Jeli Melihat Peluang Bisnis: Dari Combro dan Misro Kini Ketupat Sayur

Advertisement
Saya acungi dua jempul buat pedagang ketupat sayur dekat kantorku, Jalan Gadjah Mada Jakarta Pusat. Betapa tidak, kini dia mempunyai banyak pelanggan para pegawai / karyawan yang setiap pagi membeli sarapan ketupat sayurnya. Terus terang, sejak kepindahan dikantor yang baru sekitar tahun 2012 hingga sekarang, sembari sarapan saya dulunya selalu memperhatikan pedagang ketupat sayur ini ketika masih berjualan gorengan combro dan misro. Bisa dikatakan masih bisa dihitung dengan jari para pegawai / karyawan yang membelinya. Padahal disebelahnya ada penjual aneka macam gorengan yang laris manis seperti tempe, tahu, bakwan, dan pisang. Tapi itu dulu, sekarang tentu berbeda. Kalau melihat perkembangannya, menurutku pedagang ketupat sayur ini , mempunyai insting bisnis yang kuat. Kenapa demikian? Karena ia jeli melihat peluang bisnis dimatanya ketika bisnis yang pertama ia jalankan sebagai pedagang combro dan misro kurang begairah.
Ketupat Sayur
Pedagang Ketupat Sayur
Berani Melakukan Yang Baru dan Berbeda
Mudah ditebak, mengapa pedagang combro dan misro ini berubah haluan menjadi pedagang ketupat sayur. Pertama, ketika pangsa pasar combor dan misro  kurang diminati sehingga sepi pembeli, maka dengan kejeliannya ia beralih menjadi pedagang ketupat sayur. Ini artinya ia berani melakukan hal yang baru dan berbeda. Dikatakan berbeda karena di daerah tersebut belum ada yang berjualan ketupat sayur. Alhasil ketika mencoba berdagang ketupat sayur, nyatanya ia menemukan jalannya. Laris manis bak kacang goreng. Waktu berjualannyapun hanya beberapa jam saja. Sekitar 4 jaman lebih, dari mulai jam 06.00 pagi hingga jam 9.30. Polanya sama seperti pedagang bubur dan mie ayam yang menjadi langganan sarapankuku (baca: Belajar Trik Bisnis Dari Tukang Bubur).

Alternatif Sarapan Pagi
Karena berbeda, maka pedagang ketupat sayur ini adalah sebuah alternatif sarapan pagi untuk para pegawai / karyawan disekitarnya.  Kita tahu, setiap hari tentu para pegawai / karyawan akan merasakan bosan apabila hanya menu sarapan paginya itu-itu saja. Oleh karena itu, adanya menu jenis baru dapat membuka peluang yang ada.

Bersih dan Enak
Menurutku, selain dua faktor diatas hal lainya yang membuat pedagang ketupat sayur ini sukses adalah kebersihan yang terjaga dan rasanyapun benar-beanr enak. Saya baru mencobanya sekali semenjak pedagang ketupat sayur ini berjualan. Ternyata benar-benar nikmat. Mulai dari rasa kuahnya, ketupatnya yang padat, dan sambal pedasnya. 

Pelajaran Penting
Tiga hal yang menjadi pelajaran penting buat saya pribadi terhadap pedagang combro dan misro yang kini lebih sukses setelah berubah menjadi pedagang ketupat sayur. Pertama, tanggap dan berani melakukan perubahan. Membuat hal-hal baru. Dengan demikian diperlukan ide-ide kreatif sampai suatu saat menemukannya yang tepat. 

Kedua, lihat perkembangan sekitar karena disitulah akan ada peluang yang tak terlihat namun sebenarnya memiliki potensi yang bagus ketika kita jalankan. Berusaha dulu baru ambil kesimpulan. Jangan dibalik, belum berusaha sudah berani ambil kesimpulan.

Ketiga, ketika menawarkan sebuah produk, maka harus ada standard terbaik yang kita tawarkan. Sebagai contoh kasus diatas dibidang makanan. Apa standar terbaik yang ditawarkan oleh tukang ketupat sayur itu? Bersih, rasanya yang nikmat, dan pelayanan cepat.

Tiga hal sederhana itu, kiranya bisa menjadi motivasi buat siapa saja yang ingin atau baru terjun ke dunia bisnis. Memang tampak sederhana, namun sejatinya melalui hal-hal sederhana itulah yang akan bisa mengantarkan ke jalan kesuksesan yang diharapkan. Bagaimana teman-teman? Bisakah kita jeli melihat peluang bisnis seperti pedagang combo dan misro itu? Kini pedagang itu telah menemukan jalannya menjadi pedagang ketupat sayur.

Salam Pustakawan Blogger

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Jeli Melihat Peluang Bisnis: Dari Combro dan Misro Kini Ketupat Sayur"