7 Hal Mengapa Pustakawan Harus Membaca Buku Be a Writer Librarian

Advertisement
"Pustakawan tanpa menulis, ibarat burung tanpa sayap, bisa berlari namun tak bisa terbang" Moh.Mursyid
Jika ada pustakawan yang ingin bisa menulis untuk media massa, namun belum membaca buku karangan dari Moh.Murysid yang berjudul Be a Writer Librarian: Strategi Jitu Menjadi Penulis Kreatif bagi Pustakawan, maka bersegeralah untuk membacanya. Mengapa? Karena ada 7 hal yang wajib anda harus tahu dari buku ini. Dengan membaca buku tersebut dan apabila sepenuhnya dipraktekan, maka anda akan menjadi pustakawan yang bisa terbang, jadi bukan hanya sekedar menjadi pustakawan yang bisa berlari seperti yang diungkapkan oleh sang penulisnya. Analogi terbang disini bukan hanya secara fisik bisa berpindah dari negara satu ke negara lain karena kegiatan menulis, melainkan yang paling penting adalah kebebasan ide dan menuangkan gagasan ke dalam teks terstruktur sehingga bisa dibaca oleh semua orang yang ada di belahan dunia manapun. Penasaran? Apa saja kira-kira 7 hal itu? Ini dia gambar dan ulasannya:

7 Hal Mengapa Pustakawan Harus Membaca Buku Be a Writer Librarian

Penulis Produktif
Buku Be a Writer Librarian ditulis oleh seorang pustakawan yang sudah berpengalaman dalam dunia tulis-menulis. Banyak tulisan artikelnya yang sudah diterbitkan di surat kabar hingga berupa buku. Bahkan diantaranya ada juga tulisan kajian ilmiah yang pernah penulis presentasikan di luar negeri. Penulis buku ini adalah seorang pustakawan yang produktif menulis dalam dunia kepustakawanan dan pendidikan. Disamping itu, penulis buku ini juga banyak mengeditori beragam tulisan yang diterbitkan untuk menjadi buku. Total keseluruhan buku dari yang pernah ditulis sendiri, ditulis bersama rekan hingga buku yang di editori sekitar 15 judul. Berikut diantaranya:
  • The Keyword, Perpustakaan di Mata Masyarakat (2011)
  • Bunga Rampai Membangun Perpustakaan Ideal (2014)
  • The Founding Fathers of Nahdlatoel Oelama’: Rekaman Biografi 23 Tokoh Pendiri NU (2014)
  • Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri (2014)
  • TBM di PKBM: Model dan Strategi Pengembangannya (2014),
  • Pustakawan dan Media Massa: dari Interaksi ke Dokumentasi (2015)
  • Pendidikan yang Menyenangkan: Guru, Sekolah, dan Perpustakaan (2015)
  • Guru Sahabat Anak: Inspirasi Menjadi Guru yang Menyenangkan (editor, 2015)
  • Bangga Menjadi Pustakawan (2015)
  • Budaya Baca di Era Digital (2015)
Foto berikut ini adalah ketika penulis menghadiri acara CONSAL XVI Bangkok, Thailand guna mempresentasikan papernya tentang digital preservation. Jika ingin mengunduhnya, silahkan disini: Digital Preservation in the Library of Economic and Business Faculty of Gadjah Mada University (FEB UGM) Yogyakarta

CONSAL XVI Bangkok, Thailand
Moh. Mursyid Menghadiri CONSAL XVI di Bangkok, Thailand
Bagaimana? Masih ragu dengan kompotensi sang penulisnya?

Tembus di Media Massa
Bagi kalian para pustakawan yang menginginkan tulisannya tembus dengan kata lain dimuat di media massa, maka membaca buku Be a Writer Librarian sangatlah tepat. Buku ini layaknya peta yang bisa menjadi petunjuk agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Buku-buku mengenai startegi menulis di media massa memang banyak beredar. Namun demikian, kekhususan pada buku ini adalah pada penulisnya yang notebene seorang pustakawan pula. Saat ini, ada banyakah pustakawan yang aktif menulis di media massa yang menawarkan banyak ide dan gagasan melalui teks terstruktur?

Cerita Motivasi
Ada banyak cerita motivasi yang dipaparkan penulis untuk menjadi seorang pustakawan yang produktif menulis di media massa. Satu hal yang menarik adalah mengenai proses pengalaman penulis sendiri ketika menulis selama satu tahun lamanya hingga pada akhirnya artikelnya bisa dimuat media massa. Inilah yang menjadi tantangan bagi penulis bahwa tulisan pertama yang di muat media massa itu adalah sebuah ujian yang bisa saja menjadi pembuka menuju arah yang lebih produktif lagi atau malah justru itu merupakan sebuah karya terakhir, setelah itu pasif. Banyak orang menulis artikel untuk media massa. Namun, ketika artikel itu terbit untuk pertama kali, setelah itu hilang ditelan waktu. Motivasi lainya adalah kesadaran akan sesuatu yang diinginkan tidaklah instan, semua memerlukan proses. Pada akhirnya merekalah para pustakawan yang mampu bertahan sehingga bisa mencapai pada titik puncak yang dimimpikan.

Mudah di Pahami
Bahasa merupakan salah satu faktor penting dalam hal berkomunikasi. Bahasa tidak hanya berupa ucapan lisan yang keluar dari ucapan sesorang melainkan bisa juga berupa teks tertulis misalnya pada sebuah buku. Kemudahan penggunaan bahasa dalam sebuah buku menjadi salah satu daya tarik seorang pembaca ketika mendalami pemikiran dari sang penulisnya. Ini yang ada dalam bukunya Moh.Mursyid.

Runtut
Selain bahasa, keruntutan isi bukupun menjadi hal yang menarik. Dimulai dari bagian pertama hingga terakhir, semuanya ditulis mengalir bagikan air. Penulis begitu lihai menceritakan bagiamana idealnya seorang pustakawan harus menulis, meyakinkan pembaca bahwa menulis bukanlah bakat, kemudian manfaat menulis dari berbagai sisi dan tidak lupa pula trik khususnya. Masuk ke bagian kedua dan ketiga, maka pembaca bisa menemukan informasi dan pengetahuan ragam tulisan di media massa, tahapan menulis, tips menyusun kerangka artikel, bagaimana tips membuat judul yang menarik, dan masih banyak yang lainya. Semua di paparkan secara runtut sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah pesan apa yang ingin disampaikan penulisnya.

Berdasarkan Pengalaman
Satu hal yang menjadi daya tarik dari buku ini adalah semua yang dituliskannya tentu berdasarkan pengalaman penulis sendiri selama berproses menjadi seorang pustakawan produktif menulis di media massa. Tidak instan, semuanya penulis jalani begitu sabar dan yakin bahwa suatu hari tulisannya akan bisa menembus media massa. Tidak hanya itu, pembaca akan disuguhkan contoh-contoh kongkrit terutama naskah yang pernah dimuatnya.

Suplemen
Jika keruntutan dari bab pertama hingga ketiga penulis paparkan dengan detail dan menarik, maka di bab terakhir penulis memberikan suplemen bagi pembaca khususnya mengenai writerpreneur, bagaimana tips menerbitkan buku, mengurus ISBN hingga bagaimana mempromosikannya. Ini akan menjadi wawasan baru bagi pembaca bahwa sejatinya ketika tulisan di media massa itu banyak dimuat, maka secara tidak langsung dapat di dokumentasikan menjadi sebuah buku yang sesuai dengan temanya masing-masing. Tidakkah ini namanya sambil menyelam minum air?
Saya bersama penulis Buku Be a Writer Librarian
Saya bersama penulis Buku Be a Writer Librarian, Moh. Mursyid 
Nah, teman-teman pustakawan, jika berminat dengan buku tersebut silahkan kontak saya di nomor: 081317976674

Salam,
Pustakawan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "7 Hal Mengapa Pustakawan Harus Membaca Buku Be a Writer Librarian"