Sampah Informasi

Advertisement
Era internet, potensi sampah informasi begitu besar. Berita-berita hoaxs, fitnah yang seringkali menimbulkan keresahan, kebimbangan, kesimpangsiuran yang seringkali viral tanpa terkendali sehingga seringkali membuat individu salah membuat keputusan dan bertindak.

Sejatinya sampah informasi ini bersifat pasif manakala dibaca oleh seorang yang selalu berpikir kritis dan logis. Sebaliknya, sampah informasi akan menjadi berbahaya manakala dibaca oleh orang-orang yang pendek akal. Belum lagi ditambah mereka yang berperan sebagai penyebar tanpa membaca isinya terlebih dahulu.

Sampah informasi menjadi fenomena yang terus menghantaui negara dalam skala besar maupun personal dalam lingkup yang lebih kecil. Tak jarang akibat sampah informasi seringkali negara dibuat kacau, individu bermusuhan, mencaci maki tanpa kendali.

Sampah informasi di internet banyak ragamnya dan hampir semuanya bermotif ekonomi. Dari mulai yang terorganisir hingga yang bekerja sendiri, dalam arti personal. Contoh yang paling gampang untuk yang bersifat personal adalah blog-blog hoaxs yang membuat tulisan kontra. Sementara yang bersifat terorganisir biasanya ada kelompok tertentu yang bekerja dibawah arahan pemimpinya.  

Sampah informasi ini tidak bisa dibendung, namun bisa dibuat informasi tandingan yang bersifat klarifikasi, pemberitahuan, penjelasan, dan apapun jenisnya. Lantas, siapa yang berperan untuk membuat informasi tandingan itu? Siapa saja setiap individu yang mempunyai niat baik untuk menulis informasi apapun yang bermanfaat. Semakin banyak yang berpartisipatif dalam membuat informasi tandingan yang bersifat positif, maka akan semakin terbuka lebar peluang untuk memberikan akses pengetahuan kepada pembaca. 

Saya berharap hendaknya individu yang peduli dengan kebaikan, mari kita berpartisipatif untuk membuat tulisan-tulisan yang mengandung informasi positif guna melawan sampah informasi yang banyak bertebaran era internet ini.

Jika berpartisipatif dalam membuat informasi tandingan yang positif tak bisa, maka berperanlah dalam penyebarannya misalkan ketika menemukan tulisan yang dibaca itu sekiranya baik, maka bisa membantu untuk menyebarkannya.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah kita jangan mudah sekali menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas sumbernya. Tahan, cari sedetail-detailnya agar kita tidak terjebak dalam siklus sampah informasi yang seringkali bermain di tingkat psikis seseorang. 

Akhirnya saya berharap sampah informasi ini akan terkubur dengan sendirinya seiring dengan sadarnya warganet yang berperan aktif, baik sebagai pembuat, penyebar, pengkonsumsinya. Ingat jaga diri dari sampah informasi. 

Salam,
Pustakawan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sampah Informasi"