Cara Saya Membuat atau Menulis Artikel di Blog

Advertisement
Saya mempunyai cara tersendiri dalam membuat atau menulis artikel di blog. Kurang lebih ada tiga syarat yang wajib dan selalu saya jadi patokan. Pertama, artikel yang saya buat harus bermanfaat bagi pembaca. Kedua, berdasarkan sumber primer atau sekunder yang terpercaya. Ketiga, berdasarkan pengalaman hidup atau dari hasil membaca dengan gaya bahasa yang sederhana sehingga bisa dimengerti oleh pembaca.

Cara Saya Membuat atau Menulis Artikel di BlogUntuk tips atau proses ketika membuat sebuah artikelnya tentu saja tiap orang akan berbeda-beda. Bagi saya pribadi ada lima hal yang biasa saya lakukan. Berikut tahapannya:

Menentukan Tema Artikel
Sebelum menulis artikel di blog, hal pertama yang saya pikirkan adalah tema artikel apa yang akan saya tulis. Biasanya tema menulis saya dapatkan dari kondisi lingkungan sekitar, peristiwa sehari-hari, pengalaman hidup, mengingat masa lalu, dari membaca berbagai bahan bacaan, mendengarkan, atau bahkan melamun (he..2), maksudnya berkhayal.

Menentukan Jenis Artikel
Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis artikel apa yang akan saya tulis. Jenis artikel ini penting  untuk metode saya dalam mengembangkan pokok-pokok artikel yang akan dibahas. Sebagai contoh ketika saya ingin membahas tentang batu bacan, maka selanjutnya akan saya buat kerangka bagian-bagian pentingnya. Misalnya dari batu bacan akan saya buat kerangka turunan meliputi asal-usul atau sejarah, ciri-cirinya, jenis dan harganya. Metode tersebut saya sebut sebagai motede deskriptif yakni, menggambarkan informasi apa adanya. Bisa juga dengan konsep jenis artikel perbandingan misalnya kelebihan dan kekurangan batu bacan dengan batu kalimaya, atau juga bisa menggunakan metode tutorial misal tips membedakan batu bacan asli dan batu bacan palsu dan seterusnya. Jadi dari satu tema itu akan berkembang sesuai dengan konsep pembahasan apa yang akan saya pakai. Tentu saja merujuk pada jenis artikel yang akan digunakan. Agar lebih jelas berikut contoh skemanya:

Metode Deskriptif
Metode Perbandingan
  • Kelebihan dan kekurangan batu bacan dengan batu kalimaya
Metode Tutorial
  • Tips membedakan batu bacan asli dan palsu
Selain ketiga metode diatas, bisa juga dengan memilih jenis artikel yang bersifat opini, referensi, pengumuman dan lain sebagainya. Metode itu saya pakai bukan berdasarkan teori dalam kepenulisan Bahasa Indonesia. Namun, hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja. Seperti kita tahu dalam teori kepenulisan terdapat jenis-jenis artikel seperti Eksploratif, Eksplanatif, Deskriptif, Prediktif, dan Persuasive.

Membaca Buku dan Referensi Lainnya
Setelah menentukan jenis artikel, maka langkah selanjutnya adalah membaca buku atau referensi lainya yang berkaitan dengan tema artikel yang akan saya dibahas. Jika di buku tidak tersedia, maka akan saya cari melalui sumber referensi seperti kamus, ensiklopedi, glosari, annual book, internet dan lainya. Pendek kata semua referensi yang sumbernya dapat dipertanggungjawabkan.

Saya juga selalu menekankan pencarian informasi harus selalu berdasarkan pada sumber primer atau sekunder yang dapat dipercaya. Apa itu sumber primer dan sekunder? Sumber primer adalah sumber yang langsung berasal dari pembuatnya. Misalnya ketika saya mencari informasi presiden Indonesia, maka sumber primer yang harus saya kunjungi adalah situs www.presidenri.go.id. Sedangkan sumber sekundernya adalah web-web lain yang terpercaya.

Contoh lainya misalnya ketika saya akan menulis sebuah smartphone dengan merk Samsung, maka situs Samsung aslinya yang harus saya baca. Adapun sumber sekundernya adalah membaca melalui web-web lainya yang membahas khusus tentang Samsung itu dengan catatan website tersebut  dapat terpercaya.

Merangkai Kata
Tema dan jenis artikel sudah ditentukan. Lantas saya mulai mencari sumber-sumber informasinya melalui buku atau referensi lainya. Setelah itu baru tahap inti yaitu mulai merangkai kata, kalimat sehingga menjadi sebuah paragraf. Pada tahap ini perlu konsentrasi dan waktu yang khusus misal pagi hari setelah sholat shubuh atau malam hari. Namun demikian, bisa juga menulis apa adanya pada hari itu juga tanpa melihat waktu khusus yang telah saya tentukan. Ketika menulis tidak harus selesai pada hari itu juga. Seringkali saya draf untuk kemudian dilanjutkan esok harinya.

Tentukan Judul
Menentukan judul artikel biasanya tidak selalu kulakukan ketika tema tulisan telah ditemukan. Seringkali saya menulis terlebih dahulu artikelnya untuk kemudian baru menentukan judulnya. 

Baca dan Edit
Membaca lagi tulisan yang sudah saya buat sembari mengedit bila ada kesalahan huruf, angka dan ejaan. Selain itu juga menambahkan atau mengurangi kalimat yang dianggap perlu. Pendek kata menyempurnakan tata bahasa artikel sehingga enak dibaca dan pesan yang disampaikan kepada pembaca dapat dimengerti.

Publish
Setelah dirasa yakin, maka artikel yang sudah saya tulis itu baru di publish.

Kira-kira seperti itulah cara saya membuat atau menulis artikel khusus untuk diblog.  Tentunya akan sangat berbeda ketika saya menulis untuk sebuah buku yang akan dicetak penerbit. Pada postingan selanjutnya, Insya Allah akan saya tulis mengenai pengalaman saya tentang tips cara saya menulis buku bertemakan komputer.

Salam blogger pustakawan

Advertisement

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Saya Membuat atau Menulis Artikel di Blog"