Kangen Deso: Lagu Representasi Para Perantau

Mendengarkan lagu Letto yang berjudul Kangen Deso membuat saya jadi ingat dahulu ketika sedang merantau. Emang sih, sampai sekarang saya masih merantau. Walau berbeda kota. Satu hal yang membuat saya merasa bernostalgia pada lagu Letto adalah karena tempat video klipnya di Kota Yogyakarta. 

Dua kali saya merantau di Yogyakarta yang membuat saya terpana dengan lagu Letto itu. Pertama, saat masih menjadi mahasiswa diploma antara tahun 2001-2005. Kedua, saat menjadi mahasiswa pascasarjana antara tahun 2015-2017. Nah, dengan pengalaman merantau di Kota Gudeg itulah yang membuat saya menjadi kangen. Terutama kangen Kota Yogyakarta.

Desa Ujung Jaya

Lirik Lagu Letto Kangen Deso

Lantas, bagaimana dengan lirik Kangen Deso? Dari liriknya, jelas merupakan representasi para perantau yang rindu akan tempat kampung halamannya. Dari lirik Kangen Deso itu, merupakan cerminan rasa rindu besar bukan hanya terhadap kampung halamannya saja, melainkan keluarga seperti orang tua, istri, dan anak-anak. Tidak lupa pula, merepresentasikan seorang anak yang berbakti dengan selalu meminta do'a kepada orang tuanya.

Jauh dari kampung halaman dan keluarga, memang sering kali membuat sedih. Namun, rasa sedih itu bisa diminimalisir karena adanya sebuah tanggung jawab hidup seperti mencari nafkah. Rindu akan pulang kampung, tentunya bukan hanya perantau yang khusus mencari nafkah, melainkan juga mereka orang-orang yang sedang mencari ilmu.

Untuk lebih merasakannya, berikut lirik dan terjemahan lagu Letto, Kangen Deso:
Kangen Deso
Jeroning rasa tan kuwawa
Kangen marang keluarga
Lunga adoh seko deso
Golek sandang lan boga 
Pirang-pirang taun tak lakoni
Ganti dina lawan sasi
Kapan nggonku amungkasi 
Reff:
Aku kangen bali ndeso
Kangen anak lan keluarga
Aku kangen bali ndeso
Rama ibu nyuwun donga
Aku kangen bali ndeso
Ingkang putra murih raharjo 
Kangen kang tanpa winates
Ing batin mung tansah nggerantes
Kang bisa paring husada
Lamun bisa bali ndeso 
Pirang-Pirang taun tak lakoni
Ndina -ndina mangan ati
Mbuh kapan (Kapan Mbuh)
Nyong bisa bali 
Reff:
Aku kangen bali ndeso
Kangen anak lan keluarga
Aku kangen bali ndeso
Rama ibu nyuwun donga
Aku kangen bali ndeso
Ingkang putra murih raharjo 
Aku kangen bali ndeso
Kangen anak lan keluarga
Aku kangen bali ndeso
Rama ibu nyuwun donga
Aku kangen bali ndeso
Ingkang putra murih raharjo 
Terjemahannya 
Rindu Desa 
Rasa tak sanggup menahan
Rindu kepada keluarga
Pergi jauh dari desa
Mencari nafkah 
Bertahun-tahun aku lalui
Seiring bergantinya hari dan bulan
Tak tahu kapan ku akan kembali (Ke rumah)  
Aku kangen pulang ke desa
Rindu anak dan keluarga
Aku kangen pulang ke desa
Bapak ibu mohon restumu
Aku kangen pulang ke desa
Semoga anakmu selamat dalam lindungan-Nya 
Rinduku yang begitu besar
Membuat hatiku selalu bersedih
Tak tahu kapan
Aku bisa kembali 
Bertahun tahun kulalui
Hari-hari bersedih hati
Entah kapan (kapan entah)
Aku bisa pulang (Ke rumah)  
Aku kangen pulang ke desa
Rindu anak dan keluarga
Aku kangen pulang ke desa
Bapak ibu mohon restumu
Aku kangen pulang ke desa
Semoga anakmu selamat dalam lindungan-Nya 
Aku kangen pulang ke desa
Rindu anak dan keluarga
Aku kangen pulang ke desa
Bapak ibu mohon restumu
Aku kangen pulang ke desa
Semoga anakmu selamat dalam lindungan-Nya 

Video Letto, Kangen Deso:



Bagaimana dengan teman-teman? Masih rindukah dengan kampung halaman? Keluarga?

Salam,
Pustakawan Blogger

2 komentar untuk "Kangen Deso: Lagu Representasi Para Perantau"

  1. Lagu Kangen Deso adalah perpaduan merdunya suara Noe dan romantisme kenangan yang sulit untuk dilupakan... itu kiranya yang membuat lagu ini enak hihi

    BalasHapus
  2. Sepakat kang.he..2. Dari awal meluncurkan album, saya sudah menikmati lagu-lagu letto ini. Tak terkecuali dengan Kangen Deso ini.

    BalasHapus