Pelatihan Menulis Artikel (Opini) Bulan Bahasa di SMA Negeri 2 Indramayu

Advertisement
Seminggu yang lalu, saya diundang oleh komunitas sastra SMA Negeri 2 Indramayu untuk menjadi narasumber guna memperingati bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober, sekaligus peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Undangan ini juga terkait dunia literasi, khususnya aktivitas menulis.

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Awalnya, tema yang saya bawakan adalah terkait dunia menulis di blog, tapi saya kaitkan dengan dunia jurnalisme. Lalu, saya putuskan tentang citizen journalism (jurnalisme warga). Sementara itu, selain saya, konon katanya nanti ada lagi narasumber dari pihak wartawan khusus membahas dunia jurnalistik. Namun, setelah satu minggu, salah satu panitia menghubungi saya kembali untuk sedikit mengerucutkan pelatihan menulis terkait agar siswa menulis artikel (opini). Minimal nanti, para siswa bisa mengirimkan tulisan artikel tersebut ke salah satu media internal yang diterbitkan sekolah tersebut. Sayangnya, narasumber berasal dari wartawan tidak bisa hadir karena kesibukan.

Kalau boleh jujur, awalnya saya sedikit ragu karena jelas sekali ini adalah sebuah tantangan berat. Mengapa? Pertama, dalam menulis itu memang saya selalu tekankan pada tiga hal, yakni bukan bakat, menepis mental block dan rajin latihan. Tapi, untuk memulai itu jelas sekali akan berkaitan dengan minat. Inilah yang akan menjadi tantangan sendiri karena untuk memancing minat itu yang harus dikejar. Bagi siswa yang baru pertama kali mengikuti pelatihan menulis, lalu langsung disodorkan dengan menulis artikel (opini), memang agak berat karena mereka harus berpikir kritis, berpikir logis, dan mampu menganlisis suatu permasalahan serta tawaran solusinya. Akan berbeda apabila diawali dengan menulis bebas misalnya.

Kedua, tantangan berat ini adalah menulis itu proses. Tidak bisa sekonyong-konyong akan langsung mampu. Jangankan langsung bisa, agar senang dalam dunia menulis itu biasanya perlu waktu juga.  Perlu konsistensi dan latihan secara teratur. Bisa jadi, misalnya hari ini ikut pelatihan menulis. Lalu, 3 tahun kemudian baru tergerak untuk mulai menulis. Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan dari gurunya agar selalu memotivasi para siswanya untuk mulai mau menulis. Motivasi ini sangat penting karena sebagai amunisi mereka agar selalu semangat, bergerak untuk mau menulis.

Atas dua tantangan berat itu, baiklah saya tidak boleh mundur. Sebagai bentuk tangung jawab saya, akhirnya saya tegaskan diakhir acara setelah praktik atau latihan menulis, saya mempersilahkan siswa agar tetap berhubungan dengan saya via email atau WhatsApp terkait menulis artikel ini. Kendati acara sudah selesai, saya mengharapkan tetap adanya jalinan komunikasi sebagai bahan diskusi terkait bahan tulisan yang akan dikirim di media sekolah tersebut.

Menulis di media mainstream dan blog itu jelas berbeda. Blog yang cenderung lebih bebas, tanpa ada editorial itu akan lebih mudah. Belum lagi bahan yang ditulis. Blog lebih cenderung apa adanya tanpa harus memikirkan ini dan itu. Jadi, jelas sekali untuk menarik minat pertama kali menulis sejatinya blog lebih tepat. Tinggal diberitahu terkait menulis yang harus penuh kehati-hatian, dalam arti tidak bersinggungan dengan UU ITE.

Ok, itu sekilas informasi terkait beban berat dan saran saya pribadi (he...he..). Walau berat, tapi tetap harus optimis. Kembali terkait undangan pelatihan tersebut. Jadi, tema yang diusung adalah Menggali Potensi Bahasa Melalui Jurnalistik. 

Bagi saya dunia kejurnalistikan, bukanlah suatu hal yang baru kendati saya seorang pustakawan blogger. Saat menjadi mahasiswa dulu saya pernah mendapatkan pelatihan dari kampus, ditambah juga pernah menjadi pemimpin redaksi media skala kampus di koperasi mahasiswa. Artinya secara praktik saya sudah pernah melakukan dunia kejurnalistikan. Walaupun untuk sekarang saya sering berkecimpung di dunia blogger. Selain itu, beberapa kali juga saya pernah mengirimkan artikel (opini) ke media mainstream. Dari sedikit pengalaman ini, saya ingin berbagi pengetahuan dengan siswa SMA Negeri 2 Indramayu khususnya bagaimana menulis artikel (opini). Harapan dari berbagi pengetahuan ini, seperti yang telah diungkap diawal, semoga para siswa ini minimal bisa mengirimkan tulisannya ke media internal sekolah. Judul dari pelatihan ini adalah Mudah Menulis Artikel (Opini). 

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Hidup Itu

Tak bisa dipungkiri, dalam kehidupan itu pastinya akan memerlukan komunikasi antar sesama manusia. Bahkan, bayi yang baru lahir saja akan berkomunikasi walau dengan cara menangis. Begitu juga anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua semuanya melakukan komunikasi. Dalam berkomunikasi lazimnya adalah menggunakan simbol seperti halnya bahasa. Ketika seseorang berkomunikasi menggunakan bahasa, maka disana ada sebuah pesan, ada makna yang harus ditafsirkan oleh si penerima pesan (komunikan). Bahasa begitu sangat penting karena sebagai alat berkomunikasi. Ada banyak bahasa di dunia. Namun, yang menjadi bahasa internasional adalah bahasa Inggris. Di Indonesia sendiri, terdapat  652 ragam bahasa daerah. Beruntungya kita mempunyai bahasa persatuan, yakni Indonesia. Sehingga antar suku bisa saling berkomunikasi dengan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Baca Juga: Bahasa, Identitas, Kerinduan

Bahasa

Ngomong-ngomong tentang bahasa, maka umumnya kita akan mengenal dua hal yaitu bahasa lisan dan tulis. Ada juga bahasa isyarat yang digunakan oleh khusus orang-orang tertentu. Bahasa lisan sering kali dimanfaatkan dalam berkomunikasi sehari-hari. Berbeda dengan bahasa tulis  yang notabene masih dari jauh harapan. Maksudnya adalah kondisi di negera kita yang masih rendah budaya tulis dibanding lisan. Bahkan, minat menulis lebih rendah dari minat baca. Sementara itu, bagaimana mau menulis, lha wong minat baca saja masih rendah juga. Padahal, antara menulis dan membaca itu saling berkaitan. Tujuh tahun yang lalu, Kepala Balai Bahasa Bandung , Abdul Khak  pernah mengatakan bahwa tradisi menulis di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan tradisi membaca di kalangan generasi muda. Hal itu terjadi salah satunya karena rendahnya minat baca. Sementara itu, hasil studi Most Littered Nation In the World 2016, dikatakan bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Oleh karena itu, dibulan bahasa ini, acara bertajuk literasi yang digagas komunitas sastra smanda patut diapresiasi. Bahkan, hingga ada banyak lomba-lomba literasi seperti menulis cerpen, menulis puisi, menulis esai, berpidato, dan pelatihan kejurnalistikan. Semoga kegiatan semacam ini bisa dilakukan setiap tahun.

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Jenis Tulisan

Secara sederhana, kurang lebih ada beberapa jenis tulisan yang dikenal, yakni fiksi dan non fiksi. Lalu populer dan ilmiah. Ada juga yang bersifat gabungan seperti populer ilmiah, contohnya menulis artikel opini yang sekarang ini. Tulisan dengan bahasa ilmiah seperti karya tulis ilmiah di jurnal, skripsi, laporan penelitian siswa, dan lain-lain. Sedangkan tulisan populer misalnya di blog, buku-buku fiksi.

Media Tulisan

Era sekarang media tulisan begitu beragam. Perkembangan teknologi informasi tentu menjadi penyebab hal itu bisa terjadi. Secara garis besar ada dua jenis media tulisan. Pertama media cetak dan kedua media elektronik atau digital. Kehadiran media digital tentu saja mempengaruhi terhadap media cetak. Banyak surat kabar yang mengurangi oplahnya, bahkan ada pula yang gulung tikar.

Jenis Media

Ada dua jenis media yang dikenal saat ini. Pertama, media mainstream atau media saluran utama seperti Kompas, Republika, Detik, dll. Media mainstream biasanya diatur oleh UU seperti UU Pers No.40 Tahun 1990. Untuk yang digital, biasanya juga ada pedoman media siber. Penulis berita seperti wartawan juga diatur dalam kode etik jurnalistik. Kedua, media alternatif seperti blog, situs jejaring sosial, dll. Saat ini, sering kali justru media alternatif sangat berpengaruh terhadap pembentukan opini masyarakat. Tak jarang, sekarang banyak sekali berita hoax yang berseliweran misalnya di grup seperti Facebook, WhatsApp dan sejenisnya hanya sekedar untuk mempengaruhi masyarakat.

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Tulisan Jurnalistik

Berbicara tentang jurnalistik, maka hakikatnya ada tiga buah jenis konten yaitu berita, iklan dan tulisan baik fiksi/non fiksi. Untuk non fiksi seperti artikel opini. Sementara untuk fiksi misal cerpen dan puisi. Dalam dunia jurnalistik terdapat beberapa jenis tulisan dengan nama rubrik tersendiri. Nah, beberapa media menamai dengan nama rubrik yang berbeda-beda. Jenis tulisan tersebut diantaranya mulai dari tajuk rencana, surat pembaca, opini, feature, kolom, esai, resensi buku, puisi, cerpen, dll. Untuk masing-masing pengertiannya, bisa dibaca di buku BSE pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII misalnya disini:
BSE:  Bahasa Indonesia: Ekpresi Diri dan Akademik

Kenapa Menulis?

Sebelum kita melakukan aktivitas menulis, baik menulis di media cetak ataupun digital, maka satu hal yang harus diperhatikan adalah alasan kenapa kita harus menulis. Di beberapa pelatihan menulis, saya selalu mempunyai alasan kuat kenapa individu harus menulis. Hal itu penting sebagai dasar agar terus semangat menulis. Oleh karenanya, saya selalu berangkat dari sebuah pertanyaan kenapa harus menulis? Ada beberapa point penting kenapa sejatinya kita harus menulis. Hingga sekarang saya mendasarkan diri pada beberapa hal yaitu iqra & qalam, amal jariyah, manusia bermanfaat, manusia pelupa, dan menjaga peradaban. Semua itu bisa dibaca disini:
Baca Juga: Menulis Untuk Perubahan

Manfaat Menulis

Tidak hanya terkait alasan kenapa harus menulis. Tentunya agar motivasi menulis tetap terjaga, maka harus diketahui apa sih manfaat dari menulis itu sendiri. Manfaatnya antara lain bisa ditinjau dari beberapa perspektif diantaranya aspek kesehatan, pendidikan, agama, sosial, ekonomi dan politik. Semuanya itu bisa dibaca disini:
Baca Juga: Workshop Menulis Kreatif Zaman Now di Perpustakaan Umum Indramayu

Bisa Menulis Itu

Tiga hal yang perlu diperhatikan adalah untuk bisa menulis itu pertama, bukan karena bakat. kedua, hilangkan mental block bersifat negatif seperti "saya bisa nulis gak ya", "saya gak ada bakat menulis," " jangan-jangan tulisan saya jelek," dan sejenisnya. Ketiga, latihan secara teratur. Ini yang paling penting. Tanpa latihan, sehebat apapun mentornya, maka akan sia-sia.


Ketika Menulis Artikel (Opini)

Kembali lagi tentang  artikel. Di pelatihan ini adalah artikel yang saya khususkan pada opini. Definisi opini dalam KBBI adalah pendapat, pikiran, atau pendirian. Nah artikel opini kurang lebih adalah membuat tulisan populer ilmiah berdasarkan pendapat si penulis. Tentunya pendapat itu dikemukakan dengan alasan yang logis, berdasar pada data dan fakta. Ketika akan menulis opini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu banyak-banyaklah membaca baik tekstual maupun kontekstual. Perhatikan jenis medianya. Kalau media internal sekolah, misal lihat syarat-syarat penerimaan tulisan. Media sekolah dengan surat kabar lokal pastinya berbeda. Ketiga, ide bisa dari hari penting atau peristiwa-peristiwa yang terjadi baik di dunia maupun di Indonesia. Keempat, latihan secara konsisten.

3 Langkah Praktis

Untuk memudahkan dalam membuat artikel opini itu, maka bisa dilihat dari 3 langkah praktis, yakni melihat dari sisi pembukaan, isi dan penutup. Pembuka biasanya dibuat berdasarkan pokok masalah. Isi terkait uraian data, fakta, contoh kasus, pikiran pendukung, bahkan hingga uraian tawaran solusinya. Penutup biasnya berisi harapan, keinginan si penulis itu sendiri.

Outline Artikel (Opini)

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah membuat outline artikel agar lebih mudah dan fokus ketika proses menulisnya. Contohnya sebagai berikut:
Outline Artikel (Opini)
Outline Artikel (Opini)
Setelah membuat outline artikel, baru kemudian bisa mengembangkan tulisannya mulai dari pembuka, isi, dan penutup.

Membuat Judul

Kenapa saya menempatkan dalam membuat judul itu terakhir? Karena judul bersifat fleksibel. Triknya adalah buatlah 3-4 kata untuk judul yang menarik. Lalu, buatlah daftar pilihannya. Contohnya sebagai berikut:
  • Budaya Kritis Siswa
  • Pentingya Berpikir Kritis
  • Kritis Dalam Informasi
  • Ajarkan Siswa Berpikir Kritis
  • Berpikir Kritis di Era Informasi 
  • Kritis Sebelum Bertindak

Situs Penting

Satu hal lagi, jangan lupa selalu cek istilah-istilah penting di KBBI Daring. Silahkan kunjungi situsnya di http://www.kbbi.kemdikbud.go.id. 

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Pelatihan Menulis Bulan Bahasa di SMANDA

Bagi adik-adik siswa semuanya, pesan saya adalah jangan lupa latihan, latihan, dan latihan karena itu yang paling penting. Tanpa latihan,  semua itu akan sia-sia. Baca juga contoh-contoh artikel opini yang lain. Selamat berlatih menulis.

Slide Presentasi bisa dibaca disini:


Salam,
Pustakawan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pelatihan Menulis Artikel (Opini) Bulan Bahasa di SMA Negeri 2 Indramayu "