Beli Rumah Kedua Dianggap Investasi!
Kesalahan cara berpikir saya adalah ketika membeli rumah kedua secara kredit dianggap investasi.
Ya, jadi saya membeli rumah kedua setelah rumah pertama lunas.
Saat itu, saya berpikir membeli rumah kedua sebagai jalan menabung atau investasi.
Nyatanya, jika ditinjau dari literasi keuangan, jelas itu tak efektif.
Nasi sudah menjadi bubur, tak perlu menyesal berkepanjangan. Saatnya mulai menyelesaikan dengan penuh perencanaan.
Ada beberapa skema yang ini saya coba terapkan.
Pertama, dengan mengontrakan rumahnya karena sampai saat ini masih kosong.
Sebelum mengontrakan rumah, tentu harus mempunyai biaya operasional untuk renovasi atau membangun beberapa ruang yang masih belum sempurna. Misalnya saja area dapur.
Kedua, dengan membayar pokoknya secara bertahap dengan besaran tertentu agar cicilannya mengecil. Ini juga perlu biaya extra pastinya.
Ketiga, dengan take over ke orang lain. Permasalahannya apakah ada yang mau dan bisa cepat? Tentu ini masih butuh proses.
Skema pertama dan kedua, memerlukan biaya extra. Nah, dari mana biaya extranya? Rencana saya jual rumah pertama: Griya Abdi Karya (ini juga perlu proses).
Semoga semua dipermudah. Literasi keuangan itu penting. Salah mindset bisa menuju salah ambil keputusan. Ini pembelajaran buat saya.
Kalau teman-teman gimana? Ada pengalaman yang sama?

Posting Komentar untuk "Beli Rumah Kedua Dianggap Investasi! "