Informasi Gunung Berapi dan Cara Penyelamatannya

Advertisement
Saat Gunung Kelud meletus hari kamis (13/2/2014), tidak sedikit teman-teman yang tinggal di Yogyakarta membagikan foto dengan pemandangan yang bisa dikatakan sedikit mengerikan yakni banyaknya abu vulkanik dari Gunung Kelud yang menutupi jalanan, atap rumah, kendaraan, bahkan hingga adanya terjadinya kecelakaan karena tertutupinya jarak pandang oleh hujan abu vulkanik itu. Kendati Gunung Kelud berada di Propinsi Jawa Timur, namun demikian kota Yogyakarta tetap terkena dampaknya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana dengan orang-orang yang tinggal dekat dengan gunung berapi itu. Informasi lain yang beredar bahwa dampak dari abu vulkanik ini juga menjangkau Ciamis dan Bandung yang ada di Propinsi Jawa Barat.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta

Jl. Malioboro Yogyakarta

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri (Wikipedia). Gunung ini adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dengan ketinggian 1.731 meter diatas permukaan laut atau setara dengan 5,679 kaki. Telah tercatat beberapa kali Gunung Kelud telah meletus yakni tahun 1919, 1990, 2007 dan sekarang tahun 2014.

Jl. Colombo Dekat Universitas Negeri Yogyakarta

Informasi terakhir yang saya dapatkan dari situs bnpg.go.id bahwa jumlah tewas akibat dari erupsi Gunung Kelud sebanyak 4 orang dengan 56.089 jiwa mengungsi. Semoga bencana yang sedang terjadi ini tidak ada penambahan korban jiwa lagi.

Brosur Tentang Gunung Berapi 
Terkait akan hal itu, ada informasi yang menurut saya ini penting khususnya bagi orang-orang yang tinggal di dekat gunung berapi salah satunya seperti di Gunung Kelud ini. Informasi ini di keluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dulu bernama Bakornas.  Informasi tersebut dikemas dalam bentuk brosur. Sayangnya informasi yang ada di brosur ini tidak terbaca karena resolusinya yang terlalu kecil. Oleh karena itu, sayapun menuliskan ulang di blog ini. Berikut isi informasinya:

KENALI GEJALA DAN CARA PENYELAMATAN BAHAYA LETUSAN GUNUNG BERAPI

KENALI GEJALA DAN CARA PENYELAMATAN BAHAYA LETUSAN GUNUNG BERAPI
Waspada! Kepulauan nusantara kita berada pada jalur gunung berapi aktif
Siapkah Kita Jika Terjadi Bencana?
Kenali Penyebab dan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat

Bahaya Gunung Berapi
Aliran Lava
Lava adalah magma yang meleler ke permukaan bumi melalui lubang kepundan atau  rekahan, suhunya >1000° C, dapat merusak segala bentuk infrastruktur.

Aliran PIROKLASTIK / Awan PANAS
Aliran piroklastik/awan panas adalah aliran material vulkanik panas yang terdiri atas batuan berat(padat), ringan (berongga) lava massif dan butiran klastik yang pergerakannya dipengaruhi  gravitasi dan cenderung mengalir melalui lembah dengan kecepatan 10-100 m/detik pada suhu antara 100-1000°C

Jatuhan PIROKLASTIK
Adalah material yang disemburkan ke udara oleh suatu letusan gunung berapi kemudian jatuh kembali ke permukaan bumi, material ringan seperti  abu dapat tertiup angin sampai jauh puluhan bahkann ribuan kilometer.
  • Menimbulkan hujan abu
  • Membahayakan penerbangan
  • Membahayakan saluran pernafasan
  • Dapat merobohkan bangunan
Gas Beracun
Adalah gas vulkanik yang dapat mematikan seketika apabila terhirup ke dalam tubuh dalam konsentrasi di atas ambang batas. Gas tersebut antara lain :
CO2, SO2, Rn, H2S, HCI, HF, H2SO4
Gas tersebut pada umumnya tidak berwarna dan tidak berbau

 Longsor GUNUNG BERAPI
  • Longsoran pada tubuh gunung berapi yang terjadi bukan/akibat gunung berap
  • akibat lemahnya ikatan bebatuan pada tubuh gunung berapi
  • akibat dorongan energi letusan yang menyamping
Lahar LETUSAN
Lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang mempunyai danau kawah, terjadi bersamaan saat letusan, air bercampur material lepas gunung berapi mengalir dalam bentuk banjir lahar

Lahar HUJAN
Lahar hujan terjadi akibat endapan material yang diletuskan diangkut oleh hujan menyebkan banjir, lumpur, panas, atau dingin

Persiapan penanganan bencana oleh masyarakat bisa !..
Mengurangi kemungkinan
Untuk mengurangi kemungkinan bencana di suatu wilayah, tindakan pencegahan bencana perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakatnya.

Mengurangi Korban
Pada saat bencana terjadi, korban yang timbul umumnya disebabkan oleh kurangnya persiapan. Persiapan yang baik akan bisa membantu masyarakat untuk melakukan tindakan yang tepat guna dan tepat waktu.

Mengurangi Resiko
Bencana bisa menyebabkan kerusakan dan / atau korban jiwa. Dengan mengetahui cara pencegahannya masyarakat bisa mengurangi resiko ini.

Menjalin kerjasama
Penanggulangan bencana hendaknya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama itu sangat penting untuk memperlancar proses penanggulangan bencana.

Persiapan dalam Menghadapi letusan Gunung Berapi
  • Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
  • Membuat perencanaan penanganan bencana
  • Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
  • Mempersiapkan kebutuhan dasar
Jika terjadi letusan gunung berapi
  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
  • Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas
  • Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti : baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
  • Jangan memakai lensa kontak
  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan
Setelah terjadinya letusan gunung berapi
  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bbersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian
Mitigasi Bencana Gunung Berapi
Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi, tindakan yang perlu dilakukan :
Pemantuan
Aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data harian hasil pemantuan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung dengan menggunakan  radio komunikasi SSB.
Petugas pos pengamatan Gunung Berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.

Tanggap Darurat
Tindakan yang dilakukan oleh DVMG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi.
Tindakan tersebut antara lain :
  • Mengevaluasi laporan dan data
  • Membentuk Tim Tanggap Darurat
  • Mengirimkan Tim ke lokasi
  • Melakukan pemeriksaan secara terpadu
Pemetaan
Peta kawasan rawan bencana gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penggulangan bencana

Penyelidikan
Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi, Geofisika, dan Geokimia.
Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku, peta dan dokumen lainnya

Sosialisasi
Petugas melakukan sosialisasi kepada pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi.
Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Cara Penyelamatannya
Satu lagi informasi penting yang saya dapatkan dari website bandungkab.go.id yakni tentang bagaimana tindakan menyelamatkan diri ketika adanya bencana gunung berapi. Ada tiga cara yang perlu dilakukan, yaitu:

Sebelum Gunung Meletus
  • Buatlah satgas gunung api. Ini penting sebagai regu penolong pertama bila terjadi letusan.
  • Pelajari sejarah letusan gunung api yang pernah terjadi. Caranya :
  1. Menanyakan kejadian aktivitas gunung api yang pernah terjadi pada penduduk di sekitarnya.
  2. Menanyakan kepada aparat dinas ESDM Kabupaten / Kota, perguruan tinggi, serta asosiasi profesi.
  3. Mengamati langsung bekas aktivitas gunung api yang pernah terjasi.
  4. Mengamati perilaku alam di sekitar. Gunung api dikatakan aktif ditunjukkan dengan adanya air panas, gas belerang, deformasi, ledakan, aliran lava, dll.
  5. Kalau ada tanda-tanda ini pengamatan harus dilakukan terus menerus. Bila ada perubahan yang ekstrim, segera lapor pihak yang berwenang untuk dikonsultasikan.
  • Buat peta bahaya akibat bahaya gunung api di lokasi setempat dan rute jalan evakuasi yang paling aman.
  • Segera hubungi pihak yang berwenanguntuk mempelajari kesiapan dan tanggap darurat serta cara evakuasi.
  • Catat dan sebarkan ke setiap anggota satgas nomor telepon penting, seperti bupati, dinas sosial, satuan pelaksana perlindungan masyarakat (Linmas), Palang Merah Indonesia (PMI), Search and Recue (SAR), media peduli bencana, dll
  • Kembangkan dan rencanakan serta berlatihlah untuk keadaan darurat dengan satgas lain di sekitarnya. Ini penting untuk koordinasi antar satgas.
  • Rencanakan dan beritahukan dengan cermat cara-cara evakuasi untuk keluarga kita sendiri. Pastikan mereka mengetahuinya.
  • Rencanakan dan beritahukan apa saja yang harus disiapkan saat mengungsi misalnya menyiapkan tas yang diisi dengan pakain, bahan makanan dan minuman, obat-obatan, senter dan alat lain yang diperlukan. Bawa secukupnya untuk mengungsi selama minimal 3 hari.
  • Buat sistem peringatan dini sederhana, misalnya dengan tanda kentongan, peluit, interkom, pengeras suara masjid, dll.
  • Pelajari tentang pertolongan pertama (PPPK) dengan bantuan PMI agarsaat terjadi bencana ada pertolongan pertama dengan cara yang benar. Banyak korban cacat atau meninggal karena tidak tahu cara penyelamatan pertama.
  • Kenali dan catat tanda-tanda alam yang biasanya akan muncul sebelumgunung api akan meletus atau akan mengeluarkan sesuatu. Untuk itu perhatikan, dengarkan dan rasakan adakah sesuatu yang berbeda di sekitar kita bila dibandingkan dengan keadaan biasanya, misal :
  1. Hewan-hewan liar yang berlarian turun atau bersuara keras dan nampak gelisah. Atau hewan-hewan peliharaan kita apa menunjukkan gejala yang sama (seperti: burung dalam sangkar terbang gelisah, nabrak-nabrak sarang). Ini terjadi karena gelombang gempa vulkanik primer/longitudinal mampu menembus udara sehingga membuat hewan-hewan melakukan hal-hal yang tidak biasa. Hal ini juga disebabkan karena gelombang atau radiasi elektromagnetik magma yang mendekati permukaan bumi.
  2. Ada suara keras yang tidak pernah didengar sebelumnya, misal suara gemuruh akibat kubah lava yang runtuh atau akibat longsor, ada kebakaran hutan, ada pohon yang tumbang akibat longsor, dll.
  3. Ada bau yang aneh yang tidak biasanya misal bau belerang, bau basub yang menyengat) yang diakibatkan aktivitas gungun api.
  4. Ada suara berdesir keras akibat aliran piroklastik (awan panas) 
  5. Ada perasaan aneh yang dirasakan bersama-sama
  • Siapkan lampu senter dengan kondisi baterai yang masih baik
  • Siapkan obat-obatan untuk pertolongan pertama 
  • Siapkan persediaan makanan dan minuman
  • Siapkan masker
  • Siapkan sepatu yang kuat
Saat Terjadi Letusan Gunung
  • Tutup rapat jendela, pintu dan lubang angin
  • Masuklah ke kendaraan bermotor atau peralatan mesin lainnya ke dalam garasi dan matikan mesinnya.
  • Masukkan hewan peliharaan dan persediaan makanan di tempat lebih aman
  • Kumpulkan keluarga ambil tas yang sudah disiapkan dan evakuasi segera
  • Dengarkan instruksi ketua kelompok atau instruksi dari pihak yang berwenang setempat atau ikuti rute evakuasi yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, aliran sungai kering dan daerah aliran lahar.
  • Hindari tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan
  • Masuk ruang lindung darurat
  • Siapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
  • Melindungi mata dari debu bila ada gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau apapun yang bisa mencegah masuknya debu ke dalam mata
  • Jangan memakai lensa kontak
  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya abu gunung api usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan
Setelah Letusan Gunung:
  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. Hati-hati membersihkan abu diatas genteng, ada kemungkinan runtuh.
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, perseneling dan pengapian.
  • Terus dengarkan radio terutama untuk mendengarkan kerusakan-kerusakan yang terjadi seperti jalan, jembatan, bangunan penting, dll. Ini penting untuk petunjuk menuju lokasi bencana.
  • Gunakan telepon untuk kondisi darurat saja.
  • Beri pertolongan pertama bagi yang terluka atau terjebak. Bila tidak memahami dalam memberi pertolongan pertama panggillah bantuan. Ingat diupayakan jangan memindahkan korban luka parah, biarkan ahlinya yang melakukan itu, misalnya petugas PMI atau dokter.
  • Beri pertolongan terlebih dahulu pada tetangga terutama tetangga yang cacat dan atu manula serta anak kecil karena sangat membutuhkan bantuan orang lain.
Sebagai informasi berikut Status Gunung Api di Indonesia per 15 Februari 2014. Seperti biasa informasi ini saya ambil dari situs resmi Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB).

Status Gunung Api

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Informasi Gunung Berapi dan Cara Penyelamatannya"