Sejarah Batik Indramayu

Advertisement
Selain terkenal dengan makanan khas mangganya, Kabupaten Indramayu juga terkenal dengan batiknya. Ketika saya masih bekerja di Perpustakaan Umum Kabupaten Indramayu, ada beberapa koleksi lokal konten yang menurut saya ini penting dan harus saya sebarkan untuk warga Indonesia, khususnya orang Indramayu. Salah satu koleksi konten lokal itu adalah buku Batik Indramayu. buku ini diterbitkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indramayu. Isinya sangat sederhana seperti sejarah perkembangan batik Indramayu, potensi sentra batik Indramayu, proses pembuatan dan pemasaran batik Indramayu, motif serta jenis-jenis batik Indramayu.

Buku Batik Indramayu diterbitkan pada tahun 2007 dalam bentuk cetak. Dahulu, saya telah men-scan buku tersebut dalam format image dan telah saya publish di website Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu. Namun sayangnya karena sewa domain dan hosting tidak diperpanjang lagi, jadilah informasi khusus mengenai sejarah dan motif batik Indramayu itu tidak bisa diakses lagi.

Batik Indramayu

Buku batik ini juga pernah dijadikan referensi untuk skripsi oleh salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung (sekarang Institut Seni Budaya Indonesia  / ISBI). Nah, untuk mempermudah bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang sejarah perkembangan batik Indramayu, diblog ini akan saya tuliskan ulang mengenai hal tersebut. Namun bagi yang ingin membaca bukunya langsung silahkan datang ke Perpustakaan Umum Indramayu.

Insya Allah penulisan ulang dari buku Batik Indramayu ini dibagi ke dalam tiga pokok bahasan yaitu:
  • Sejarah perkembangan batik Indramayu
  • Proses pembuatan batik Indramayu
  • Motif dan jenis batik Indramayu

Sejarah Perkembangan Batik Indramayu
Batik Indramayu sering juga disebut Batik Dermayon, tergolong batik pesisir. Batik pesisir yang lebih dikenal adalah Batik Pekalongan, batik Cirebon, Batik Madura.
Batik Tradisional Indramayu memiliki ciri khas tersendiri, corak-coraknya yang khas tidak dijumpa pada batik daerah lain walaupun ada kesamaan dalam hal ragam dan hias dengan batik lain, gaya serta pewarnaan pada batik Indramayu tetap berbeda. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar dengan berbagai unsur antara lain kepercayaan, lingkungan dan adat istiadat.
Dalam hal motif dan warna batik, nyata sekali perbedaannya antara batik klasik Indramayu dengan batik klasik Cirebon (Trusmi ). Batik Indramayu banyak mendapat pengaruh dari daerah pesisir utara Jawa Tengah (Lasem), sedangkan batik Cirebon mendapat pengaruh dari daerah pedalaman Jawa Tengah (Pengging Solo).

Pembuatan batik klasik Indramayu diperkirakan sudah dimulai pada masa kerajaan Demak (Tahun 1527), karena banyak pengrajin dari Lasem yang hijrah ke Indramayu. Oleh karena itu batik Indramayu ada yang hampir sama motifnya dengan motif Lasem yang didalamnya sudah dipengaruhi oleh motif Cina. Meskipun begitu, batik dari Jawa Tengah ini masuk ke Indramayu melalui perantara pedagang-pedagang yang mondar- mandir antara Jepara dan Banten.
Ki Gede Trusmi dan Ki Gede Pengging ( Kebo Kenanga ) adalah murid Syekh Lemahabang. Mungkin banyak orang-orang dari Pengging-Solo yang hijrah ke Trusmi dan disana mereka mengembangkan industri batik sampai sekarang.
Dengan demikian, dapatlah kita pastikan bahwa industri batik di Indramayu sudah berkembang sejak zaman Demak, sedangkan di Cirebon ( Trusmi ) baru berkembang pada zaman Pajang. Mungkin sesudah orang Pajang runtuh (Tahun 1585 ) banyak orang Pajang yang hijrah ke Trusmi dan disana mengembangkan industri batik.

Terlepas dari polemik siapa yang lebih dahulu menguasai seni batik beserta jenis ragam hiasnya, daerah Cirebon dan Indramayu sama-sama merupakan kota pelabuhan dan kota dagang dengan letak geografis berdekatan sehingga saling mempengaruhi dalam ragam hias batik tidak terelakan.
Hal yang menarik adalah corak batik kedua daerah tersebut mempunyai perbedaan yang besar selain beberapa kesamaan. Ciri ragam hias batik lndramayu adalah ungkapan rupa yang datar, lugas, sederhana dan tidak mengandung makna simbolis, sedangkan ragam hias batik Cirebon berdasarkan makna perlambangan, aturan tertentu, pola penggambaran perspektif seperti lukisan, karakter garis halus dan detil, warna khas kuning Cirebon. Ragam hias batik lndramayu merupakan ciri khas pesisiran sedangkan ragam hias Cirebon tidak bisa sepenuhnya dikatakan pesisiran karena latar budaya keratonnya dominan. Indramayu sebagai kota pelabuhan yang menjualbelikan barang-barang dagangan seperti keramik dan sutera Cina, berperan mengenalkan pada masyarakat Indramayu keindahan ragam hias Cina.
Mukimnya masyarakat Cina di Indramayu menciptakan interaksi sosial budaya yang harmonis dengan penduduk lokal, dapat dilihat dari perpaduan dalam ragam hias batik lokal dengan budaya Cina. Kain-kain batik lndramayu pada dasarnya tidak memiliki tradisi pencantuman nama atau tanda tangan si pengrajin atau pengusaha, lain halnya dengan kain kain batik Pekalongan seperti batik Belanda dan Cina yang yang nama perancangnya dicantumkan, misalnya batik Van Zulyen. Dengan tidak adanya pencantuman nama tersebut, pencarian secara akurat siapa pembuat atau pemilik kain batik tersebut menemui kesulitan. Maka daerah pecinan yang menjadi tempat tinggal turun temurun masyarakat Cina di Indramayu menjadi salah satu sumber data sejarah perkembangan batik pengaruh Cina di Indramayu.
Semoga bermanfaat...
Salam pustakawan blogger 

Referensi
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indramayu, Buku Batik Indramayu. 2007

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Batik Indramayu "