3 Keluhan Seorang Full Time Blogger di Kampung

Advertisement
Pagi ini saya baca di forum Komunitas Publisher Indonesia dan membaca salah satu threads dari salah satu member. Dalam threads tersebut dia berbagi cerita tentang 3 keluhan yang dialaminya. Pertama, karena jarang keluar alias didalam kamar terus, konon ada tetangganya yang ngomongin. Entah ngomongin negatif atau positif. Kedua, komentar pedas karena pake laptop dianggap sok bergaya termasuk menyinggung penghasilannya. Dan terakhir, proses lamaran ke camer tersendat pasalnya dianggap belum mempunyai pekerjaan tetap.

Bagi saya pribadi, melihat 3 keluhan dari salah satu member ads.id tersebut tidaklah aneh karena itu sering terjadi di lingkungan saya sendiri. Di kampung itu, gaung internet marketing belum terlalu booming. Apalagi ketika orang tersebut menjadi seorang full time blogger yang mengurung diri terus di dalam kamar. Tentu tetangga sekitar akan bertanya-tanya bahkan hingga penasaran, apa yang sebenarnya dikerjakan oleh seseorang yang jarang keluar rumah itu?

Solusi 
Menurut saya, solusi pertama adalah hidup bersosial dalam masyarakat itu penting. Paling tidak sekali dalam seminggu cobalah keluar rumah misal sore-sore ikut olah raga. Biasanya kalau dikampung ada main bola bersama. Bisa juga bagi yang  muslim sholat berjama'ah dimasjid. Biasanya ketika maghrib hingga menjelang Isya kita bisa ketemu dengan beberapa teman atau tetangga yang memang mereka rajin sholat berjama'ah di masjid atau bisa juga aktif di perkumpulan desa seperti karang taruna kalau memang ada. Saya kira kegiatan-kegiatan positif ini bisa kita manfaatkan untuk hidup bersosial dengan lingkungan sekitar.

3 solusi

Solusi kedua, tak perlu hiraukan dengan bisik-bisik tetangga. Apalagi jika bernada negatif. Abaikan saja dan anggap saja sebagai penyemangat untuk diri sendiri agar selalu terus berkembang dan maju. Terkait hinaan dan cacian, itu hal yang biasa. Penyakit hati itu pasti ada dalam manusia. Hanya orang-orang yang benar-benar bertakwalah yang akan terhindar. Ingat! peristiwa Qabil dan Habil anak Nabi Adam adalah kisah pembunuhan pertama yang disebabkan dari penyakit hati. Jadi, hati-hatilah dengan penyakit hati. Saya sendiri hingga sekarang masih terus belajar agar terhindar dari penyakit hati yang banyak jenisnya seperti iri, dengki, dendam, hasud, riya dan lain sebagainya. Semoga Allah, SWT menghindarkan semua jenis penyakit hati kepada kita semua. Amin

Solusi ketiga, terkait lamaran ke calon mertua (camer) yang masih ragu dengan pekerjan calon menantunya, maka ada baiknya komunikasi itu harus dibuka lebar-lebar, tidak ada yang ditutup-tutupi. Dalam artian wajar saja camer masih meragukan karena kemungkinan camer belum mengetahui jenis pekerjaan kita. Jelaskan saja bahwa pekerjaan sebagai full time blogger ini seperti orang berwirausaha secara mandiri. Terangkan kelebihan dan kekurangan pekerjaan kita. Disisi lain sang calon istri juga harus membantu agar menjelaskan secara detail tentang seluk beluk pekerjaan calon suaminya. Saya kira, jika dikomunikasikan secara terbuka, maka lambat laun calon mertua-pun akan luluh dan percaya. Bila perlu, untuk memperkuat, seorang full time blogger juga seharusnya mempunyai ruang kerja tersendiri di rumahnya dengan konsep desain yang menarik. Tunjukan kepada camer bahwa disitulah tempatnya ia bekerja. Jangan lupa, jika mampu lakukan juga ekspansi usaha yang bersifat offline sebagai penyeimbang. Sehingga camer-pun akan bertambah yakin dengan pilihan anaknya itu.

Sukses
Sebenarnya ada banyak solusi selain dari 3 cara diatas. Saya percaya akan ada banyak member lain yang memberikan ide yang lebih brilian. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan. Ketika seorang full time blogger yang tinggal dikampung itu sukses, maka lambat laun semua keluhan diatas itu akan hilang dengan sendirinya. Secara umum parameter sukses dikampung itu sangatlah mudah. Salah satunya ketika kita sudah membeli barang-barang mewah, tanah atau sejenisnya. Bahkan ketika sudah mampu memberangkatkan haji kepada orang tua kita, juga termasuk dalam kategori orang sukses. Nah, buat para full time blogger yang tinggal dikampung, buktikan dan tunjukan bahwa kamu termasuk orang-orang sukses sehingga terhindar dari 3 keluhan diatas. Semoga sukses kawan.

Baca juga artikel tentang manusia sukses yang sebenarnya: Sukses di Usia Muda

Salam,
Pustakawan blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "3 Keluhan Seorang Full Time Blogger di Kampung "