Puisi Hari Ibu: Terima Kasih Untuk Segalanya

Advertisement
Ibu terima kasih untuk segalanya, maafkan aku yang tak bisa membalasmu, kecuali hanya sebait do'a semoga engkau selalu bahagia
Jujur hari ini saya sengaja tidak mengikuti upacara untuk memperingati Hari Ibu. Bukan berarti saya tidak peduli dengan adanya hari ibu, akan tetapi memang saya takut jadi pembawa naskah pidato yang nanti disampaikan oleh pak kepala (he..2). Terus terang sejak dari SD hingga kerja sekarang, saya tidak pernah menjadi orang yang berperan dalam kegiatan upacara apapun khususnya dalam peringatan hari atau peristiwa besar yang di Indonesia. Mengenai hari ibu, saya sudah menuliskan hari penting tersebut dalam daftar hari penting Bulan Desember baik internasional maupun nasional.

Apa makna hari ibu bagi teman-teman? Tentunya adanya peringatan hari ibu ini bukan hanya sekedar seremoni belaka yang setiap tahun selalu dirayakan. Melainkan harus ada implementasi perbuatan baik dilapangan terutama dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang masih mempunyai ibu nan sehat, maka bersyukurlah karena itu adalah anugerah terbesar dari yang maha kuasa. Namun sebaliknya, bagi yang sudah tidak mempunyai ibu di dunia ini, maka jangan lupa agar selalu mendo'akan beliau yang telah melahirkan dan membesarkan kita tanpa pamrih dengan kasih sayang yang tak ternilai dengan apapun.

Puisi Hari Ibu: Terima Kasih Untuk Segalanya
Bagi saya, hari ibu merupakan hari yang istimewa karena berkat beliaulah saya bisa menjadi yang sekarang. Ibu adalah orang yang pertama kali memikirkan nasib anaknya mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan pendidikan untuk bekal kelak dimasa yang akan datang. Ibu adalah sosok yang tak lekang oleh waktu walaupun ketika ia tidak lagi berada di dunia fana ini.

Tiga hal yang selalu saya ingat kepada sosok ibu dalam hal ini emaku. Pertama, jadilah orang yang selalu terus belajar untuk menuntut ilmu terutama ilmu agama. Kedua, aplikasikan ilmu tersebut kepada masyarakat. Ketiga, selalu utamakan kejujuran dalam segala sendi kehidupan. Tiga nasehat itu selalu saya  ingat hingga sekarang. Khusus untuk nasehat pertama secara gamblang telah saya tuliskan setahun yang lalu di blog ini. Bagi teman-teman yang ingin membacanya silahkan baca disini: Selamat Hari Ibu: Hati-Hati Jangan Sampai Tertipu! 

Hari ini, 22 Desember 2014, secara khusus saya ingin membuatkan sebuah puisi sederhana untuk emaku dan seluruh ibu yang ada diseluruh dunia. Puisi sederhana ini saya buat langsung tanpa merencanakannya alias spontanitas.

Puisi Hari Ibu: Terima Kasih Untuk Segalanya

Tanpamu aku ini bukan apa-apa
Hanya seonggok daging tak berguna
Disaat orang terlelap tidur
Engkau selalu menjagaku tanpa lelah

Kasih sayang yang kau berikan
Tak sebanding dengan seisi bumi ini
Bagaikan embun dipagi hari
Sejuk dan nyaman yang kurasakan

Wahai ibu
Maafkan aku yang tak bisa membalasmu
Kecuali hanya sebait do'a semoga engkau selalu bahagia
Ibu, aku hanya bisa ucapkan terima kasih untuk segalanya

Dikehingan malam
Wajahmu penuh dengan air mata
Untuk meminta kepada Nya
Hanya agar aku tetap terjaga

Bekal hidup yang kau berikan
Tak berupa harta
Melainkan ilmu yang bermanfaat nan berharga

Wahai ibu terima kasih untuk segalanya

Jakarta, 22 Desember 2014

Salam blogger pustakawan

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Puisi Hari Ibu: Terima Kasih Untuk Segalanya"