Dolma: Sebuah Tradisi dan Identitas Budaya

Advertisement
Oleh: Imas 
(Alumnus JIP Unpad, Relawan Kampanye Justice For Khojaly dan Member of Young Friend of Azerbaijan) 

Indonesia termasuk salah satu negara yang makanan pokok nya adalah nasi. Nasi itu sendiri terbuat dari beras. Olahan nasi banyak ragamnya di Indonesia. Diantaranya diolah menjadi nasi kuning, nasi uduk, nasi mentega, nasi rendang, dan masih banyak lagi. Beras itu sendiri ada beberapa jenis yaitu beras putih, merah, dan hitam. Beras putih yang banyak dipakai oleh orang Indonesia dan Asia khususnya.

Imas
Imas
Sebagaimana kita di Indonesia, di negara dataran kaukasus seperti Azerbaijan, beras pun di olah sedemikian rupa. Adalah Dolma, makanan khas Azerbaijan yang baru-baru ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia Takbenda. Negara Azerbaijan sendiri dikenal dengan sayuran. Sayuran hijau yang digunakan secara musiman dalam hidangan. Rempah segar seperti mint, ketumbar, adas manis, dan selada air sangat populer dan sering menemani hidangan utama. Laut Kaspia adalah rumah bagi banyak spesies ikan yang dapat dimakan, termasuk ikan sturgeon, salmon Kaspia, kutum, sarden, mullet abu-abu, dan lain-lain. Kaviar hitam dari Laut Kaspia adalah salah satu dari makanan lezat yang terkenal dari Azerbaijan dan juga dicari di negara lain, termasuk negara-negara bekas Soviet.

Kembali ke Dolma, makanan khas Azerbaijan. Makanan ini dalam pengolahannya terdiri dari berbagai macam bahan yaitu sayuran, daging kambing atau sapi, paprika, daun anggur, rempah-rempah khas Azerbaijan, dan lain-lain.

Tradisi Dolma itu sendiri di dalamnya tidak hanya pengetahuan tapi juga ada keterampilan yang berkaitan dengan persiapan makanan tradisional 'dolma'. Bentuk dari dolma itu sendiri berupa bungkusan kecil (seperti tape hitam yang dibungkus oleh daun jambu batu) yang berisi  daging, bawang merah, nasi, kacang polong dan rempah-rempah, dibungkus daun anggur atau dimasukan ke dalam terong unggu yang yang bagian dalamnya sudah di kosongan. Adapun bahan-bahan tersebut sudah dimasak terlebih dahulu.
Dolma : Sebuah Tradisi dan Identitas Budaya
Credit: azcookbook.com
Asal muasal kata dolma itu sendiri dari kata 'doldurma' yang mempunyai arti “boneka”. Teknik pembuatan, bahan yang digunakan dan penyajian makanan dolma ini berbeda-beda, tergantung dari komunitas lokal atau keluarga yang menyajikan. Tradisi ini hadir di seluruh Republik Azerbaijan, dan dianggap sebagai praktik kuliner utama di semua wilayah. Tradisi menikmati dolma ini pada acara dan pertemuan khusus selain dari itu mengandung makna sebagai pengungkapan rasa solidaritas, rasa hormat dan keramahan. Tradisi ini dijaga dan ditularkan dari generasi ke generasi dan tanpa memandang etnis dan agama yang berbeda di Azerbaijan.

Sebagian besar yang membuat dolma ini adalah kaum hawa. Secara umum dolma ini disajikan untuk acara-acara budaya dan sosial. Menariknya lagi tradisi ini dibawa ke ranah pendidikan formal yaitu di sekolah-sekolah kejuruan dan program magang. Tradisi dolam ini sendiri memiliki andil yang cukup besar dalam persaudaraan . Hal itu tercermin di berbagai kegiatan seperti festival, sekolah kejuruan yang mengajarkan tradisi dolma ini. Tradisi sebagai pelekat kehidupan masyarakat Azerbaijan.


Tulisan berjudul Dolma : Sebuah Tradisi dan Identitas Budaya tersebut adalah kiriman dari salah satu alumnus JIP, Universitas Padjajaran. Tertarik untuk mengirimkan tulisan ke blog muradmaulana.com misalnya seputar pendidikan, budaya, kuliner, kepustakawanan, dan lainya? Silahkan hubungi kontak saya ya di sini.

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dolma: Sebuah Tradisi dan Identitas Budaya "