30 Jenis Makanan Khas Indramayu

Mungkin bagi sebagian orang yang pernah mengunjungi Kabupaten Indramayu pastinya sudah pernah mencoba dengan buah mangga. Ya, itulah salah satu makanan khas Indramayu yang sudah melegenda. Selain mangga, ada juga aneka macam kerupuk dan terasi. Dua jenis makanan itulah yang selalu saya bawa buat oleh-oleh temanku, baik ketika masih jadi anak kos di Yogyakarta ataupun sekarang ini yang telah lama bekerja di Jakarta. Jika ditelusuri, Indramayu itu tenyata mempunyai jenis makanan khas yang saya yakin masih banyak teman-taman yang belum mencobanya. Oleh karena itu, sebagai informasi buat anda semua yang belum atau akan berkunjung ke Indramayu, jangan lupa mencoba 30 jenis makanan khas Indramayu dibawah ini.
30 Jenis Makanan Khas Indramayu
Perlu diketahui, semua jenis makanan yang saya uraikan dibawah ini adalah jenis makanan yang sudah pernah saya liat atau makan sendiri baik sejak kecil, remaja hingga sekarang ini. Berikut daftar makanannya:

30 Jenis Makanan Khas Kabupaten Indramayu
1. Buah Mangga
Surganya tanaman mangga adalah di tempat asalku Indramayu. Orang tua saya selain menjadi petani padi juga berkebun pohon mangga. Menurut beberapa temanku yang berasal dari luar kota, rasa buah mangga Indramayu dengan buah mangga dari daerah lain akan berbeda. Katanya jauh lebih manis dan nikmat buah mangga yang berasal dari Indramayu. Jika teman-teman pernah melewati jalur pantura, maka di pinggir-pinggir jalan akan tersedia orang-orang yang berjualan buah mangga. Mangga yang terkenal lebih enak misalnya buah mangga manalagi atau harum manis, gedong dan cengkir.

2. Dodol Mangga
Selain buah mangga, banyak orang Indramayu juga memproduksi makanan dodol mangga sehingga lebih tahan lama berminggu-minggu. Jikalau banyak waktu biasanya emaku juga sering membuat dodol mangga. Emaku membuat dengan campuran gula merah dan agar-agar. Dodol mangga juga banyak di jual di pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Indramayu. Membuat dodol mangga benar-benar memerlukan kesabaran karena ketika membuatnya dalam waktu yang lumayan lama. Saya menyaksikan sendiri bagaimana melihat emaku membuatnya diatas pawon dengan kayu bakar sampai berjam-jam.

3. Nasi Lengko
Saya mengenal nasi lengko ini ketika masih SD bahkan hingga sekarang. Sebutan umum nasi lengko adalah sega lengko. Saat itu, kantin di sekolahku banyak ibu-ibu yang menjual nasi lengko. Menunya cukup sederhana biasanya nasi yang ditaburi dengan toge yang direbus air panas, irisan tempe dan tahu, irisan timun, sledri, kecap, kerupuk, bawang goreng dan sambal kacang. Terkadang ada juga yang di taburi dengan irisan telur dadar. 

4. Rumbah / Tumbuk / Lotek
Rumbah atau saya menyebutnya dengan nama tumbuk. Bahan-bahan rumbah biasanya sudah direbus seperti kangkung, kacang panjang, timun suri dan toge yang dilumuri dengan sambal kacang. Untuk menambah kenikmatan perlu juga di tambah lontong, gorengan cireng dan kerupuk. Kadang-kadang juga di campur dengan sambal kelapa dan mie. Jenis rumah ini banyak macamnya ada rumbah semanggen yang banyak tumbuh di sawah, ada juga tumbuk daun turi, kemudian rumbah kenjer. Saya sering membeli rumbah ini ketika madrasah. Saya memakannya dengan daun pisang yang dipincuk. Tidak jarang pula saya memakan rumbah sebagai pengganti lalapan ketika makan dengan ditambah dengan sayur asem panas. Untuk lotek biasanya sambal kacang akan dibuat terlebih dahulu diatas cobek batu. Sedangkan rumbah atau tumbuk sambalnya sudah jadi sehingga tinggal dituangkan diatasnya saja. Terkadang untuk lotek dicampur pula dengan pare rebus yang sudah di iris-iris kecil.

5. Karedok
Berbeda dengan rumbah atau tumbuk yang bahan-bahannya sudah direbus, maka lotek bahan-bahannya serba mentah seperti timun, kol, kacang panjang, toge, kemangi, terong dan remucu (pisang kecil mentah). Untuk bumbu-bumbunya seperti bawang merah, putih, cabe rawit, gula merah, kencur, terasi, dan daun jeruk. Sama halnya dengan rumbah, karedok juga bisa dimakan dengan lontong atau nasi juga kerupuk.

6. Nagasari
Kue nagasari akan selalu saya temui ketika musim hajatan dikampung. Biasanya emaku kondangan bawa beras maka, pulangnya sudah ditukar dengan beberapa kue salah satunya adalah kue nagasari. Kue ini berisi potongan pisang di dalamnya. Biasanya dibungkus dengan daun pisang pula yang bentuknya segi empat.  Salah satu makanan favoritku ketika kecil adalah kue nagasari ini.

7. Koci
Berbarengan dengan nagasari, kue koci akan ada ketika musim hajatan. Selain itu juga ketika lebaran idul fitri. Emaku selalu mambuat kue koci ketika lebaran itu. Isi kue koci ada dua macam yaitu kelapa dan kacang hijau yang dicampur gula merah. Saya sendiri lebih suka koci yang isinya kacang hijau. Bentuk koci biasanya segitiga yang di bungkus daun pisang.

8. Burbacek
Saya mengenal burbacek ketika masih bekerja di Pemda Indramayu. Teman kantorku ada yang membawa dan membagi-bagikannya. Burbacek ini adalah bubur, rumbah dan cecek. Bahan dasarnya adalah bubur beras putih, di campur rumbah, udang dan sambal kacang asam serta cecek (kulit sapi). Rasanya lumayan enak juga. Jangan lupa ditambah dengan makanan pelengkap andalan yaitu kerupuk.

9. Kerupuk Kulit Ikan
Berbicara kerupuk kulit ikan, maka sampai sekarang ini saya masih menjualnya via toko online. bahan kerupuk kulit ikan ini ada yang dari kulit ikan remang atau manyung. Rasanya memang enak dan gurih. Biasnya sebagai makanan pelengkap dengan mie ayam, bakso, soto atau hanya sekedar untuk cemilan. UKM yang memproduki kerupuk kulit ikan ini berada di desa dukuh.

10. Kerupuk Udang
Belum ke Indramayu jika tidak membawa oleh-oleh kerupuk udang. Sentra indusrti kerupuk udang ini sama dengan kerupuk kulit ikan yaitu di desa dukuh. Di desa tersebut banyak sekali pabrik besar maupun kecil yang memproduksi berbagai macam kerupuk salah satunya kerupuk udang ini.

11. Terasi
Terasi di gunakan untuk campuran membuat sambal. Terasi Indramayu juga mempunyai citra rasa sendiri. Terasi banyak di jumpai di desa dukuh atau atau di sentra industri kecil di sepanjang jalan Gatot Subroto yang berdekatan dengan simpang lima Indramayu. Teman-teman dan saudara dari istriku ini benar-benar menggemari trasi udang Indramayu. Saat mahasiswa dulu saya juga menjual trasi udang Indramayu ke teman-teman Koperasi Kopma UGM khususnya kepada karyawan ibu-ibunya. Saya juga sering melihat almarhum bapaku memakan pepes trasi yang dicampur dengan irisan lombok dan bawang merah sebagai lauknya.

12. Apem / Cimplo
Seperti biasa, emaku selalu membuat banyak kue tradisional sesuai hari dan peristiwanya. Seperti apem atau cimplo ini, ketika kecil saya selalu disuruh untuk menggiling tepung beras. Tepung ini di gunakan untuk membuat kue apem. Campuran untuk kue apem biasanya kuah gula merah. Bagaimana rasanya? jangan tanya, dijamin mantap. Apalagi kalau makannya pagi-pagi dan masih hangat.

13. Keripik Melinjo
Pembuat keripik melinjo di Indramayu banyak di temui di daerah Karangampel. Saya sendiri pernah disuruh untuk membuat toko online oleh seorang penjual oleh-oleh khas Indramayu. Beberapa makanan kering yang dijualnya yaitu keripik melinjo. Rasa keripik melinjo ini beraneka ragam. Ada rasa asin, manis ataupun pedas.

14. Serabi
Serabi yang becampur gula merah, itulah yang saya suka dibanding serabi putih biasa. Biasanya serabi yang bawahnya agak gosong akan terasa enak. Itu menurutku lho sebagai penggemar makanan serabi. Di kampungku penjual serabi termasuk yang paling rajin. Mengapa? karena penjualnya bangun pagi-pagi buta sejak jam 3 pagi. Penjual serabi biasanya embok-embok tua. Dengan cetakan tradisional yang terbuat dari tanah liat, kemudian dibakar diatas tumpukan batu bata merah (pawon). Sedangkan untuk bahan bakarnya menggunakan ketam padi yang diperoleh dari pabrik-pabrik penggilingan padi. Ketam ini gratis tinggal ambil. Saya sendiri membeli serabi dengan cara berter yaitu ditukar dengan buah kelapa tua dari kebun emak bapaku. Kelapa tua ini adalah salah satu bahan utama untuk membuat serabi, makanya penjual serabi masih bisa menerima barter dengan serabinya.

15. Pedesan Entog
Terus terang untuk makanan yang satu ini, saya tidak telalu menyukainya. Kakak bersama emakku yang suka dengan makanan pedesan entog ini. Di Indramayu banyak sekali yang menjual pedesan entog dengan harga yang cukup variatif. Rasanya yang pedas dengan gulai atau kuahnya yang teridiri dari macam rempah-rempah khas Indonesia seperti daun jeruk, lengkuas, kemiri, kunyit, dan lainya.

16. Petis
Petis ini bukan petis tahu khas Cirebon, melainkan petis air ikan pindang. Saya pernah mencobanya dari teman kantorku yang ada di Indramayu. Petis ini dicampur lontong sebagai sarapan dipagi hari. Di jamin maknyus lho rasanya.

17. Tike
Pernah makan keripik tike? sebenarnya tike terbuat dari rumput lho. Pusat produksinya banyak di temui di daerah Karangampel sama dengan keripik melinjo. Saya sempat memasarkan produk yang satu ini di sebuah koperasi, namun karena sesuatu hal, akhirnya gagal.

18. Lepet
Makanan tardisional ini mirip lontong. Bedanya di dalamnya ada kacang tolo dan dibungkus daun kelapa yang terikat. Sedangkan lontong dibungkus daun pisang. Lepet terbuat dari ketan putih.

19. Pindang Gombyang
Mau makan pindang gombyang? bagi yang ingin mencobanya silahkan datang ke rumah makan di pantai Glayem Juntiyuat. Rumah makannya sangat strategis tepat ditepi pantai.

20. Blendung Jagung
Namanya blendung jagung. Bahan utamanya jagung yang di rebus dan di taburi dengan parutan kelapa. Emak saya membuatnya ketika hari Jum'at sore untuk dibawa ke musola tempat saya mengaji sebagai cemilan setelah tahlilan.

21. Blengep Cotot
Memakan kue yang satu ini, maka biasanya akan keluar gula merahnya. Cotot sendiri adalah bahasa jawa yang artinya keluar. Blengep terbuat dari singkong berbentuk bulat. Isinya gula merah benar-benar membuat enak di lidah.

22. Glintir
Sejak kecil saya sudah mengenal makanan bubur glintir. Seperti biasa emaku sering membuatnya. Dan seperti biasa pula saya yang selalu di suruh untuk mengiling tepung beras dan ketan sebagai bahan utamanya. Tepung ketan untuk membuat candil dan tepung beras untuk membuat buburnya. Satu lagi bahan utamanya yaitu santan kelapa dan juga gula merah. Tidak lupa pula daun pandan sebagai penyedap rasanya.  Bentuk bubur glintir adalah bulat-bulat. Ketika kita memakannya, pada lapisan pertama tepung beras akan terasa. Kemudian pada lapisan kedua, tepung ketan yang kita makan akan terasa kenyal. Itulah enaknya bubur glintir merasakan sensasi rasa yang berbeda.

23. Geblog
Ada dua buah geblog. Geblog pertama berbahan dasar singkong dan geblog kedua berbahan dasar ketan hitam. Dua-dua memiliki rasa yang berbeda dan memiliki bentuk yang sama yaitu dipotong-potong empat persegi panjang. Selain itu diatasnya ditaburi parutan kelapa dan kadang-kadang juga dicampur gula pasir. Saya biasanya membeli geblog dari tetanggaku atau dikantor saat masih bekerja di Indramayu.

24. Dongkal dan Kembang Pari
Kue tradisional yang satu ini emang memiliki nama unik. Dipasar-pasar tradisional biasanya banyak yang menjualnya. Klo saya seperti biasa, emaku yang membuatnya. Lagi-lagi saya juga yang mengiling tepung berasnya. Bahan lain dongkal biasanya ada sagu, parutan kepala dan gula merah. Tanpa gula merah rasanya memang tidak enak seperti hambar. Oleh karena itu, adanya gula merah inilah yang menamba citra rasa sendiri enak di lidah. Dongkal dan kembang pari memiliki rasa yang sama, hanya saja bentuknya yang berbeda. Untuk bahan-bahannya, saya kira tidak jauh berbeda.

Dongkal
Dongkal

25.Ketan Tutu
Ketan tutul terbuat dari ketan yang berwarna putih berbentuk persegi panjang. Biasanya ada ketika hajatan dikampungku. Kue ini di gunakan pula sebagai bahan barter dari orang kondangan dengan beras selain dari koci, nagasari, dan wajik. Saya jadi teringat dengan almarhum bapaku yang memakan ketan tutu ini dengan dibakar terlebih dahulu diatas pawon.

26. Wajik
Nah seperti yang saya bilang, wajik sering ada ketika hajatan dikampung misalnya dalam acara sunatan, rasulan, atau bahkan ketika pernikahan. Wajik terbuat dari bahan dasar ketan, kelapa dan gula merah. Biasanya akan dibungkus dengan kertas minyak yang berwarna-warni.

27. Blencong
Blencong disini bukan orang transgender. Biasanya di daerahku blencong adalah sebutan banci artinya lelaki bukan, wanita juga bukan. Akan tetapi, ada juga istilah blencong lain yaitu nama kue tradisional di kampungku. Biasanya kue ini ada ketika ada orang meninggal. Pada saat tahlilan setelah 7 hari, maka biasanya ada kue blencong didalam beseknya. Bahan dasarnya dari beras ketan yang dicampur parutan kelapa. Bentuknya kerucut atau seperti kukusan.

28. Jalabriya
Jalabriya adalah salah satu makanan untuk sarapanku sebelum sekolah. Emaku biasanya membelinya di warung tetangga. Namun, kadang juga emaku membuatnya sendiri. Jalabriya ada dua macam yaitu jalabriya yang terbuat dari ketan hitam dan jalabriya yang terbuat dari ketan putih. Bentuknya seperti cincin atau donat. Setahuku mungkin lebih dahulu jalabriya sebelum boomingnya donat. Jalabriya juga dicampur dengan gula putih atau gula merah yang menempel langsung pada kuenya.

29. Kue Cikak
Kue cikak berwana merah bulat. Isinya didalamnya adalah kacang hijau. Untuk alasnya memakai daun pisang. Sampai sekarang kue cikak masih ada dipasar-pasar tradisional. Dan sampai sekarang pula saya masih memakannya.

30.Ikan Asin
Indramayu adalah salah satu daerah pantai yang mata pencaharian penduduknya selain petani juga sebagai nelayan. Makanya tidak heran, ikan asin banyak ditemui di kota mangga ini. Salah satu ikan asin yang terkenal dan banyak di jual di jalur pantura adalah ikan asin jambal roti. Biasanya dibungkus dengan plastik yang di gantungkan dengan aneka oleh-oleh khas Indramayu lainya.

Nah, itulah 30 jenis khas makanan Indramayu. Jika teman-teman sedang berkunjung ke Indramayu, jangan lupa cicipi makanan  khas Indramayu ya atau ingin membeli makanan khas Indramayu untuk oleh-oleh? Silahkan kunjungi toko oleh-oleh khas Indramayu terpercaya. Langsung saja klik tokonya ya: Oleh-Oleh Indramayu | Pusat Oleh-Oleh Indramayu. Semoga bermanfaat.

Salam,
Pustakawan blogger

Posting Komentar untuk "30 Jenis Makanan Khas Indramayu"