Mencari Uang Dengan Blog itu Layaknya Petani Menggarap Sawah

Advertisement
Saya menganalogikan mencari uang dengan blog itu layaknya seorang petani menggarap sawah. Mengapa demikian? Karena saya tahu persis bahkan sering terlibat langsung dilapangan untuk membantu almarhum bapaku ketika menggarap sawah dari pagi hingga petang. Dalam menggarap sawah itu betapa memerlukan sebuah ketekunan dan kesabaran. Dua sifat itulah yang harus juga diimplementasikan ketika seseorang memutuskan untuk terjun ke dunia blog. Aktivitas ngeblog yang sengaja dari awal dibangun untuk mencari uang (monetize), maka diperlukan konsistensi. Bagaimana agar bisa konsisten? Silahkan baca artikel saya tentang itu disini: Sulitnya Untuk Konsisten.

Apa yang membuat sama antara menggarap blog dan sawah?  Saya membaginya menjadi 4 pokok bahasan, yakni modal, waktu, implementasi dan hasil.

Mencari Uang Dengan Blog itu Layaknya Petani Menggarap Sawah
Modal
Apapun jenis usahanya ketika seseorang akan membuka usaha, maka dapat dipastikan memerlukan modal. Modal disini bukan hanya sebatas pada uang semata melainkan ilmu dan pengetahuan yang digunakan untuk menjalankan usaha tersebut. Berbicara mengenai ilmu dalam agamaku jelas sekali wajib hukumnya untuk menuntutnya. Apalagi ilmu agama yang mengantarkan manusia ke jalan yang benar.

 "Pengetahuan adalah kekuatan," quotes menarik dari Francis Bacon ini  memang benar adanya. Tanpa ilmu dan pengetahuan kita seperti orang buta yang berada dilorong gelap lalu dipaksa untuk berjalan.

Ilmu dan pengetahuan ini adalah modal dasar utama ketika kita akan menjalani semua aktivitas dimuka bumi ini. Kunci suksesnya adalah menguasai ilmu dan pengetahuan. Orang awam sering mengatakan sebelum melakukan sesuatu pekerjaan, maka harus tahu ilmunya. Ngomong-ngomong tentang ilmu dan pengetahuan, Insya Allah akan saya bahas tersendiri diblogku.

Petani ketika menggarap sawah harus mempunyai ilmu dan pengetahuan yang memadai tentang dunia pertanian. Biasanya petani tradisional mendapatkan pengetahuan untuk bertani masih bersifat tacit knowledge yang diperoleh dari turun-temurun dan pengalamannya sendiri misalnya tentang bagaimana menyuburkan tanah, bagaimana pembibitan padi, seputar hama, cuaca, pengairan, pupuk, penjualan, panen dan lain sebagainya. Begitu pula dengan ngeblog, seseorang yang akan terjun ke dunia blog, maka harus menguasai ilmunya secara khusus misalnya bagaimana cara menulis artikel, penerapan seo, sampai ke teknis ngeblognya. Satu hal yang penting adalah mengatur mindset bisnis kita ketika ngeblog. Agar tidak terjurumus dengan penyakit blogger pemula, silahkan baca disini: Tiga Penyakit Blogger Pemula Ketika Menjadi Pemburu Dollar

Waktu
Menggarap sawah dari awal hingga masa panen itu kurang lebih memerlukan waktu hingga 6 bulan. Begitu pula dengan ngeblog. Petani ketika menggarap sawah itu perlu perhatian khusus dari mulai membibitkan padi, menanamnya (tandur), memupuk, menghilangkan gulma (ngoyos), menghilangkan wereng dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan agar kelak ketika panen dapat menghasilkan padi yang terbaik. Ngeblog juga memiliki kesamaan dengan para petani yang menggarap sawah. Selama enam bulan dari awal membangun blog hingga mempublish tulisan harus benar-benar diperhatikan. Mulai dari pemilihan nama domain, meramu tulisan, jadwal posting, mempromosikan blog, hingga yang bersifat motivasi-motivasi ngeblog agar terus bisa berajalan sesuai dengan rencana yang diinginkan.

Implementasi
Implementasi dilapangan ini adalah salah satu proses yang menentukan berhasil atau tidaknya aktivitas ngeblog. Mari kita lihat satu-persatu analogi antara blogger dan petani:
  • Petani memerlukan sawah untuk menanam padi. Bagi petani gurem tentu ini sangat mustahil memliki sawahnya sendiri. Kesempatan terbuka, paling tidak adalah dengan cara menyewa atau kerjasama bagi hasil dengan pemilik sawah.
  • Blogger memerlukan domain dan hosting untuk ngeblog. Artikel-artikel yang ditulisnya layaknya padi yang akan ditanam dalam blog tersebut. Namun demikian, berbeda dengan petani yang harus mengeluarkan modal besar. Untuk blogger masih bisa dengan memanfaatkan yang gratis. Modal bisa difokuskan pada pembelian akses internet dan laptop murah jika belum punya.
  • Ketika selesai menanam padi di sawah, petani harus memperhatikan irigasi air, pupuk, membuang hama dan gulma. Semuanya dilakukan itu agar mendapat hasil yang  baik dan melimpah. Sehingga harga jualpun menjadi mahal.
  • Blogger terhadap blognya harus membuat artikel yang berkualitas agar hasilnya bisa memuaskan pembaca karena akan berdampak pada visitor yang lebih banyak lagi. Dengan demikian blogger harus memperhatikan blognya sedetail mungkin. Mulai dari rentang waktu posting, pemilihan tema, cara menulis artikel yang baik, hingga ke hal teknis lainya misalnya penerapan seo pada blog.
Hasil
Setelah bekerja keras selama enam bulan, petani mengharapkan panen yang baik dan melimpah. Blogger juga demikian. Setelah siang malam membuat artikel, update setiap hari,  membuang rasa malas yang berat, dan lain sebagainya, maka ia mengharapkan artikelnya akan bagus di search engine. Melalui artikelnya yang dipublish, maka dapat memberikan manfaat kepada semua masyarakat. Pendek kata selama enam bulan itu, blogger masih berusaha keras untuk lebih sering menulis. Selanjutnya ia kelak dapat memetik buahnya misalnya panen dollar setelah visitor mulai banyak yang mengunjungi blognya.

Analogi saya antara blogger dan petani hanyalah sebuah pengalaman masa lalu. Satu sisi saya pernah menjadi anak petani yang sering membantu almarhum bapaku. Satu sisi lagi sekarang sebagai seorang blogger yang sudah berjalan sekitar delapan tahun. Selama delapan tahun menjalani ngeblog itu, saya merasa ada unsur kesamaan pola dengan bertani. Apalagi untuk hasil panennya memerlukan rentang waktu yang sama, yakni sekitar enam bulan. Walaupun dalam pelaksanaanya ada juga seorang blogger bisnis yang ngeblog  hingga bertahun-tahun namun juga belum mendapatkan hasil. Akan tetapi, menurutku itu hanyalah sebuah proses yang kelak akan berbuah manis apabila tetap fokus dan konsisten karena itulah kuncinya.

Sebagai penutup, terkait blog yang bisa menghasilkan dollar, sabagai gambaran silahkan baca artikel saya tentang Internet Marketing dan Jenisnya. Jika teman-teman ingin mencari uang dengan ngeblog, maka ingatlah pak tani yang menggarap sawah. Perlu waktu enam bulan untuk membangun blog hingga bisa mendatangkan visitor. Dengan berpanas-panas ria pak tani saja masih bisa untuk bersabar. Kanapa kita tidak? Ini adalah sebuah renungan buat para blogger yang kalah dengan waktu. 

Salam blogger pustakawan

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mencari Uang Dengan Blog itu Layaknya Petani Menggarap Sawah "