Wawancara Dengan Bambang Haryanto Penulis Komedikus Erektus: Pentingkah Pustakawan Baca Buku Motivasi Go Blog?

Advertisement
Namanya Pak Bambang Haryanto, penulis buku Komedikus Erektus: Dagelan Republik Kacau Balau (ada dua buku). Selain seorang penulis, beliau juga memiliki banyak blog,  seorang epistoholik dan suporter sepakbola Indonesia yang pernah mengusulkan Hari Suporter Sepakbola Indonesia tanggal 12 Juli hingga tercatat di MURI. Beliau juga pernah diwawancara dalam program acara Kick Andy, "Sepak Bola Berujung Maut". Lebih jauh tentang Pak Bambang, Insya Allah akan saya tulis secars khusus diblogku ini.
Bambang Haryanto
 Bambang Haryanto di Acara Kick Andy - Dok.Youtube
Seminggu yang lalu Pak Bambang mengirim pesan kepada saya. Isinya tentang wawancara buku ketiga saya yang berjudul Motivasi Go Blog: Semangat Menulis Blogger Pemburu Dolar. Hasil wawancara ini telah diposting di grup facebook Revolusi Perpustakaan : Berbagi Gagasan Kreatif dan Inovatif Untuk Kemajuan.

Karena Pak Bambang maupun saya adalah sama-sama bergelut di dibidang kepustakawanan, maka isi wawancara pun tidak jauh-jauh dengan dunia kepustakawanan. Dalam wawancara ini utamanya tentang pustakawan. Judul diatas, bukan bagian dari wawancara tersebut, namun saya yang membuatnya sendiri.  Saya hubungkan antara buku saya yang ketiga dengan pustakawan yang akrab dengan dunia tulis-menulis, informasi dan pengetahuan. Jadilah kira-kira seperti ini: Pentingkah Pustakawan Baca Buku Motivasi Go Blog?

Berikut pertanyaan dan jawaban wawancaranya:

1. Selamat untuk terbitnya buku ketiga Anda. Topiknya menarik, tentang blog dan bagaimana kita bisa memperoleh uang, bahkan berupa dollar, dengan mengelola blog. Apakah buku Anda ini penting bagi kalangan pustakawan ? Seberapa penting ?

Motivasi Go Blog: Semangat Menulis Blogger Pemburu Dolar.Terima kasih pak  Bambang atas ucapannya. Secara umum buku saya yang ketiga ini bisa dibaca oleh semua kalangan, khususnya bagi siapa saja yang ingin menggeluti dunia internet marketing salah satunya dunia blog.

Untuk kalangan pustakawan tentu sangat penting mengingat buku saya ini tentang blog. Sedangkan kita tahu, blog adalah dunia yang akrab dengan tulis-menulis. Pustakawan adalah salah satu profesi yang dekat dengan itu. Idealnya pustakawan itu harus menulis.  Apa yang ditulis? Bisa diawali dengan yang ada dilingkungan kita. Misal pustakawan memiliki pengalaman dengan ide-idenya yang kreatif ditempat kerjanya. Kemudian menuliskan pengalaman-pengalaman tersebut melalui blog. Ini tentu akan sangat bermanfaat untuk pustakawan lainnya. Bayangkan jika ada 1.000 pustakawan menulis diblog dengan ide-idenya yang gila, maka ini merupakan tambang pengetahuan bagi dunia kepustakawanan itu sendiri. Pengetahuan para pustakawan yang didasarkan pada pengalaman dan masih tersimpan dalam otak (tacit knowledge), sangat disayangkan jika tidak segera ditorehkan ke dalam tulisan. Tidak ada manfaat!!!

Disisi lain, pustakawan adalah profesi yang akrab dengan istilah informasi dan pengetahuan. Dua kata itu setidaknya memberikan gambaran yang jelas kepada pustakawan semua bahwa diluar sana (internet) banyak sekali  seorang blogger yang berkecimpung dalam mendesiminasikan dua istilah tersebut padahal mereka bukanlah pustakawan.  Mereka para blogger menjadi provider informasi yang tidak hanya menghasilkan uang, akan tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk kebutuhan informasi pembacanya. Barangkali ini yang perlu kita renungkan, kapan seorang pustakawan mulai menjadi provider informasi dan pengetahuan, bukan hanya sebagai pengkonsumsi?

Buku saya yang ketiga  ini bisa menjadi tambahan referensi bagi mereka para pustakawan karena sekitar 50% membahas tentang tips dan keuntungan menulis di blog. Menulis diblog tidak sekedar hanya untuk menjaring uang (dolar), melainkan ada yang lebih penting dari itu, yakni pengetahuan berdasarkan pengalaman (tacit knowledge) dapat terdokumentasi dengan baik sehingga akan bermanfaat bagi para pembacanya. Secara khusus filosofi menulis diblog bukan hanya sekedar mencari uang telah saya bahas dalam buku ketiga ini, tepatnya pada bab 13 “Jadikan Tulisan di Blogmu Itu Investasi”

2. Untuk mengenalkan kepada para sejawat, biodata macam apa yang Anda tuliskan dalam buku tersebut ?

Biodata saya dihalaman akhir buku ditulis dengan apa adanya. Dalam artian saya seorang blogger dan pustakawan di salah satu LPNK Indonesia yang menamatkan pendidikan sarjana ilmu perpustakaan. Bahkan pengakuan sebagai seorang pustakawan saya sisipkan dalam isi bukunya misalnya ketika menjelaskan tentang pengertian blog, blogger dan ngeblog. Kira-kira seperti ini penggalannya :” Saya akan coba paparkan pengertian tiga istilah tersebut berdasarkan pandangan saya sebagai seorang pustakawan yang senang dengan aktivitas menulis di blog” (Hal.31, Bab 5, Ngeblogger).

3. Ada ucapan dari John Braine bahwa menjadi penulis di perpustakaan itu seperti orang kasim di tengah-tengah harem. Secara bercanda, barangkali itu bisa sebagai indikasi betapa banyaknya (mayoritas ?) pustakawan yang juga menjadi orang kasim di perpustakaannya sendiri. Mereka sulit menulis. Bahkan mencoba pun tidak mau. Tetapi Anda nampaknya mampu mengatasi kendala besar itu, bahkan bisa menulis tiga buku. Apa rahasianya ?

Pertama, saya berangkat dari pemahaman (mindset) seorang pustakawan itu harus berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. Salah satu karya yang bisa ditorehkan adalah menulis buku. Untuk bisa menulis buku, maka saya harus berlatih terus menulis.  Salah satu media yang bisa digunakan untuk melatih menulis itu adalah blog. Hal termudah untuk bisa kita tulis adalah sebuah pengalaman hidup. Kebetulan tiga buku yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman hidup.

Kedua, saya selalu berlatih menulis dengan inspirasi yang sederhana misalnya sebagai pustakawan yang sehari-hari bergelut dengan buku, dua pekerjaan rutin namun bermanfaat besar bagi saya adalah ketika klasifikasi dan shelving. Dua pekerjaan itu saya jalani sembari membaca isi bukunya. Setelah saya baca biasanya akan saya tulis diblog. Sehingga saya selalu ada ide untuk menulis. Pekerjaan kepustakawanan lainya misalnya pelayanan referensi. Seringkali ada pemustaka yang bertanya tentang istilah-istilah yang belum diketahuinya. Lantas, saya selalu tulis diblog sebagai ide menulis. Terlihat sepele namun sebenarnya itu bisa mengasah kemampuan saya dalam menulis ke depannya. Ada quotes menarik dari Helvy Tiana Rosa. Barangkali ini bisa menjadi penyemangat kita. Begini kira-kira bunyinya: “Menulis itu seperti bermain kungfu. Anda tidak akan pernah menjadi jago kungfu meski seumur hidup menonton Jacky Chan atau Jet Lee, tanpa berlatih kungfu.

Saya jadi teringat dua buku yang selalu saya baca berulang-ulang agar saya bisa menulis, yaitu Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang oleh Andrias Harefa dan Mengikat Makna oleh Hernowo. Pada intinya ada dua yang biasa saya lakukan untuk bisa menulis. Membaca dan berlatih menulis, menulis dan menulis. Membaca tidak hanya berbentuk teks, melainkan membaca lingkungan sekitar kehidupan sehari-hari.

Saya kira, jika pustakawan ingin bisa menulis, maka dua cara itu setidaknya wajib dilakukan. Mustahil ingin bisa menulis, akan tetapi tidak pernah berlatih atau mencoba untuk menulis. Menulis bukanlah bakat melainkan kemampuan yang dilatih secara terus menerus.  Terkait itu, secara khusus saya juga membahas di buku saya yang ketiga ini, bab 23, Menulis Apa Adanya dan Lakukanlah Setiap Hari.

4. Merujuk isi buku Anda, apakah sebaiknya tiap-tiap diri seorang pustakawan Indonesia itu juga terjun sebagai blogger ? Bukankah lebih populer memanfaatkan Facebook ? Dapatkah Anda sebutkan manfaat blog baik untuk pribadi di bidang intelektual, sosial, selain pahala secara finansial yang dibahas dalam buku Anda.

Tidak semua pustakawan harus menjadi blogger. Namun demikian, paling tidak mereka harus bisa menulis walaupun hanya diblog. Saya pernah menulis tentang kenapa pustakawan harus menulis diblog? Diantaranya adalah sebagai media untuk menuliskan pengetahuan yang didasarkan pada pengalamannya dalam bentuk teks yang lebih terstruktur (dari tacit knowledge ke explicit knowledge). Saya kira ini yang masih sedikit dilakukan oleh pustakawan kita.

Bagi saya, blog atau facebook bisa disandingkan menjadi satu yang saling bermanfaat. Blog sebagai media penyimpan tulisan-tulisan kita. Sedangkan facebook sebagai media untuk menyebarkan tulisan kita.  Yang jelas keduanya saya gunakan sesuai dengan fungsi utamanya. Namun demikian, bagi saya facebook juga sangat bermanfaat karena dapat digunakan untuk mencari ide menulis di blog. Tentang facebook secara khusus saya juga membahasnya pada buku ketiga ini di bab 21, Tips Mudah Mencari Ide Menulis di Blog. Setidaknya satu hal yang perlu kita renungkan bersama buat para pustakawan: “Mengupdates status di Facebook adalah mudah. Namun, akan menjadi tantangan jika kita mengeksplorenya menjadi sebuah tulisan yang lebih dalam lagi”  Di sisi lain kenapa kita tidak melihat di kolom status facebook? Sangat jelas isi tulisannya  adalah “Apa Yang Anda Pikirkan?” Jika Anda kehilangan ide untuk menulis, cobalah renungkan kalimat di kolom satatus facebook itu. Sekarang apa yang Anda pikirkan? Segeralah Anda menuliskannya!!! (Hal. 139).

Manfaat blog bagi saya pribadi adalah sebagai media utama untuk investasi ide dan gagasan yang suatu saat bisa dikembangkan misal menjadi sebuah buku. Saya membayangkan menulis diblog itu seperti orang bermain puzle. Kita merangkai dari potongan-potongan puzle hingga menjadi sebuah bentuk yang terlihat jelas. Menulis diblog juga seperti itu. Kumpulan tulisan itu dapat dirangkai menjadi sebuah buku. Buktinya adalah buku saya yang ketiga ini. Dari sisi sosial, jelas sekali akan bermanfaat untuk orang lain. Blogger ideal adalah seorang provider informasi dan pengetahuan yang tulisannya bermanfaat bagi orang lain. Seperti apa tulisan bermanfaat itu? Dibuku yang ketiga ini saya juga bahas diantaranya mengandung ilmu pengetahuan & pengetahuan (common sense), memberikan informasi yang benar, memberikan motivasi, inspirasi, bahasa mudah dipahami, ada hikmah bagi pembaca dan memberikan pencerahan.

5. Adakah pesan-pesan Anda untuk sejawat pustakawan Indonesia ? Dan tambahan : bisa Anda sebutkan lima judul buku yang menjadi favorit Anda ?

Untuk pustakawan di seluruh Indonesia mari kita menulis. Misal menulis di buku, jurnal, atau surat kabar. Jika semua itu terasa berat, maka pustakawan bisa mengawalinya dengan latihan menulis di blog. Menulis di blog itu adalah hal paling termudah karena kita bebas mengekspresikannya. Namun ingat, menulislah yang bermanfaat. Tulisan bermanfaat itu seperti yang saya sebutkan diawal.

5 buku favorit saya jika diurutkan:
  • Ihya Ulumuddin 1-12 terbitan Marja- Imam Al-Ghazali
  • Kunci-Kunci Rezeki Menurut Al-Quran dan As-Sunnah - Syaikh Dr. Fadhl Ilahi
  • Perang Eropa Jilid 1-3 – P.K. Ojong
  • Para Priyayi – Umar Khayam
  • Rumah Bambu – Y.B.Mangunwijaya

6. Terakhir, tolong sebutkan data bibliografis buku Anda itu. Juga alamat kontak bila ada sejawat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang buku Anda, juga untuk bisa membelinya. Terima kasih. Sukses untuk Murad.
Berikut data bibiliografisnya:
  • Judul Buku : Motivasi Go Blog: Semangat Menulis Blogger Pemburu Dolar
  • Kategori Buku : Motivasi, ngeblog, tips menulis
  • Format: 13x19 cm
  • ISBN : 978-602-371-070-6
  • Jml. Hlm : 178
  • Edisi/Cetakan : 1
  • Penerbit: LeutikaPrio 
  • Tempat terbit: Yogyakarta
  • Thn Terbit : 2015
  • Harga : Rp. 40.800
Jika ada yang berminat, teman-teman bisa menghubungi nomor saya untuk SMS, Telp, WhatsApp: 0813-179-76674 atau toko online www.leutikaprio.com dan toko buku mahoni.  Download apps toko buku mahoni global di Google Play Store.

Salam,
Pustakawan blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wawancara Dengan Bambang Haryanto Penulis Komedikus Erektus: Pentingkah Pustakawan Baca Buku Motivasi Go Blog? "