Sebaiknya Karena 3 Hal Ini Apabila Akan Gadaikan SK PNS

Advertisement
Kurang lebih sekitar 9 tahun saya sudah menjadi abdi negara, PNS. Ada pengalaman menarik sejak menyandang gelar sebagai CPNS hingga menjadi PNS sekarang ini. Satu hal yang selalu saya ingat adalah fenomena SK PNS yang tergadaikan. Ingat! bukan SK PNS yang tertukar lho! he..2.

Pertama kali masuk begitu bahagianya berkumpul memakai seragam coklat baru dengan teman-teman CPNS lain. Di sebuah ruangan besar dengan sabar saya bersama teman-teman menunggu kedatangan seorang bupati yang akan melantik sekaligus akan memberikan SK CPNS. Kelak selembar kertas itu akan sangat berarti walaupun masih ada huruf "C" didepannya dan tertulis gaji pokok masih 80%.

Lemari Arsip
Saat itu apa wejangan yang diberikan sang bupati kepada saya dan semua teman-teman CPNS yang hadir tersebut? Saya begitu serius mendengarkan. Telinga dibuka lebar-labar. Mata tertuju ke arah bupati yang berdiri didepan mimbar sambil memegang mik.

"Selamat menjadi PNS, awas begitu surat SK ini dibagikan jangan langsung disekolahkan ya," ucap bupati kala itu dengan mimik muka sedikit tersenyum.

Sontak sayapun terkejut. "hah disekolahkan?," gumamku dalam hati. Belakangan saya baru tahu bahwa makna SK disekolahkan itu merupakan makna konotasi yang artinya SK itu digadaikan di bank untuk meminjam sejumlah uang. Masuk dalam otak saya, pelajaran pertama menjadi CPNS adalah pinjam uang puluhan juta hanya dengan menggadaikan SK. Konon kabarnya walau masih CPNS, pihak bank akan lebih percaya meminjamkan uang kepada para abdi negara tersebut. Ketika SK CPNS berubah menjadi PNS, maka pihak bank akan lebih percaya lagi dan dapat menambah besarannya pinjaman. Wow...wow...

Lalu untuk apa meminjam uang dibank dengan menggadaikan SK PNS? Sepanjang saya bekerja itu, ada bebarapa alasan kenapa mereka berani meminjam di bank. Berikut beberapa alasan yang saya dengar dari teman-teman senior PNS:
  • Membeli motor baru
  • Membeli mobil baru atau second
  • Membeli barang-barang elektronik lainya misal smartphone, laptop, LCD, dll
  • Biaya pendidikan anak sekolah atau kuliah
  • Membeli rumah
  • Modal bisnis
  • Membeli sawah
  • Membayar hutang
  • Biaya anak mencari pekerjaan
  • Dan lain-lain
Dari berbagai alasan itu, ada satu yang membuat saya tergelitik tentang cara berpikir dari beberapa para senior PNS itu. Sebagai contoh membeli sesuatu hal yang tak penting. Misalnya motor keluaran terbaru. Untuk apa membeli motor keluaran terbaru sementara motor lama masih bisa berfungsi? Sekedar gaya? Atau memang kolektor? Entahlah saya juga tak paham. Padahal jika dibandingkan dengan keadaanku saat itu, posisi saya masih sebagai anak muda yang belum menikah. Tentunya godaan ingin memiliki motor baru seharusnya lebih besar dibanding mereka para PNS senior yang sudah mempunyai anak dan cucu. Sejatinya saya juga sering ditawari oleh sales dealer untuk membeli motor baru mengingat motor saya yang butut. Tetapi saya selalu menolak dengan alasan motor tersebut masih bisa berfungsi. Pola pikir inilah yang seharusnya menjadi pijakan agar terhindar dari perbuatan konsumtif.

Saya mengerti, setiap orang tentu memiliki cara berpikir sendiri. Yang jelas saya mempunyai pandangan lain tentang pemanfaatan SK PNS. Sebaiknya ketika akan menggadaikan SK PNS, pikirkan masak-masak terlebih dahulu. Saya mempunyai kriteria tersendiri untuk meminjam uang dibank ketika harus menggadaikan SK. Minimal karena 3 hal berikut ini:

Pendidikan
Biaya pendidikan bisa untuk diri sendiri misalnya melanjutkan S1, S2, dan S3 atau pendidikan untuk anak-anak bagi yang sudah berkeluarga. Menurut saya meminjam uang dibank untuk melanjutkan studi masih bisa dimungkinkan kendati harus membayar angsuran setiap bulannya. Meminjam uang dibank untuk biaya pendidikan tentu untuk tujuan jangka panjang misalnya agar jenjang karir dimasa yang akan datang lebih menjanjikan. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk merubah nasib agar menjadi lebih baik. Namun demikian, sebelum meminjam uang dibank untuk biaya pendidikan ada baiknya mencoba mencari beasiswa. Cara ini bisa kita gunakan mengingat dengan beasiswa kita akan terbebas dari berbagai macam biaya ketika melanjutkan studi. PNS tentu memiliki banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa jika saja kita mau berusaha untuk mendapatkannya. Intinya kita sendiri yang harus aktif mencari informasi seputar beasiswa baik untuk jenjang master (S2) dan doktor (S3). Begitu pula jika biaya pendidikan untuk anak kita. Mengapa tidak mencoba mencari beasiswa terlebih dahulu? Barangkali saja rejeki itu singgah untuk pendidikan anak kita secara gratis. Bagi PNS-PNS muda silahkan dari sekarang untuk mulai memikirkan biaya pendidikan untuk anak-anak kita kelak. Entah dengan cara mengikuti asuransi, menabung atau lainya yang dirasa cocok.

Bisnis atau Modal Usaha
Beberapa alasan PNS senior yang berani meminjam uang dibank dikarenakan mempunyai tujuan untuk berbisnis atau modal usaha.  Sekali lagi ini juga perlu dipikirkan secara matang mengingat tidak sedikit pada akhirnya banyak PNS yang bangkrut harus menanggung hutang akibat salah perencanaan ketika akan memulai usahanya. Hati-hati dalam menjalankan bisnis, tentunya sifat yang harus kita kedepankan. Boleh-boleh saja meminjam uang di bank untuk berbisnis dengan menggadaikan SK, namun jangan lupa harus diperhitungkan setoran tiap bulan yang harus dibayarkan. Pendapatan bersih dari berbisnis jangan sampai semuanya untuk setoran bank. Sebisa mungkin harus ada sisa minimal 50% dari pendapatan bersih setelah dipotong sisa hutang untuk bank. Jika boleh saya mengusulkan, sebaiknya bagi PNS yang baru terjun dunia bisnis, maka lakukanlah bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu dengan modal seminim mungkin. Bahkan kalau bisa, berbisnislah tanpa modal sepeserpun alias modal dengkul. Saya pernah menulis artikel diblog ini bahwa PNS bisa menjalankan usaha sampingan tanpa harus mengeluarkan modal besar dan mengganggu waktu utamanya. Silahkan baca: Ngeblog Sebagai Bisnis Sampingan PNS

Membeli Rumah Cash
Menggadaikan SK PNS untuk tujuan membeli rumah secara cash juga bisa dimungkinkan karena jika kita mengandalkan menabung dari duit gaji saja, maka akan berapa lama rumah yang akan kita beli itu dapat terwujud. Sedangkan rumah itu termasuk salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi selain kebutuhan pokok lainya seperti makan dan minum. Seperti yang kita tahu, harga rumah dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan. Oleh karenanya membeli rumah itu tak akan pernah rugi jika dibandingkan membeli mobil yang harganya semakin lama akan semakin turun.

Tiga kriteria diatas adalah menurut pandangan pribadiku saja.  Lantas, bagaimana denganku? Apakah pernah menggadaikan atau menyekolahkan SK PNS nya? Alhamdulillah hingga sekarang belum. Masih kusimpan di lemari arsip seperti gambar diatas itu.

Salam pustakawan blogger

Advertisement

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sebaiknya Karena 3 Hal Ini Apabila Akan Gadaikan SK PNS "