Kenapa Saya Masih Bertahan Ngeblog Selama 15 Tahun?

Sejarah panjang aktivitas saya ngeblog dimulai pada 2007. Berkali-kali saya ceritakan, pada awalnya tertarik hanya karena ingin mendapatkan dolar. 

Tiga tahun ngeblog, dolar tak kunjung datang. Pada akhirnya bisa pecah telur atas nasihat teman kost dulu di Jogja. Bahagia banget kala itu.

Myu

Seiring berjalannya waktu, kini tak terasa sudah 15 tahun dan Alhamdulillah sampai sekarang masih ngeblog kendati konon katanya sekarang era vlog. Selama berproses itu, tentu saja tujuannya pun berubah. Bukan hanya sekadar materi (fulus) semata. 

Lalu, apa manfaat yang saya rasakan selama ngeblog ini selain memperoleh fulus?

Pengetahuan Baru
Jujur, saya mendapatkan pengetahuan baru setiap akan menulis. Pada akhirnya, saya merasa bodoh karena ternyata banyak yang belum saya ketahui di dunia ini. Ada rasa penasaran, ingin rasanya mengeksplore lebih dalam lagi. Terlebih, jika temanya memang saya sukai. Pengetahuan merupakan salah satu amunisi dalam membentuk mindset/pola pikir seseorang.

Pertemanan
Entah sudah berapa kali saya mendapatkan teman baru dari proses ngeblog ini. Dari sekadar berkunjung (blog walking) hingga berlanjut ke dunia nyata. Saling berbagi, berkolaborasi, kendati hanya berupa ide/gagasan. 

Buku
Menyoal buku, saya anggap ini adalah bonus. Kenapa? Karena dari enam buku yang sudah saya terbitkan (2009-2022), tiga diantaranya berasal dari blog. Layaknya main puzzle, saya hanya merangkai arsip tulisan menjadi satu tema yang utuh. Buku yang saya terbitkan dari proses ngeblog ini, sejatinya tujuan utamanya bukan untuk uang semata melainkan sebagai upaya dokumentasi pengetahuan dengan format yang berbeda (ebook) agar lebih terstruktur sehingga mudah didesiminasikan, bahkan saya bagikan gratis untuk versi ebooknya. Harapan saya semoga bermanfaat untuk pembaca.

Selain tiga di atas, masih banyak manfaat lain dari proses ngeblog ini seperti media untuk latihan menulis, personal branding, dan repositori pribadi. Satu hal pasti, semuanya berjalan berkelindan menjadi kisah cerita yang tak terlupakan. 

Kenapa Masih Bisa Bertahan?

Dari semua itu, ada satu hal yang pernah ditanyakan oleh seorang teman. Kenapa saya bisa bertahan ngeblog hingga 15 tahun? Karena kalau saya ceritakan kisah suka dan dukanya, pasti panjang banget. 

Saya coba analisis dan ada kemungkinan saya bertahan karena pertama, ngeblog yang khusus berburu dolar hanya sekadar mencari penghasilan sampingan belaka, bukan yang utama karena kalau yang utama sepertinya nanti bisa terhenti. Ada banyak proses yang menyedihkan misalnya akun Adsense dibanned, traffic jeblok, dan lain sebagainya. Jadi, karena hanya untuk mencari penghasilan sampingan, maka ketika dalam beberapa bulan tidak menghasilkan, itu tak membuat saya menjadi oleng.  

Kedua, hobi menulis. Mungkin karena kesukaan saya menulis. Jadi, masih tetap berlanjut hingga sekrang kendati katakanlah seburuk-buruknya tidak ada yang mengapresiasi, tidak ada yang membaca, tapi saya tak peduli (Baca: Ngapain Nulis Kalau Gak Ada Yang Baca!

Ketiga, kebahagiaan berbagi cerita melalui tulisan. Menulis bebas apa adanya. Pada tahap ini, prosesnya juga mengalami pergeseran. Kebermanfaatan mulai diperhatikan. Rujukannya adalah untuk menebar kebaikan. Itu tersirat jelas dalam Alquran dan Hadist. Sebagai muslim, landasan saya harus dua itu. Wajib! (Terkait hal ini silakan baca disini). 

Mungkin itu yang membuat saya masih terus bertahan ngeblog selama 15 tahun. Selamat Hari Bloger Nasional/Hari Narablog Nasional. Semoga saya terus bisa menulis.

Salam,
Murad Maulana

Posting Komentar untuk "Kenapa Saya Masih Bertahan Ngeblog Selama 15 Tahun?"