Bahasa Indonesia Katanya Dicaplok Brunei

Advertisement
Saya sempet terkejut lho membaca berita di Republik Online. Bahasa Indonesia katanya dicaplok Brunei. Yang lebih menyedihkan lagi disinyalir pelakunya orang Indonesia sendiri. Wow, kalau ini memang benar, bagaimana ini bisa terjadi? Berdasarkan informasi dari Kepala Pusat Pengembangan Infrastuktur dan Perlindungan Bahasa, Sugiyono, bahwa mereka yang terlibat dalam penyusunan Kamus Besar Bahasa Melayu Nusantara (KBMN) ini tidak sadar kalau ternyata dimanfaatkan Brunei untuk melakukan plagiasi terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia. Benarkah demikian? masa sih mereka tidak tahu? Ini tentu harus dicari penyebabnya secara pasti.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nah, sekarang tahukah berapa kosakata Bahasa Indonesia yang dicaplok atau diklaim oleh Brunei? Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 62.000 kosakata yang masuk dalam bagian Kamus Besar Bahasa Melayu Nusantara (KBMN). Yang menyatakan tersebut adalah  Prof Mahsun, Kepala Badan Bahasa Kemdikbud lho. Selebihnya yang benar-benar bahasa melayu hanya 400 kosakata.

Lantas, apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia? konon katanya pemerintah Indonesia sudah melayangkan protes terhadap keberadaan Kamus Besar Bahasa Melayu Nusantara. Badan Bahasa Kemendikbud juga telah meminta Brunei Darussalam untuk mencantumkan sumber kosa kata yang dikutip tersebut berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun, sayangnya sampai sekarang belum dilakukan.

Terus terang, menurut hemat saya ini tidak bisa lama-lama dibiarkan. Pemerintah Indonesia secara cepat harus menyelesaikan masalah ini. Tentu kita sedih jangan sampai Bahasa Indonesia bernasib sama seperti beberapa pulau dan kebudayaan lokal yang pernah dicaplok oleh negara tetangga. Kalau sampai ini terjadi, mau dibawa kemana harga diri bangsa kita?

Advertisement

Artikel terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Bahasa Indonesia Katanya Dicaplok Brunei"