Kedepankan Akhlak, Stop Bullying!

Advertisement
Perasaan saya sudah lama gak posting, sejak sebelum lebaran hingga sekarang sudah lewat lebaran. Maklum, menjelang final kuliah ini, fokus saya saat ini adalah menulis tesis.

Oh iya, sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H untuk kawan-kawan yang sudah membaca di blogku. Mohon maaf bila ada salah khususnya apabila dalam tulisan saya ini ada yang menyinggung atau bikin sakit hati pembaca baik yang disengaja atau tidak sengaja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan hingga tak terasa tahun berganti tahun dan sekarang saya sudah melewati lagi Hari Raya Idul Fitri kembali. Tahun lalu, moment idul fitri tema instrospeksi saya adalah tentang rasa syukur dan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga sampai sekarang saya terus bisa mempraktekannya (Baca: Selamat Idul Fitri 1437 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin).

Berbeda dengan moment Idul Fitri kali ini. Saya ingin menyoroti persoalan bullying. Setahu saya istilah bullying mulai mencuat setelah era internet dan media sosial seperti Facebook membumi seperti sekarang ini.

Kalau dicermati istilah bullying yang dianggap sebagai tindakan penindasan, perbuatan sewenang-wenang, menghina, mengolok-olok, meremehkan orang lain dan sejenisya, itu pada dasarnya sudah terjadi ketika saya kecil, era dimana belum adanya jaringan internet. Bahkan, bisa dikatakan bullying pertama terjadi itu ketika peristiwa Iblis yang disuruh sujud oleh Tuhan kepada Nabi Adam, namun menolaknya dengan mengkedepankan rasa sombong. Nabi Adam yang diciptakan dari unsur tanah, dianggap remeh oleh Iblis yang diciptakan dari unsur Api.

Kedepankan Akhlak, Stop Bullying!

Bullying pada saat saya kecil seringkali terjadi misalnya teman-teman kecil yang mengolok-olok kekurangan pada diri kita. Pengalaman saya dulu misalnya ketika saya tidak bisa mengucapkan huruf "R" dengan benar, maka sejak saat itu teman-teman saya sering melontarkan kata pelo. Mungkin teman-teman dulu juga pernah mengalami seperti saya dengan hinaan dan olok-olok yang berbeda jenisnya. Hanya saja, memang jika dibandingkan dengan bullying pada saat ini adalah lebih masif, luas dan cepat. Berbeda dengan dulu yang sifatnya hanya lokal dan yang tahu hanya orang dilingkungan sekitar kita. Namun demikian, intinya sama saja bullying adalah perbuatan yang benar-benar dilarang oleh agama saya, yakni ISLAM.

Bullying saat ini menjadi populer dan telah menjelma bagaikan monster di era internet, smartphone murah dan aplikasi media sosial. Semua itu mengercut pada masyarakat virtual tanpa identitas dan bebas untuk mengungkapkan tanpa beban, tanpa etika, bahkan seringkali menghilangkan sisi perikemanusiaan. Contoh  yang paling mudah adalah di salah satu media jejaring sosial seperti Facebook, hampir setiap hari mungkin kita sering melihat, berseliweran status atau link-link tulisan yang penuh kebencian, caci maki, fitnah, dan sejenisnya. Oleh karena itu, bullying menjadi sorotan serius karena dampak dari bullying di era sekarang ini bukanlah perkara main-main bahkan hingga ada yang berujung pada sifat putus asa yang menyebabkan pendek akal misalnya bunuh diri. Contoh kasus-kasus bullying yang fenomenal saya kira tidak perlu disebutkan disini, cukup tahu sama satu saja.

Fenomena bullying menjadi lahan berkontemplasi diri saya untuk moment Idul Fitri ini. Bagi yang pernah jadi korban bullying hendaklah bersabar, semua itu pasti ada hikmahnya. Bagi yang saat ini sering melakukan bullying baik secara sadar maupun tidak, yuk kita mulai memposisikan diri menjadi si korban. Berempatilah dan rasakan apabila itu terjadi pada diri kita. Manusia banyak kekurangannya, tempatnya khilaf dan salah, karena sejatinya yang sempurna itu hanyalah sang pencipta Allah, SWT. Bullying adalah perbuatan yang sudah dilarang oleh agama saya yaitu ISLAM karena bagaimanapun itu menyangkut persoalan akhlak. Akhlak terhadap hubungan antar manusia yang tercipta dengan baik. Oleh karena itu, sebagai pengingat dan nasihat pribadi saya sendiri sekaligus ajakan untuk teman-teman semua, yuk mari kedepankan akhlak, stop bullying! Apapun itu bentuknya.....

Salam,
Pustakwaan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kedepankan Akhlak, Stop Bullying!"