Sulitnya Untuk Konsisten

Advertisement
“Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku dalam agamaMu.” (HR Tirmidzi 2066)
Harus kuakui betapa sulitnya untuk konsisten. Saya ambil contoh misalnya pada praktek pekerjaanku sehari-hari dalam posting di blog. Saya selalu berjanji diblogku ini harus bisa menulis setiap hari minimal satu artikel. Namun nyatanya, saya tidak bisa melakukan itu sesuai dengan apa yang diharapkan. Konsisten dalam Islam bisa dikatakan istiqomah. Orang yang konsisten bisa di identifikasikan sebagai orang yang memiliki sikap teguh pada pendirian.

Konsisten adalah kata yang mudah di ucapkan namun begitu sulit untuk di praktekan. Itulah yang saya alami selama ini. Oleh karena itu, saya perlu menelisik kembali apa yang membuat itu sampai terjadi. Terutama yang berkaitan dengan beberapa faktor utamanya.

Luruskan Niat
Bagi sebagian orang, sudah pasti hal pertama yang menyebabkan perbuatan konsisten bisa gagal dikarenakan faktor niat yang tidak sepenuhya diresapi sehingga menyebabkan lemahnya perbuatan yang akan dilakukan. Kita bisa ambil contoh pada kisah seorang Bani Israil yang alim dan rajin beribadah kepada Allah, SWT yang pada akhirnya tergoda pada bujuk rayu iblis hanya karena niat yang tidak lurus (berbeda). Kisahnya ini bisa teman-teman baca dibawah ini yang saya ambil dari situs Nahdatul Ulama. Ini sangat menarik buat instrospeksi saya pribadi khususnya dalam upaya menjalankan sikap konsisten.


Agar Bisa Konsisten
Diatas sudah saya singgung sedikit tentang mengapa sulitnya melakukan perbuatan konsisten. Selain daripada faktor niat yang utama, mungkin ada beberapa hal lain yang menurut hemat saya perlu diperhatikan agar bisa melakukan perbuatan konsisten dan ini bisa dilakukan untuk segala macam jenis pekerjaan asalkan bertujuan baik. Kasus saya sendiri misalnya pada konsistensi saya menulis di blog setiap hari.

Pertama, tentukan tujuan dengan jelas. Sebelum berkeinginan melakukan perbuatan yang konsisten, alangkah baiknya jikalau menentukan tujuan dan maksud yang sangat jelas. Sebagai contoh ketika saya ingin konsisten harus menulis artikel di sebuah blog maka, kira-kira apa tujuan utama saya harus melakukan itu? bisa sebagai sarana latihan menulis, mencari penghasilan, atau berbagi informasi dan pengetahuan penting kepada pembaca. Jika ternyata tujuannya lebih dari satu, maka membuat skala prioritas adalah solusinya.

Kedua, langkah apa saja yang harus dilakukan agar tetap konsisten? Ini berarti ada alur dan ukuran yang menjadi standar agar tetap pada niat dan tujuan awal sehingga ada bahan evaluasi agar tetap terkontrol. Sebagai contoh ketika saya harus menulis di sebuah blog setiap hari, maka tentukan berapa minimal artikel yang harus ditulis itu. Bisa satu, dua atau tiga artikel dalam seharinya. Berapa minimal jumlah kata dalam artikel itu, apa yang harus saya bahas dalam artikel itu dan lain sebagainya.

Ketiga, lakukan dengan cara berkelanjutan sesuai dengan batas kemampuan. Jangan sekali-kali pernah dipaksakan sehingga akan menjadi beban berat. Pada kasusku, saya hanya menargetkan sehari menulis satu artikel saja. Barangkali hadist berikut ini bisa menjadi dasar kita untuk melakukan hal itu.

Istiqomah
Kesimpulannya, empat hal yang perlu diperhatikan bagi saya pribadi agar tidak merasa sulit lagi untuk bersikap konsisten yaitu niat, tujuan, caranya (proses), dan terus-menerus.

Terkait hal itu, dalam prakteknya masih banyak sikap konsisten yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan masalah ibadah seperti solat malam yang notabene masih enak tidur, seringnya solat sendiri dibanding berjamaah, lebih asyik berlama-lama bermain facebook daripada membaca Al-Qur'an, dan lain sebagainya.

Semoga empat langkah diatas dapat membuat saya melakukan perbuatan yang konsisten. Bagaimana dengan teman-teman?

Pamulang, 15 Juli 2014

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sulitnya Untuk Konsisten"