Inilah Lima Hal Yang Bisa Menyebabkan Meninggal Secara Su'ul Khatimah

Advertisement
“Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.” (QS. Yuusuf: 101)
Setiap hari senin di Masjid Bapeten ba'da dzuhur selalu diadakan tausiyah dari seorang ustad yang di undang khusus dari DKM Masjid Bapeten. Tema kali ini yang saya dengarkan adalah tentang kematian. Dari hasil tausiyah tersebut ada informasi yang menarik sehingga perlu menjadi catatan di blog saya ini, yakni tentang lima hal perbuatan yang bisa menyebabkan meninggal secara su'ul khatimah atau di penghujung akhir yang buruk, Nauzu billahi min zalik. Semoga kita terhindar dari kematian seperti itu. Apa saja lima perbuatan hal tersebut? Inilah diantaranya:

diambil dari gambarmewarnai.com
Gambar diambil dari www.gambarmewarnai.com

Menyepelekan Waktu Sholat
Menyepelekan atau mengulur-ulur waktu sholat seringkali kita lakukan tanpa sadar. Biasanya karena sesuatu pekerjaan yang merasa menganggap sedikit lagi selesai atau 'tanggung'. Tidak hanya itu, mengulur-ulur / menunda waktu sholat karena menganggap waktu batas akhir sholat yang masih lama sehingga menyebabkan ini menjadi alasan utama. Padahal siapa yang tahu kita akan masih hidup saat itu. Ini adalah tipu daya syaitan. Mengerjakan sholat tepat pada waktunya adalah pekerjaan yang sangat di cintai Allah, Swt. Hal ini seperti apa yang dinyatakan dalam salah satu hadist yang di riwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Ahmad, dan Dârul Quthni.
Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud  bertanya pada Rasulullah SAW: " Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?", Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya". Ia bertanya: "Lalu apalagi Ya Rasul?", Beliau menjawab: "Taat pada orang tua". Ia bertanya: "Lalu apalagi Ya Rasul?", Beliau  menjawab: "Jihad di jalan Allah."

Durhaka Kepada Kedua Orang Tua
Hati-hati bagi anda yang masih mempunyai orang tua lengkap, bapak dan ibu. Durhaka kepada orang tua bisa menyebabkan menjadi manusia yang zhalim. Menghormati orang tua adalah wajib hukumnya terutama kepada seorang ibu yang telah mengandung dan membesarkan kita. Perintah menghormati seorang ibu sangat jelas tersirat seperti yang tertuang dalam hadist rasulullah hingga menyebut kata ibu sebanyak tiga kali.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Minuman Keras atau Mabuk
Meminum minuman keras (beralkohol) atau mabuk-mabukan jelas sangat diharamkan oleh Allah, Swt. Tidak jarang kita mendengar berita dari media massa bahwa banyak dari anak-anak muda yang meninggal karena minuman oplosan dengan tujuan mabuk-mabukan. Hati-hati ini bisa menyebabkan ujung kematian yang buruk. Nauzu billahi min zalik.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90)
Setiap minuman yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barang siapa minum khamar di dunia lalu ia mati dalam keadaan masih tetap meminumnya (kecanduan) dan tidak bertobat, maka ia tidak akan dapat meminumnya di akhirat (di surga) (HR. Muslim)

Menyakiti Muslim Apalagi Anak Yatim
Menyakiti sesama muslim apalagi terhadap anak yatim biasanya akan mendapat balasan langsung. Tidak hanya di akherat kelak, melainkan ketika masih di dunia sekalipun. Kita tahu sesama muslim kita semua bersaudara sehingga harus saling menebar kebaikan diantara sesamanya.
”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)
Memakan harta anak yatim sungguh menjadi sebuah dosa besar yang bisa berujung pada kematian yang buruk jika tidak bertaubat sesegera mungkin sebelum ajal menjemput.
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah baligh) itu akan harta mereka, dan janganlah kamu tukar gantikan yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka (dengan menghimpunkannya) kepada harta kamu, karena sesungguhnya (yang demikian) itu adalah dosa yang besar.” (Surah An-Nisa’: 2)
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu hanyalah menelan api ke dalam perut mereka, dan mereka pula akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” (Surah An-Nisa’: 10)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kesyirikan kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haknya, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

Tidak Menghiraukan Ketika Azan Berkumandang
Azan adalah sebuah panggilan khusus dari Allah, Swt untuk melakukan perintah sholat. Namun ketika lantunan azan berkumandang, sudahkah kita menjawabnya dan berhenti dari aktivitas hiruk pikuk dunia? Dapatkah kita sejenak diam untuk mendengarkan azan?

Ketika azan berkumandang, dalam berbuat kebaikan saja  harus dihentikan apalagi berbuat di luar itu. Sebagai contoh ketika kita sedang membaca Al-quran dan kemudian mendengarkan azan maka sejenak kita harus berhenti untuk menghormatinya.

Pun ketika Azan telah selesai dikumandangkan, maka bacalah do'a setelah azan karena kelak nanti Nabi Muhammad, SAW akan memberikan syafa’at pada hari kiamat. Seperti dalam hadist berikut ini:
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim 2/327)
Itulah lima hal perbuatan yang seringkali kita lakukan baik di sadari maupun tanpa kita sadari yang bisa menyebabkan meninggal secara su'ul khatimah. Nauzu billahi min zalik. Sekali lagi tak henti-hentinya selalu berdo'a kepada Allah,Swt, semoga kita semua terhindar dari kematian seperti itu. Amin..

Tulisan ini hanya catatan pribadi yang khusus ditujukan bagi pemilik blog ini sebagai bahan renungan agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Referensi:
Tausiyah di Masjid Bapeten, Senin, 23 September 2013
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/13/ll41s3-rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu
http://www.dakwatuna.com/2008/07/03/783/hak-ibu-atas-anaknya/#axzz2fufNeKfn
http://www.bersamadakwah.com/2012/01/khutbah-jumat-hukum-dan-bahaya-minuman.html
http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2009/07/19/361/sesama-muslim-bersaudara-lho/
http://www.brunet.bn/gov/mufti/irsyad/pelita/2002/ic42_2002.htm
http://www.sahabatyatim.org/artikel/hadist-shohih-pemakan-api-neraka/
http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/menjawab-adzan.htm

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Inilah Lima Hal Yang Bisa Menyebabkan Meninggal Secara Su'ul Khatimah"