan uang tukin? Karena tidak sedikit PNS yang merasa bahwa uang tukin justru habis tak berbekas karena kebutuhan ini dan itu. Boro-boro buat modal usaha, lah wong baru cair aja dalam hitungan jam uang itu bagikan air mengalir entah kemana. Rekening bank bagaikan terminal bus hanya sebagai tempat singgah sementara, datang lalu pergi lagi.

Modal Bisnis Uang Tukin 
Sejatinya kalau kita telisik, banyak sekali peluang usaha yang bisa dimodali dengan uang tunjangan kinerja (tukin). Inget lho! Kalau kita ada niat dan berani mengambil resiko. Saat ini kehadiran internet, bisa menjadi alternatif untuk mulai berbisnis tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Kita ambil contoh misalkan tukin dengan grade 7 dengan besaran uang yang diperoleh sekitar Rp.3.000.000 keatas, maka bisa dicoba menyisikan uang satu juta untuk mulai mencoba menggeluti bisnis melalui internet. Keajaiban internet merupakan peluang berbisnis dengan modal minimal dengan mengharapkan untung yang maksimal.

Lalu, kira-kira bisnis apa yang bisa dicoba dengan menggunakan uang tukin dan pemanfaatan internet itu? Banyak kok. Pilihan itu sebenarnya ada pada kita. Misalnya yang bisa dicoba dengan berjualan produk. Untuk langkah awal, kita bisa menjual produk-produk dari orang lain.

Ok..ok. Lantas, kira-kira contoh produknya apa? Banyak. Beberapa contoh misalnya aneka kebutuhan rumah tangga dan fashion.

Kok, contohnya cuma dua itu? Ya, saya merujuk pada statistik perilaku pengguna internet Indonesia 2016 yang dikeluarkan APJII. Dari statistik itu, dikatakan bahwa ada sekitar 29,4 juta yang sudah pernah melakukan belanja online untuk produk-produk kebutuhan rumah tangga. Lalu, ada sekitar 4,7 juta yang sudah pernah melakukan belanja online pakaian.

Nah, dua contoh produk itu, kiranya bisa menjadi inspirasi untuk mulai mencari apa yang sekiranya bisa kita jual dengan modal uang tukin itu. Produk aneka kebutuhan rumah tangga itu banyak. Untuk mencari produk-produk detailnya bisa menggunakan situs marketplace semacam Tokopedia dan Bukalapak. Silahkan kunjungi situs tersebut ya, lalu lihat kategorinya. Misalnya seperti dua gambar dibawah ini:
Contoh kategori produk Tokopedia
Contoh kategori produk Tokopedia

Contoh kategori produk Bukalapak
Contoh kategori produk Bukalapak
Agak mundur ke belakang, di statistik pengguna internet 2014 lebih jelas lagi. Disana tertera beberapa komoditas belanja online yang banyak dibeli oleh pengguna internet. Produk tertinggi yang dibeli adalah busana sebesar 71,6%. Kemudian disusul kosmetik sebesar 20% dan yang ketiga gadget sebesar 17,1%.
Hasil Survey APJII 2014
PUSKAKOM UI & APJII (2014)
Yah walaupun pada 2016 ada yang berubah, belanja online yang pernah dilakukan memang paling tinggi adalah pada pembelian tiket bukan busana seperti pada 2014. Naik turun sudah menjadi hal yang biasa. Paling tidak ini merupakan peluang baik yang mesti diraih untuk berbisnis. Adapun hasil surveynya sebagai berikut:
Hasil Survey APJII 2016
APJII (2016)
Disisi lain, berdasarkan hasil survey APJII 2016 terkait perilaku pengguna internet di Indonesia, bahwa konten komersial yang sering dikunjungi oleh para pengguna adalah toko online sekitar 82,2 juta (62%).
Hasil survey APJII
APJII (2016)
Lalu berapa persen internet diketahui sebagai tempat jual beli barang dan jasa? Cukup mencengangkan, yakni sebesar 98,6% atau 130,8 juta. Bukankah fenomena tersebut merupakan peluang berbisnis online? Lihat gambar dibawah ini:
Hasil survey APJII 2016
APJII (2016)
Nah, merujuk dari semua hasil penelitian tersebut, kiranya para PNS yang ingin mempunyai penghasilan tambahan dapat manfaatkan sebagai dasar untuk mulai memilih usaha dari uang tukin.

Nah, kalau sudah demikian, adakah PNS yang sudah memperoleh tukin dan ingin menambah penghasilan tambahan lantas uang tukin tersebut dimanfaatkan untuk modal berbisnis? Saya yakin banyak. Bagi yang belum, saya kira harus mulai bangun dari tidur lelapnya selama ini kecuali kalau memang gak butuh uang!

Salam,
Pustakawan Blogger

3 komentar untuk "Tunjangan Kinerja (Tukin) PNS Untuk Apa? "

  1. Mungkin sampeyan belum memiliki anak, atau belum merasakan menguilahkan anak, ya mas? Biaya kuliah anak, ada yg besarannya justru melebihi besaran tukin (TPP) yang diterima. Hehehe ...

    BalasHapus
  2. Mungkin sampeyan belum memiliki anak, atau mungkin belum merasakan menguliahkan anak, ya, mas? Biaya kuliah anak justru lebih besar dari pada tukin (TPP) yang diterima. Hehehe ....

    BalasHapus
  3. Lisi D: Ya, belum bu. Masih kecil-kecil. Makanya saya perlu persiapan jauh-jauh hari nih. Makasih bu Lisi uda berkunjung.

    BalasHapus