Tips Mutasi PNS: Sebuah Pengalaman Pribadi

Advertisement

"Untuk mencapai keberhasilan, bertindaklah seolah-olah Anda tidak mungkin gagal." - Dorothe Brande
Saya tidak menyangka ketika menulis sebuah artikel yang berjudul "Tips Mutasi PNS Antar Daerah" di blog lamaku, banyak yang menanyakan tentang hal itu. Karenanya dengan maksud untuk berbagi informasi kepada teman-teman semuanya, saya kembali menulis ulang artikel tersebut pada blog ini mengingat di blog inilah saya sering mengupdate tulisan terbaruku sehingga ketika ada teman-teman yang bertanya dapat saya jawab secepatnya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, tulisan ini hanyalah sebuah pengalaman pribadi.
Murad Maulana

Kita tahu mutasi PNS adalah pemindahan pegawai dari atau ke instansi di lingkungan pemerintahan meliputi:
  • Pemindahan antar Kabupaten / Kota dalam satu Propinsi ;
  • Pemindahan dari Kabupaten / Kota ke Propinsi atau sebaliknya ;
  • Pemindahan antar Kabupaten kota luar Propinsi ;
  • Pemindahan dari Kabupaten / Kota atau Propinsi ke Pusat atau sebaliknya ;
  • Pemindahan antar unit kerja dalam satu instansi
Mutasi ini bisa dilakukan baik karena keputusan atasan maupun usulan sendiri. Bagaimana dengan saya? Saya melakukan mutasi karena usulan sendiri dari kabupaten ke pusat. Dalam hal ini dari Kabupaten Indramayu ke Jakarta Pusat atau lebih tepatnya dari Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu ke LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian), yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Sejauh ini ada beberapa alasan mengapa seorang PNS ingin melakukan mutasi misalnya karena alasan jauh dari keluarga, mengikuti suami atau istri, meningkatkan jenjang karir, karena jarak yang jauh antara rumah dan kantornya, karena sakit berat yang mengharuskan berobat di rumah sakit yang lengkap sedangkan rumah sakit tersebut jauh dari tempatnya kerja atau bahkan hanya ingin sekedar mencari suasana baru dengan lingkungan kerja yang baru pula. Namun demikian, salah satu alasan yang sering dilakukan yaitu mengikuti suami atau istri. Nah, saya sendiri mengajukan mutasi PNS dari kabupaten ke pusat karena alasan ikut istri yang tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan dengan alasan agar dekat dengan keluarga.

Tidak sedikit dari seorang PNS yang merasa bingung atau tidak tahu apa yang harus pertama dilakukan ketika akan melakukan mutasi PNS. Disisi lain, jika akan melakukan mutasi biasanya seringkali di hinggapi oleh pikiran negatif bahwa tidak ada kemungkinan bagi seorang PNS untuk melakukan mutasi apalagi jika itu dilakukan dari daerah ke pusat seperti pada kasusku karena biasanya ketika PNS yang akan melakukan mutasi paling tidak harus menyediakan banyak uang dan mempunyai koneksi pejabat, walaupun fenomena tersebut memang benar adanya dan saya tidak menampik akan hal itu. Akan tetapi, ada yang lebih penting dari kedua hal tersebut yakni usaha dan do'a yang sungguh-sungguh. Lantas langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan mutasi PNS agar berhasil? Nah berikut beberapa tips mutasi PNS antar daerah berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri.

Tentukan Target Institusi Untuk Mutasi
Pertama, hal yang perlu dilakukan adalah menentukan target institusi atau lembaga yang akan kita jadikan tempat mutasi. Anda bisa mencari informasi sedetail-detailnya melalui teman, melalui webiste, atau bahkan dengan mendatangi langsung institusinya. Silahkan cari informasi sebanyak-banyaknya mulai dari kebutuhan SDM, siapa pimpinanya, dan informasi-informasi lainya yang diperlukan. Saya sendiri saat itu akan melakukan mutasi, yakni dengan cara menyebarkan informasi ke teman-temanku untuk segera menghubungiku jikalau ada posisi yang diperlukan. Tidak hanya itu sayapun mengunjungi tempatnya secara langsung, saat itu saya langsung mendatangi BKD pemda Tangsel. Hasilnya lampu hijau dan memperbolehkan untuk mengirim berkas mutasi secepatnya. Namun, ada yang lebih menarik dari itu, walau sudah mendapat lampu hijau dari BKD Tangsel, justru saya berhasil mutasi ke Jakarta di LPNK Bapeten karena sebuah informasi seorang teman. Jadi jangan sia-siakan keberadaan teman lho.

Sistem Barter
Kedua, mutasi yang paling cepat adalah dengan sistem barter artinya ada pertukaran pegawai yang saling membutuhkan (baca: Ingin Mutasi PNS Cepat? Lakukan Sistem Barter). Jadi, setelah anda sudah menentukan institusi yang dituju, tugas berikutnya adalah anda harus mencari PNS yang ada dikantor tersebut yang ingin melakukan mutasi juga sehingga anda bisa melakukan barter. Lebih utama lagi seandainya dengan bidang kerja yang sama, dijamin akan lebih cepat. Sistem barter ini tidaklah wajib. Namun jika anda melakukan sistem barter salah satu kelebihannya adalah cepatnya proses mutasi. Langkah kedua ini bisa anda lewati, jika memang di tempat itu tidak ada yang akan mutasi. Saya sendiri bisa cepat mutasi dikarenakan menggantikan posisi temanku di Bapeten karena ia mutasi ke Yogyakarta.

Konsultasikan
Ketiga, Jangan lupa sebelum anda berniat untuk melakukan mutasi, konsultasikan kepada atasan tempat anda bekerja karena jangan sampai ketika kita sudah mendapatkan tempatnya ternyata atasan anda tidak menyetujuinya. Hal ini pernah dialami oleh saya sendiri. Saya melakukan mutasi tanpa memberitahu ke atasan. Ketika sudah memperoleh surat balasan yang berisi persetujuan dari instansi yang di tuju, saya baru memberitahukannya. Alhasil, saya dilarang untuk pindah. Bukankah ini pekerjaan yang sia-sia? Alangkah lebih baiknya bila anda melakukan komunikasi intensif dengan atasan anda. Bila perlu jika atasan melarang anda pindah, cobalah mengkomunikasikannya dengan tidak di kantor melainkan langsung di rumahnya sembari silaturahmi. Mengapa demikian? Karena biasanya antara suasana dikantor dan dirumah akan berbeda. Karena saya sendiri pernah mengalaminya.

Ikuti Alurnya
Keempat, jika institusi telah ditemukan, atasan anda telah menyetujui, kemudian ada salah satu pegawai yang ingin mutasi. Maka 90% anda telah mendapatkan peluang itu. 10% anda hanya tinggal mengikuti alur birokrasi yang komplek, yaitu membuat surat pengajuan untuk mutasi yang kemudian akan berlanjut dengan proses surat balasan. Adapun contoh surat pengajuan mutasi PNS antar daerah jika anda menginginkanya silahkan download dibawah artikel ini.

Yang Penting Atasan Setuju
Kelima, bagaimana jika tidak ada pegawai yang ingin barter dan bahkan atasan tidak menyetujuinya? Sebenarnya anda tidak harus melakukan berter. Cara tersebut biasanya dilakukan agar lebih cepat saja. Intinya anda hanya tinggal mencari institusi yang mau menerima anda dan atasan anda menyetujuinya (lolos butuh). Itu saja

Tunggu Atasan Baru
Keenam, jika atasan anda tidak menyutujui anda pindah tentu ini sangat sulit. Namun anda bisa menunggu pergantian kepala atau atasan baru, barangkali saja ada peluang. Saya sendiri melakukan mutasi PNS yang tidak disetujui oleh atasan dan sebagai catatan, pada akhirnya saya bisa berhasil mutasi dengan menunggu atasan baru walau saat itu atasan barupun tidak menyutujuinya. Namun saya mempunyai tips nekad untuk melakukan mutasi PNS ketika tidak disetujui oleh atasan baru itu yakni membuat surat pengunduran diri dari PNS. Ini tentu saja cara ekstrim dan perlu keberanian untuk melakukan itu. Apakah anda siap seperti cara saya?

Pantau Terus
Terkahir, ketika anda sudah mengajukan surat mutasi PNS, jangan lupa selalu terus dipantau karena terkadang ada saja pegawai yang mengurus hal tersebut tiba-tiba menderita sakit ingatan baik disengaja maupun tidak (he..2). "Jemput Bola" adalah cara yang tepat untuk mempercepat proses mutasi.

Demikianlah sekelumit tips mutasi PNS antar daerah yang pernah saya lakukan berdasarkan pengalaman pribadi dan Alhamdulillah berhasil. Oh ya jangan lupa, teruslah berdoa sebagai penyeimbang usaha anda (bagi anda yang muslim rajin-rajinlah sholat tahajud dan hajat agar diberi kemudahan). Ijin orang tua juga perlu dilakukan (jika masih ada), biar lancar dan sekaligus minta doanya. Selebihnya jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin berbagi pengalaman, dengan senang hati jika anda menuliskannya di kolom komentar.

Bagi yang berminat silahkan teman-teman download contoh surat mutasi PNS (lolos butuh) dan berkas lainya disini: Scan Berkas Mutasi PNS (Bagi yang minta dikirim via e-mail, mohon maaf jika lama. Tapi, sebaiknya teman-teman download sendiri saja ya. Silahkan klik link downloadnya)

Jika link download bermasalah, mohon beritahu saya.

Salam,
Pustakawan Blogger

Advertisement

Postingan terkait:

409 Tanggapan untuk "Tips Mutasi PNS: Sebuah Pengalaman Pribadi"

«Terlama   ‹Lebih tua   401 – 409 dari 409   Lebih baru›   Terbaru»
Unknown mengatakan...

Assalamualaikum, saya mau bertanya apabila baru setahun atau dua tahun mengabdi apakah sudah diperbolehkan untuk mutasi? Dengan alasan karena akan mengikuti suami tugas, terima kasih

Murad Maulana mengatakan...

Walaikum salam. selama tidak menandatangani surat perjanjian, sepertinya tidak apa2. Kan ada yang dari awal diterima sudah menandatangai surat tidak boleh mutasi misal selama 5 thn. Paling tidak, coba saja ajukan setelah dua tahun.

dhanik jafra mengatakan...

Assalamualaikum
Bapak saya bermksud mengajukan mutasi antar kabupaten. Mohon bantuannya untuk mengirimkan berkas berkas yang diperlukan.
Ini alamat email saya dhanikkusumawardani@gmail.com
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wb

Unknown mengatakan...

Ass...slm.kenal p.murad sy juga pengen pindah tapi masih bingung k kementrian atau pemerintahan,bisa tlg kirim contoh mutasi n syarat,serta tipsnya.zahrohzahroh1980@gmail.com

fadjar rasyid mengatakan...

Tolong kirimkan contoh permohonan pinda kerja dari kecamatan ke kabupaten alasan sakit.ke reni888896@yahoo.com makasih

fadjar rasyid mengatakan...

Assalamualaikum saya Pingin pindah dari kecamatan ke kota kabupaten karena sakit contoh permohonannya bisa di kirim ke email saya fadjarrasyid@gmail.com makasih sebelumnya

Fibby's Poems mengatakan...

Ka tolong kirimkan berkas2 mutasinya ke fitripatimah1997@gmail.com
Saya sangat berterimakasih kpd kka.

Ihsan mengatakan...

Assalamualaikum mas maulana, saya berencana mengajukan pindah tugas dari pemkab ke pusat. Izin mas klo boleh saya minta share dikirimkan contoh surat pengajuan mutasi, contoh surat pengajuan lolos butuhnya dan berkas2 mutasi ke ihsansyaputra1@gmail.com

Terimakasih banyak sebelumnya

Arham mengatakan...

Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Salam kenal mas, mohon pendapatnya mas maulana, istri saya guru SMPN di daerah terpencil provinsi maluku, sy sendiri pegawai swasta di sulawesi tenggara. Dekat rumah sy di sulawesi ada madrasah tsanawiyah(setara SMP di instansi kemenag). Barusan sy temui kepala sekolah madrasah katanya memang butuh guru bid studi istri saya. mohon petunjuknya mas, mumpung istri pulang libur lebaran mungkin bisa mengurus dokmen lolos butuh. tlong bantuannya mas dan contoh dokumen pengalaman mas maulana. email saya: labalaba2003@gmail.com
Terima kasih banyak sebelumnya.
Wassalam.

«Terlama ‹Lebih tua   401 – 409 dari 409   Lebih baru› Terbaru»