Emas, Tujuan dan Kesabaran
Enam tahun lalu saya menulis terkait investasi antara sawah dan emas.
Saat itu, saya lebih memilih membeli emas.
Lah, emang kenapa dengan sawah? Ribet.
Itu saja sih sebenarnya.
Nah, pernah beli emas sekitar 10 jutaan. Setahun kemudian di jual lagi. Rugi satu juta.
Saat itu, saya berpikir beli emas ternyata rugi juga. Jadi, saya gak mau beli emas lagi.
Seiring berjalannya waktu, pikiran saya berubah lagi.
Kenapa? Karena ada kesalahan cara berpikir saya terkait emas.
Makanya tahun 2026, saya coba mulai beli emas lagi.
Konon katanya beli emas itu bukan investasi, tapi lebih untuk menjaga aset.
Balik lagi terkait emas. Kenapa saya balik lagi beli emas?
Ok-lah, saya setuju dengan membeli emas itu lebih ke menjaga aset.
Kesalahan saya adalah ketika membeli emas terlalu cepat menjual kembali.
Konon harusnya minimal 5 tahun. Itu minimal.
Ok, belajar dari masa lalu dan proses.
Sekarang saya beli emas dengan sebuah tujuan, bukan sekedar menjaga aset belaka, tapi ada tujuan lain.
Misalnya untuk biaya pendidikan anak.
Satu hal, perlu kesabaran.
Pamulang, 6 Juni 2026.

Posting Komentar untuk "Emas, Tujuan dan Kesabaran"