Alasan Umum Mutasi PNS dan Bagaimana Solusinya Jika Tidak Di Ijinkan Atasan?

Advertisement
Tidak sedikit bagi para PNS yang merasa terzolimi ketika hendak mengajukan mutasi namun ditolak dengan alasan yang terkadang klasik. Apa itu? Misalnya masih dibutuhkan oleh kantornya. Padahal disatu sisi, ketika kita ingin melakukan mutasi itu dikarenakan sesuatu hal yang urgent atau mungkin dikarenakan kondisi kantornya yang memang sudah tidak nyaman. Beberapa alasan umum yang biasanya kenapa seorang PNS ingin melakukan mutasi adalah sabagai berikut:
  • Ikut suaminya yang tinggal atau kerjanya jauh diluar kota bahkan propinsi atau lintas negara
  • Kondisi kantor yang sudah tidak nyaman baik karena kondisi SDM maupun budaya kerjanya
  • Ingin meningkatkan jenjang karir
  • Ingin memperoleh penghasilan yang lebih baik
  • Ingin mencari suasana lingkungan kerja yang baru
  • Merawat orang tuanya yang renta
  • Kondisi kesehatan yang memburuk dan;
  • Jarak tempuh kantor yang jauh dengan tempat tinggalnya
PNSSetiap PNS yang melakukan mutasi tersebut, kurang lebih mempunyai alasan seperti yang telah saya sebutkan diatas. Saya mencoba merengking tiga besar alasan mutasi PNS yang seringkali ditemukan dilapangan misalnya pertama, karena ikut suami. Kedua, kondisi kantor yang tidak nyaman dan ketiga karena ingin meningkatkan jenjang karir yang lebih baik. Urutan alasan tersebut tentu dengan sampel yang terjadi pada teman-teman PNS dikantor dan teman-teman PNS pembaca blogku.

Saya mengobrol dengan beberapa rekan PNS yang ingin melakukan mutasi. Beberapa diantaranya secara terbuka mengatakan, bahwa tidak ada jenjang karir apabila terus bertahan dikantornya yang sekarang. Kemudian ada juga yang merasa tidak dibutuhkan oleh atasannya namun anehnya ketika mengajukan mutasi selalu ditolak. Sungguh ironis.

Namun demikian, seringkali seorang PNS yang ingin melakukan mutasi itu lagi-lagi terganjal hanya karena alasan klasik tersebut. Saya sebagai seorang PNS yang juga pernah melakukan mutasi harus menunggu beberapa tahun dikarenakan tidak disetujui oleh atasan. Kalau sudah demikian, bagaimana solusinya jika tidak diijinkan oleh atasan ketika hendak melakukan mutasi? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan bagi rekan-rekan PNS yang ingin mencobanya. Barangkali saja bisa berhasil. Tapi ini hanya pengalamanku saja lho.

Bersabarlah, Tunggulah Atasan Yang Baru
Ketika usulan mutasi telah diajukan dan selalu keluar dengan keputusan penolakan, maka bersabarlah dan tunggulah dengan pergantian atasan yang baru. Jabatan itu tidak abadi karenanya suatu saat pasti akan tergantikan. Menunggu memang membosankan, tetapi itulah satu cara dan usaha yang perlu kita lakukan. Siapa tahu dengan atasan yang baru ini, justru akan memberikan lampu hijau kepada kita yang ingin melakukan mutasi. Jika hasilnya tetap sama, maka cobalah tetap bersabar lagi dengan menunggu pergantian atasan yang baru lagi. Lantas, sampai kapan harus menunggu? Silahkan beri target masing-masing. Misalnya saya hanya menunggu pergantian sampai 3 kali atasan yang baru. Selebihnya akan melakukan cara lain.

Lagi pula jika atasan sudah tidak memperbolehkan mutasi, apa yang benar-benar harus kita lakukan? Menurut hemat saya, tidak ada kecuali hanya menunggu pergantian. Persetujuan mutasi itu pertama kali harus sepengetahuan atasan kita terlebih dahulu. Karena itulah pintu awalnya.

Saya sendiri harus menunggu satu kali pergantian atasan dan Alhamdulillah akhirnya berhasil. Walaupun saat pergantian atasan yang kedua ini pada dasarnya saya tidak diperbolehkan mutasi juga.  Akan tetapi, karena saya terus mencoba dan mencoba lagi, pada akhirnya atasanpun luluh.

Baca juga: 11 Pertanyaan Umum Tentang Mutasi PNS

Datang Ke Rumahnya
Datang ke rumah atasan bukan bermaksud untuk memberikan "upeti", melainkan mencoba sesuatu hal yang baru. Saya tahu menghadap dikantor dengan dirumah tentu akan berbeda. Dirumah biasanya akan lebih bersifat kekeluargaan. Sayapun mencobanya dengan mendatangi atasanku. Saya memang tidak bertemu dengan atasanku secara langsung karena beliau benar-benar sibuk. Saya hanya bisa bertemu dengan istrinya. Sayapun menceritakan semuanya secara terbuka agar istri atasan saya iba dan mau membantuku agar mempengaruhi suaminya yang menjadi atasanku itu. Siapa tahu dengan bercerita kepada istrinya, atasanku jadi berubah pikiran.

Baca Juga: Tips Mutasi PNS: Sebuah Pengalaman Pribadi

Resign PNS
Cara yang ketiga ini sebenarnya cara yang bisa dikatakan ekstrim karena saya mengajukan resign / mengundurkan diri dari PNS. Setelah cara dua diatas saya lakukan dan tetap masih gagal. Sayapun melakukan cara yang ketiga ini. Apa yang terjadi? Atasankupun mewawancarai saya panjang lebar. Mulai dari mempertanyakan akan bekerja apa? hingga alasan kenapa mesti resign? Lantas, Sayapun jelaskan apa adanya dan atasanku mulai berubah pikiran. 

Bagaimana jika ternyata atasan kita tetap tidak memperbolehkan untuk mutasi? Pada saat itu saya memang sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Saya juga akan tetap resign karena saya merasa rezeki untuk mencari nafkah bukan hanya menjadi seorang PNS. Artinya saya sudah yakin dengan sepenuhnya jika memang tidak diperbolehkan mutasi. Sayapun sudah siap untuk resign. Pekerjaan apa yang akan kulakukan? Tentuya saat itu saya telah mempunyai cadangannya dong (he..2).

Baca juga: 6 Alasan Kenapa Ingin Resign (Undur Diri) PNS

Pada dasarnya solusi yang dijalankan oleh teman-teman PNS ketika tidak di ijinkan mutasi oleh atasan itu tentunya akan berbeda-beda. Sedangkan tiga cara diatas yang pernah saya lakukan itu adalah pengalaman pribadiku tempo dulu. Khusus untuk cara terakhir, yakni resign PNS, saya tidak menganjurkan lho! Kecuali kalau memang teman-teman sudah yakin.

Salam pustakawan blogger

Advertisement

Artikel terkait:

10 Tanggapan untuk "Alasan Umum Mutasi PNS dan Bagaimana Solusinya Jika Tidak Di Ijinkan Atasan?"

Arga Yudhistira mengatakan...

Assalamualaikum,wrwb bang murad saya juga sama diminta oleh eselon 2 di satu satker yang sama tidak dikasih oleh pimpinan.

Arga Yudhistira mengatakan...

ya saya juga sama bang murad diminta oleh instasi eselon 2 yang berbeda di satker eselon 1 yang sama saya tidak dlepas oleh pimpinan.

riyadin kanba mengatakan...

Assalamualaikum, saya mengucapkan terima kasih akan adanya blog ini. Saya juga ingin mutasi ke daerah karena tempat kerja saya jauh dan sudah tidak nyaman lagi. tapi saya masih kawatir apakah dengan mutasi rejeki saya akan lebih baik lagi?

ofi tusiana mengatakan...

pengen mutasi biar dekat sama ortu (permintaan ortu), tp blm diizinkan juga. belum lagi suasana kantor yg kurang kondusif. sebenarnya juga tidak menikmasti pekerjaan. apa harus resign ya, hiks.

murad maulana mengatakan...

Arga: Walaikum Salam. Ya mas Arga.Berarti masih dipandang perlu kali sama pimpinan.hehehe (berpikir postif)

Riyadin: Walaikum salam. Kalau kita yakin, Insya Allah, klo rejeki mah gak bakal kemana-mana. Allah maha pemurah.

Ofi: heheheheh. Apakah sudah berani mba ofi mengambil langkah resign?

Taufik Romansyah mengatakan...

Asslmkm.mas murad...mas mhon sarannya saya cpns perawat anestesi saya sngt mncintai pkrjaan saya akan tetapi d tmpt saya kerja saya mrasa kurg d butuhkn...saya ingin mutasi k tmpt yg mmbutuhkn tenaga saya dan dkt dgn kluarga...tpi saya trikat prjanjian apbila mutasi sblm 10 thun saya hrs bayar 250 juta saya sndiri siap utk membayarnya bgaimana mnurut mas murad?

murad maulana mengatakan...

Walaikum salam mas taufik

Dalam pemikiran saya, ketika sudah terikat perjanjian tidak boleh mutasi selama 10 tahun, kemudian mas taufik ingin mutasi karena merasa tidak dibutuhkan dan agar dekat dengan keluarga. Akan tetapi, mas taufik sanggup membayar sebesar 250 juta. Menurutku ini sangat disayangkan. Kenapa tidak mencobanyanya dulu tanpa harus membayar? Walaupun memang secara hukum jelas ini akan menjadi hal yang sulit karena dengan surat pernyataan itu, berarti mas taufik siap tidak minta mutasi selama 10 tahun.

Jika gagal, menurutku kenapa tidak mencoba bekerja di sektor swasta yang posisinya lebih dekat dengan kelaurga misal di rumah sakit, pusat pembedahan, klinik dokter umum, klinik dokter gigi, klinik operasi plastik, dan klinik ahli penyakit kaki. Kalau memang cinta profesi, saya kira bekerja di sektor swasta atau negeri itu tidak masalah. Yang penting pekerjaan mas taufik sangat dibutuhkan.

Mengeluarkan 250 juta bagi saya bukan uang yang sedikit. Setidaknya uang itu bisa digunakan untuk yang lain yang lebih pas sesuai kebutuhannya. Akan tetapi, pilihan tetap ke mas taufik, kalau dirasa yakin kenapa tidak?

Tapi, kalau posisi saya seperti mas taufik. Secara jujur saya akan mencobanya dulu. Ketika gagal, lebih baik saya mencari instansi lain yang sesuai dengan bidang pekerjaan, dekat dengan keluarga dan yang pasti dibutuhkan. Tak peduli kalaupun bukan menjadi pns. Yang jelas pekerjaan itu memang nyaman untuk dijalani.

Salam

Vividora Loves Baby Blue mengatakan...

Saya juga sudah mengajukan permintaan pindah ke atasan dan akhirnya di tolak dgn alasan tidak ada nya pengganti, sebenarnya alasan saya ingin mutasi karena suasana kerja yang sudah tidak kondusif lagi serta beberapa pekerjaan yang di bebankan tidak sesuai dgn tupoksi saya di tambah lagi tekanan di lingkungan pekerjaan yang sudah tidak sanggup saya hadapi.. menurut mas solusi saya gimana ya... apa logis jika saya meminta mutasi dgn alasan alasan yg saya sebut kan diatas. Dgn catatan saya sdh mengabdi dari 2005. Terima Kasih

murad maulana mengatakan...

vividora: sebenarnya hak setiap pns bisa mutasi. Hanya saja persetujuan itu tergantung atasan. Nah, menurutku alasan-alasan itu tidak bisa dituliskan secara jujur secara tertulis. Tapi kalau mendiskusikannya secara lisan dengan atasan secara terbuka misalnya bercerita, saya rasa itu tidak masalah (jika merasa dekat, he2). Paling ndak, kita menulis secara tertulis itu misalnya untuk meningkatkan jenjang karir atau apalah.

wiesti - mama nadine adzra - mengatakan...

Assalamualaikum mas murad
Apakah diperbolehkan sy mutasi ke ddaerah dimana awal jd pns sy ditempatkan didaerah tsb?. Thn 2006-2009 sy diblitar, pindah dijkt 2009-skrg. Skrng sy mau ke blitar lg dgn alasan ikut suami dan dekat anak2.Dl sy pindah ke jkt, orang tua yg bnt urus kepindahan walau sy sempat nolak tp orangtua kecewa sekali. Dan saat ini sy benar2 lebih mantab ikut suami di daerah tp apakah etis ya?? Terima kasih. Wassalam