Pustakawan dan Pemaknaan Buku: Ketika Pustakawan Menulis Buku

Advertisement
Sejak buku yang ditulis secara kroyokan berjudul Pustakawan dan Pemaknaan Buku ini terbit setahun lalu (2016) hingga sekarang, saya kok belum sempat-sempat untuk menuliskannya diblog ini. Nah, mumpung inget karena ada seorang teman yang menanyakan ketika saya share di grup, jadi saya tulis sekarang juga.

Buku kroyokan ini ditulis oleh 25 orang, diantaranya ada mahasiswa S2 jurusan perpustakaan dan pustakawan. Tulisan dibagi dalam 2 bagian. Pertama tentang "di balik buku" dan kedua tentang "buku dan penyebaran informasi."

Saya sendiri menulis berjudul Ketika Pustakawan Menulis Buku (Hal 257-271). Sebenarnya tulisan tersebut sudah saya tulis diblog ini berjudul Tiga Keuntungan Sekaligus Jika Pustakawan Menulis Buku, namun telah saya revisi untuk beberapa isinya.

Pustakawan dan Pemaknaan Buku

Saya tidak akan meresensi buku ini, namun saya hanya ingin share terkait tulisan saya tersebut. Tulisan yang saya tulis ini terkait seorang pustakawan yang ketika menulis buku, secara tidak langsung akan mendapatkan tiga keuntungan khususnya terkait dari sisi ekonomisnya. Pertama, nilai angka kredit yang besar sehingga akan mempengaruhi besarnya tunjangan karena ada kenaikan pangkat. Kedua, passive income karena akan mendapatkan royalti. Ketiga, bonus menjadi narasumber.

Dari ketiganya, saya juga sedikit menyinggung karena kalau sudah permasalahan dengan angka kredit, sudah pasti akan berkaitan dengan pustakawan plat merah. Lalu, bagaimana dengan para pustakawan diluar itu? Oleh karena itu, dalam tulisan saya tersebut saya menggaris bawahi bahwa dalam hal menulis tentu saja bukan hanya mengutamakan perolehan angka kredit semata, akan tetapi ada manfaat lain yang saya yakin tidak bisa dinilai dengan materi. Disisi lain, saya juga menyoroti buku tema kepustakawanan yang belum dilirik oleh penerbit mayor. Lalu, sedikit harus berimprovisasi dengan tema kekinian dengan penyajian yang berbeda pula.

Pembahasan lain juga menyinggung tentang penerbitan indie, e-book, motivasi pustakawan menulis berdasarkan daftar keuntungan, dan tentu saja opini tiga pustakawan terkenal di belantara kepustakawanan Indonesia terkait aktivitas menulis bagi pustakawan.
Baca Juga: Kisah Pengalaman Saya Menulis dan Menerbitkan Buku: Dari Mayor Sampai Indie
Ok, buat teman-teman yang penasaran silahkan baca atau unduh tulisannya yang sudah saya scan dibawah ini:



Semoga bermanfaat.

Salam,
#PustakawanBloggerIndonesia

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pustakawan dan Pemaknaan Buku: Ketika Pustakawan Menulis Buku"